Afgan mengungkapkan bahwa tantangan terberat yang ia rasakan justru bukan pada aspek teknis vokal, melainkan saat harus mengkurasi puluhan lagu dari tujuh album studionya.
Ia mengaku sempat kaget saat menyadari betapa banyaknya diskografi yang telah ia telurkan selama hampir dua dekade terakhir ketika mulai menyusun daftar lagu (song list).
“Salah satu hal yang paling susah buat saya adalah nyusun lagunya. Karena Alhamdulillah lagu saya ternyata cukup banyak kalau buat konser. Jadi baru nyadar lagu saya ternyata banyak juga ya pas nyusun song list," ungkap Afgan di kawasan Senayan, Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026.
Pelantun "Panah Asmara" itu mengungkapkan bahwa awalnya ia menyiapkan sekitar 50 lagu untuk dipertimbangkan masuk ke dalam setlist konser. Namun, jumlah tersebut akhirnya dipangkas demi menjaga alur pertunjukan tetap dinamis.
"Jadi kemarin pas bikin song list-nya ada sekitar 50 lagu. Terus Om Erwin kayak, ‘Ini bener 50 lagu nih?’ Tapi dari 50 itu kita sortir, yang akan dibawakan mungkin ada sekitar 30 lagu yang akan dibawakan malam itu. Tapi enggak semuanya ya, ada yang di-medley, ada yang di-mash up, tetap surprise element-nya ada," lanjutnya.
Afgan juga memberi sedikit bocoran mengenai konsep konser yang akan dikemas lebih teatrikal dan emosional. Ia menyebut beberapa lagu nantinya akan dirangkai menjadi satu kesatuan cerita di atas panggung.
"Terus ada juga beberapa nomor yang kita gabungin jadi satu kesatuan cerita. Nanti ada satu saya berduet dengan salah satu penyanyi idola saya, saya belum boleh spill di sini. Seseorang. Kita akan menyanyikan medley dan medley-nya itu menjadi satu cerita,” ujar Afgan.
Sementara itu, Erwin Gutawa mengaku tidak mengalami kesulitan secara teknis dalam mengaransemen lagu-lagu Afgan ke format orkestra. Menurutnya, karakter vokal Afgan justru sangat cocok dipadukan dengan nuansa musik simfonik.
“Afgan ini adalah salah satu penyanyi yang punya timbre suara yang sangat cantik dengan orkestra, jadi secara teknis enggak ada masalah," ungkap Erwin Gutawa.
Meski begitu, Erwin merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan aransemen terbaik bagi konser perjalanan karier Afgan.
"Cuman mungkin tantangan saya untuk mengawal Afgan ini, saya harus bikin satu repertoar orkestra yang boleh dibilang untuk penyanyi terbaik di Indonesia. Jadi mudah-mudahan saya bisa mengawal Afgan,” tutupnya.
Dipromotori oleh Seven Star Production, konser Retrospektif the Concert didukung oleh puluhan pemain orkestra dan paduan suara Paragita.
Dalam konser ini, Afgan bersama Erwin Gutawa, menghadirkan pertunjukan grand symphonic universe, selebrasi 18 tahun karya Afgan dalam balutan simfoni megah yang menyatukan musik, visual dan cerita dalam satu pengalaman menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News