DIIV di Soundrenaline Jakarta 2026 (Foto: Medcom/Basuki)
DIIV di Soundrenaline Jakarta 2026 (Foto: Medcom/Basuki)

DIIV Bius Penonton Lewat Shoegaze Atmosferik di Soundrenaline Jakarta 2026

Basuki Rachmat • 20 Juli 2026 09:16
Ringkasnya gini..
  • DIIV tampil sebagai penutup hari kedua Soundrenaline Sana Sini Di Jakarta 2026 dengan suguhan shoegaze atmosferik yang memikat ribuan penonton.
  • Band asal Brooklyn itu membuka konser dengan "Horsehead" dan membawakan sederet lagu favorit seperti "Brown Paper Bag", "Doused", hingga "Blankenship"
  • Meski minim interaksi, DIIV berhasil menghipnotis penonton lewat permainan gitar penuh reverb dan lanskap musik emosional khas shoegaze di panggung Taman Kota Peruri.
Jakarta: Kuartet shoegaze/indie rock asal Brooklyn, DIIV (dibaca Dive), sukses menutup hari kedua Soundrenaline Sana Sini Di Jakarta 2026 sebagai penampil utama. 
 
Tampil di Taman Kota Peruri Stage, Jakarta Selatan, Minggu malam, 19 Juli 2026, band asal Amerika Serikat tersebut membawa penonton tenggelam dalam lanskap musik shoegaze yang atmosferik dan emosional.
 
Band yang digawangi Zachary Cole Smith (vokal, gitar), Andrew Bailey (gitar), Colin Caulfield (bass, keyboard, vokal latar), dan Ben Newman (drum) menyuguhkan permainan gitar penuh reverb yang khas, dipadukan melodi dreamy, ritme drum bernuansa post-punk, serta permainan bass yang melodius.

Naik ke atas panggung tepat pukul 22.15 WIB, DIIV membuka penampilannya dengan Horsehead, lagu dari album Deceiver (2019). Lagu pembuka tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan para penikmat shoegaze yang sejak sore telah memadati area panggung demi menyaksikan penampilan perdana mereka di Jakarta.
 
Atmosfer kemudian semakin mengalir ketika DIIV melanjutkan set lewat "Like Before You Were Born", sebelum membawakan salah satu lagu andalan dari album terbaru mereka, Frog in Boiling Water (2024), yakni "Brown Paper Bag".
 
Sepanjang konser, Cole dan kawan-kawan memilih membiarkan musik berbicara. Interaksi mereka dengan penonton memang minim, hanya sesekali menyapa singkat, "Hello, Jakarta," sebelum kembali larut dalam penampilan yang intens.
 
Namun, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme para penggemar. Ribuan penonton tetap menikmati setiap lagu, larut dalam lapisan gitar yang bergema sambil bergoyang tipis mengikuti nuansa musik hipnotik khas DIIV.
 
Malam itu mereka juga membawakan sederet lagu favorit seperti "Soul-net", "Take Your Time", "Taker", dan "Doused", yang semakin mempertegas karakter shoegaze modern yang menjadi identitas band tersebut.
 
Menjelang akhir pertunjukan, DIIV membawa suasana konser menuju klimaks lewat deretan lagu populer mereka, yakni "Follow", "Between Tides", dan ditutup dengan "Blankenship".
 
Mengusung konsep Sana Sini, Soundrenaline 2026 mengajak pengunjung menjelajahi lima venue ikonik, yakni Taman Kota Peruri, Ina Hall Peruri, M Bloc Livehouse, COMA Bar, dan Melting Pop. Masing-masing venue menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari panggung terbuka berskala besar, pertunjukan intim, hingga ruang kolaborasi yang mempertemukan musisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif.
 
Selain DIIV, festival tahun ini juga menghadirkan deretan musisi nasional dan internasional seperti Tahiti 80, Last Dinosaurs, The Beths, Elephant Kind, Seringai, Efek Rumah Kaca, The Panturas, Reality Club, The Adams, Float, Sal Priadi, Danilla, The SIGIT, Ali, Naykilla, dan masih banyak lagi. Berbagai kolaborasi eksklusif yang hanya dapat disaksikan selama festival berlangsung turut melengkapi pengalaman Soundrenaline Sana Sini Di Jakarta 2026.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA