Konser Dari Warga untuk Adrie Yunus (Foto: dok. Music Declares Emergency)
Konser Dari Warga untuk Adrie Yunus (Foto: dok. Music Declares Emergency)

Efek Rumah Kaca hingga Banda Neira Gelar Konser Solidaritas untuk Andrie Yunus

Basuki Rachmat • 29 April 2026 13:51
Ringkasnya gini..
  • Konser solidaritas untuk Andrie Yunus jadi sorotan, musisi dan aktivis desak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras.
  • Musisi lintas genre dan aktivis HAM satukan suara di M Bloc, menolak kekerasan terhadap pembela HAM dan krisis lingkungan.
  • Peringatan Hari Bumi 2026 diwarnai konser dukungan Andrie Yunus, sekaligus kritik atas deforestasi dan tekanan pada aktivis.
Jakarta: Sejumlah musisi dan aktivis menggelar konser bertajuk Dari Warga untuk Andrie Yunus di M Bloc Live House pada Senin, 27 April 2026. Aksi ini menjadi bentuk solidaritas bagi Andrie Yunus, pembela HAM dari KontraS, yang menjadi korban penyiraman air keras pada Maret lalu.
 
Rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pemutaran film Pesta Babi, pameran mural, konferensi pers perkembangan kasus, hingga penampilan musik dari sejumlah musisi lintas genre. Di antaranya Efek Rumah Kaca, Banda Neira, Down For Life, Usman and The Blackstones yang berkolaborasi dengan Gugun Blues Shelter, serta Fajar Merah dan musisi lainnya.
 
Saking tingginya antusiasme massa yang hadir demi solidaritas, sesi unplugged bahkan terpaksa digelar di depan venue bagi mereka yang tidak kebagian tempat di dalam ruangan.

Dalam momentum yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026, para musisi dan aktivis membacakan pernyataan sikap bersama. Mereka menilai krisis ekologi dan krisis demokrasi di Indonesia merupakan dua sisi dari persoalan sistemik yang sama.
 
Menurut mereka, Indonesia saat ini menghadapi tantangan kompleks yang saling berkaitan, mulai dari tingginya angka deforestasi dan potensi bencana ekologis, menguatnya kecenderungan otoritarianisme dalam sistem politik, hingga ancaman krisis ekonomi akibat situasi global.
 
Mereka juga menolak kebijakan perambahan hutan yang diklaim sebagai solusi krisis energi. Kebijakan tersebut dinilai justru memperparah kerusakan lingkungan dan memicu bencana ekologis, seperti yang terjadi di wilayah Sumatra. 
 
Data Global Forest Watch mencatat sekitar 260 ribu hektare hutan primer hilang sepanjang 2024, sementara WALHI melaporkan deforestasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 1,4 juta hektare sejak 2016.
 
Di saat yang sama, mereka yang bersuara kritis terhadap isu lingkungan tersebut, perluasan peran militer dalam ranah sipil dan pengelolaan sumber daya, serta isu sosial-politik lainnya menghadapi serangan. 
 
Amnesty International Indonesia mencatat setidaknya 124 kasus serangan terhadap 288 pembela HAM sepanjang 2024, dan menggambarkan periode ini sebagai kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi HAM di Indonesia.
 
Banjir bandang di Sumatra pada akhir 2025 yang menewaskan lebih dari 1.000 jiwa disebut sebagai bukti nyata dari kebijakan yang tidak berpihak pada perlindungan lingkungan dan keselamatan warga.
 
Di sisi lain, para aktivis menyoroti meningkatnya tekanan terhadap pembela HAM. Amnesty International Indonesia mencatat setidaknya 124 kasus serangan terhadap 288 pembela HAM sepanjang 2024. Angka ini meningkat pada 2025 dengan 295 korban, serta ribuan warga yang ditangkap secara sewenang-wenang dalam aksi demonstrasi.
 
Tekanan tersebut berlanjut hingga 2026, dengan sedikitnya 34 pembela HAM menjadi korban serangan dalam periode Januari hingga April, termasuk kasus yang menimpa Andrie Yunus. Hingga kini, berbagai kasus tersebut belum menemukan kejelasan hukum.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, yang juga tergabung dalam Usman and The Blackstones sekaligus penggagas konser, menegaskan pentingnya penuntasan kasus ini secara menyeluruh.
 
“Kami mendesak negara untuk menuntaskan kasus Andrie Yunus hingga ke dalang intelektualnya beserta kasus serangan terhadap pembela HAM yang lain, dan memperbaiki kebijakan-kebijakan strategis yang relevan dengan penghidupan dan pengalaman keseharian masyarakat, terutama generasi muda dalam memperoleh pekerjaan layak, pendidikan, kesehatan fisik maupun mental, serta akses perumahan,” tegas Usman dalam siaran pers yang diterima Medcom.id pada Selasa, 28 April 2026.
 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA