Darah Segar Hip-Hop Lokal
Rich Chigga (Foto: Julian Berman)

Jakarta: Musik hip-hop lahir dari sebuah kebudayaan masyarakat Afro-Amerika sekitar tahun 70-an. Elemen musik yang ditawarkan adalah perpaduan dinamis dari rapping, musik elektronik, breakdance serta grafiti. Mengutip kalimat rapper Igor Saykoji, hip hop lahir dari keterbatasan dan nostalgia.

Mengambil andil dalam permainan musik hip-hop bukan sekadar mengandalkan kemampuan bernyanyi. Ada tuntutan untuk bisa berpantun dan menyelipkan cerita yang dibuat berima di setiap lirik untuk menjadi kekuatan dasar musik hip-hop. Seolah wajib hukumnya bagi seorang rapper untuk terus menggali ide dan melakukan inovasi pada sebuah lagu yang akan diperdengarkan.

"Harus berima, harus ada ceritanya, harus bisa diserap oleh semua orang dan itu sesuatu yang perlu waktu," ungkap Igor saat bercerita soal musik hip-hop di bilangan Jakarta Pusat, Selasa, 19 Desember 2017.

Penguatan permainan lirik dan kata-kata dalam musik hip-hop membutuhkan waktu untuk berproses. Tak jarang dalam musik hip-hop terselip pesan dan kritik sosial yang sedang marak terjadi.

Perkembangan musik hip-hop lokal tampak sejak tahun lalu. Dimulai dari Brian Imanuel yang muncul dengan nama panggung Rich Chigga. Ia memperdengarkan karya musiknya melalui platform Youtube lewat singel Dat $tick di tahun 2016. Kehadiran Rich Chigga seolah memberi darah segar bagi industri hip hop Indonesia yang tampak lesu di era yang kini disebut perdebatan tahta antara generasi milenial dan gen z.



 

Wendi Putranto, jurnalis musik Rolling Stone sekaligus manajer band Seringai mengatakan retrospeksi hip-hop Indonesia cukup mengejutkan. Banyak rapper hip-hop menjanjikan bermunculan melalui platform digital seperti Rich Chigga dan Young Lex.

"Ada darah segar di kancah musik hip-hop indonesia yang mana sebelumnya mungkin gua nggak pernah denger," kata Wendi.

"Terakhir kali mendengar artis hip-hop yang ngetop banget itu Iwa K dan Igor dari Saykoji."

Menurutnya, tahun 2016-2017 ada banyak pendatang baru hip hop yang menawarkan warna musik baru. Selain Jakarta, musikus hip-hop dari Bandung, Yogyakarta, serta kota-kota lain. Nama-nama seperti A. Nayaka, Ramengvrl, kolektif hip-hop Onar, Rand Slam, Joe Million dan Tuan Tigabelas adalah contoh bagaimana platform digital bersinergi dengan bakat muda yang menyuplai darah segar dalam ranah musik hip-hop.

Untuk tahun ini, Rich Chigga terbilang paling sukses karena berhasil menembus industri musik di kancah internasional.

Bermodalkan platform digital dan skill yang mumpuni, karya Rich Chigga diterima pasar internasional. Tak ada yang menyangka seorang Rich Chigga akan hadir dan masuk dalam daftar rapper yang diperhitungkan di kancah internasional, sebut saja Diplo dan Martin Garrix. Yang sempat mengejutkan di awal kemunculannya adalah ketika Rich Chigga diketahui berasal dari Indonesia.

Kendati mulai mendapat tempat di pasar global, ada beberapa hal yang patut disayangkan dari fenomena munculnya Rich Chigga. Dia dikenal secara global oleh segmen yang peka internet, namun hal itu kontras ketika melihat publik Indonesia yang tidak semua paham tentang kiprah Rich Chigga.

"Keren banget. Tapi memang konten dia itu untuk internasional, kalau kita ke daerah tanya sama orang-orang atau tanya sama orang di jalan mungkin satu dua ada yang tahu. Tapi secara langsung apakah mereka langsung 'ngeh' Rich Chigga ini siapa belum tentu tahu," tutur Igor.

Nama Rich Chigga menambah daftar panjang musisi asal Indonesia yang berhasil go international. Sebut saja Agnez Mo, Anggun, dan Joey Alexander. Deretan musikus tersebut seolah mewakili masing-masing genre dari keragaman musik yang berkembang Indonesia untuk diperdengarkan pada penikmat musik di negara lain.




Prediksi Musik Hip Hop Indonesia Semakin Berjaya di Masa Depan

Melihat kesuksesan musik hip-hop lewat kedatangan Rich Chigga, bukan hal mustahil jika ke depan akan banyak penggiat hip-hop baru dari Indonesia. Didukung platform digital dengan kemudahan akses, tidak  menutup kemungkinan para Selebgram dan Youtuber dengan ratusan ribu followers mendongkrak musik hip-hop Indonesia.

"Terlepas mereka akan konsisten nge-rap atau cuma menjajal rilis singel-singel aja itu urusan belakang, tapi yang pasti dari dulu musik (hip-hop) sangat marjinal. Bahkan rock, pendengarnya jauh lebih banyak," kata Wendi.

Dibandingkan dengan era sebelumnya, dua tahun belakang Wendi melihat terjadi ledakan di ranah musik hip-hop melalui platform digital.

"Mungkin kalau nggak ada patform digital kita nggak pernah tahu, kalau nggak ada Youtube kita nggak akan tahu orang-orang yang tadi disebutkan itu, jadi karena dari Youtube kita jadi tahu," lanjut Wendi.

Sepakat dengan pendapat Wendi, di kesempatan berbeda David Tarigan dari Irama Nusantara yang kerap dijuluki Kamus Musik Berjalan juga mengatakan musik hip-hop Indonesia diprediksi akan naik daun.

"Banyak banget rapper yang keren, beatmaker produser musik juga keren, dan kolektif-kolektifnya juga keren dan mereka tahu apa yang pingin mereka buat," ungkap David yang juga memprakarsai pengarsipan musik populer di Indonesia lewat Irama Nusantara.

Juga senada dengan Igor Saykoji, David berpendapat tradisi hip-hop merupakan musik masa lalu yang telah diformulakan dengan beat yang baru. Di Indonesia, David menyebutkan hampir semua gaya hip-hop mudah diakses untuk orang banyak, bahkan untuk penggemar musik hip-hop agresif sekali pun. Informasi mengalir deras bagi para seniman sehingga mereka bisa mengkaji ulang dan mengekspresikan musik tersebut lewat hip-hop.

Dapat dikatakan Irama Nusantara bisa menjadi alat untuk mempermudah para beatmaker meramu ulang musik lawas Indonesia menjadi karya hip-hop yang segar di telinga masyarakat.





(ASA)