Di Muhammad Devirzha. (Foto: Instagram @virzhaofficial)
Di Muhammad Devirzha. (Foto: Instagram @virzhaofficial)

Perangai Virzha Menemukan Musik Bestari

Hiburan indonesia musik
Cecylia Rura • 29 Januari 2019 10:29
Perjalanan Virzha mencocokkan batin dan visinya dalam bermusik melawati jalan panjang. Pria kelahiran Banda Aceh ini tumbuh di lingkungan Melayu yang kuat. Darah Melayu yang kental itu membuat Virzha dekat dengan dunia literatur, syair dan puisi. Hal itu turut membentuk proses kreatif Virzha dalam menulis lirik lagu.
 
Di samping itu, Virzha punya karakter rock yang kuat. Tapi, kedewasaan bermusik membuat Virzha sadar bagaimana mengendalikan adrenaline musik keras dalam dirinya. Akhirnya, Virzha pun kini lebih dikenal sebagai penyanyi pop melankolis. Di kala senggang, Virzha menyalurkan sisi liarnya dengan memutar musik-musik punk.
 
Pada suatu sore di ujung Januari, Di Muhammad Devirzha mengunjungi kantor Media Group dalam rangka merayakan 49 tahun Media Indonesia. Selepas memberikan aksi terbaik, kami mencecar Virzha dengan pertanyaan seputar situasi musik dan sosial pada hari ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Halo, (saya) Michael Jackson," ucapnya sambil menjabat erat dengan senyum hangat di balik kumis tipisnya. Seperti yang sudah saya duga, Virzha seorang humoris yang menyenangkan. Tanpa berbasa-basi, wawancara saya mulai.
 
Perangai Virzha Menemukan Musik Bestari
Virzha (Foto: Instagram @virzhaofficial)
 

Apa kabar, Virzha. Mengawali tahun 2019, sudah punya rencana untuk perjalanan karier pada tahun ini?
 
Tahun ini 2019, sibuknya lagi nyiapin album ketiga sama singel ke-9. Kalau di album pertama tiga singel yang keluar, album kedua lima singel, ini juga singel terakhir baru keluar Janji judulnya. Nanti akan ada singel lagi tapi di album ketiga, itu lagi nyiapin. Sama konser lima tahun Virzha berkarya.
 
Dalam konser perayaan 5 tahun bermusik Virzha, apakah repertoar dalam album ketiga yang rencananya akan dirilis ikut dibawakan?
 
Kemungkinan kalau memang albumnya udah keluar, karena albumnya belum rilis juga tahun ini. Belum tahu antara albumnya duluan atau konsernya duluan. Jadi kemungkinan yang dibawakan lagu-lagu di album satu atau dua.
 
Belum lama ini lagu Janji dari album Kedua dirilis dengan video musik tentang ibu. Bisa diceritakan makna dari lagu Janji?
 
Janji itu aku bikin, lagu ini yang membedakan dengan lagu-lagu lain itu bedanya adalah tektokan dua arah, antara anak ke ibu dan ibu ke anak, jadi enggak cuma ungkapan anak ke ibu doang. Jadi kayak di reff ibunya yang ngomong, kayak kamu yang sosok memelukku aku pun mampu. Aku kan setia untukmu. Itu ibu yang ngomong. Pengungkapan seorang anak terhadap sebuah janji dalam artian, aku mengartikan janji di lagu adalah kesetiaan. Jadi sesetia itu sampai kapanpun sampai mungkin hanya maut yang memisahkan pun tetap akan selalu diingat.
 
Apa arti seorang ibu bagi Virzha?
 
Ibu itu, arti ibu bagi aku hero, pahlawan, jadi di setiap aku gundah, gelisah, senang, atau benar-benar bahagia banget dia selalu ada. Dia yang menemani perjuanganku.
 
Apakah sebagai pelengkap singel Tentang Rindu yang didedikasikan untuk ayah tahun lalu?
Iya kemarin tentang rindu buat ayah. Aku bikin terus akhirnya aku bikin lagi buat ibu karena dua sosok itu tidak bisa dibanding-bandingkan, menurutku setara dan sama jadi harus dibikin.
 
Sebagai solois pria, bagaimana Virzha mempertahankan eksistensi dalam industri musik?
 
Bisa mewakili perasaan orang lain. Jadi enggak egois, enggak bikin lagu hanya sekadar untuk mengungkapkan kata cinta tapi tidak menjelaskan arti cinta bagi dia itu apa. Karena kan orang-orang beda-beda. Misalnya Tentang Rindu, itu kisahku bersama ayahku, pasti juga adalah orang yang sama denganku, maksudnya kisahnya sama, ikatan batin yang tidak bisa memisahkan, kayak di video klip anaknya sukses di kota tapi bapaknya di kampung nungguin.
 
Jadi, bisa mewakili perasaan orang lewat lirik dan jangan berhenti untuk terus berkarya, kalau aku. Enggak bisa musisi cuma sekadar nyanyi. Mungkin penyanyi tugasnya menyanyi, tapi kalau untuk musisi menurutku harus bikin lagu, dengerin lagu, bernyanyi, itu sih mungkin yang bisa aku lakukan. Mungkin sekarang orang enggak dengar tapi 10 tahun ke depan orang bisa dengar lagu-laguku.
 
Bagaimana Virzha melihat bibit regenerasi solois pria di Indonesia?
 
Sebenarnya banyak banget, tapi mungkin mereka tidak tahu, lewat mana, media apa yang mereka bisa jamah. Teman-teman aku juga banyak anak-anak indie yang karyanya bagus-bagus. Kalau dibilang persaingan, sebenarnya musik ini, menurutku pribadi aku tidak ada merasa bersaing, karena musik itu kan menyampaikan pesan. Mungkin bersaingnya dengan orang-orang yang tidak menyampaikan pesan bagus. Musisi-musisi yang tidak menyampaikan pesan bagus, itu bersaing sih menurutku. Gimana caranya mendedikasi teman-teman untuk, loe dengar lagu ini loe harus berbuat baik. Bisa memengaruhi teman-teman dengan cara positif. Itu tantangan bagi aku untuk bersaing dengan teman-teman yang mungkin punya musik yang susah untuk diterima.
 
Salah satu fenomena yang terjadi beberapa tahun terakhir adalah para musisi yang memutuskan "berhijrah" dan meninggalkan dunia musik. Bagaimana Virzha melihat fenomena itu?
 
Sebenarnya balik lagi ke pribadi masing-masing. Kalau di Islam aku tahunya ada beberapa mazhab yang melarang itu memang tapi ada beberapa yang tidak. Dan menurutku musik indah. Suara yang indah itu bisa mengubah orang untuk lebih baik kan dan lirik yang bagus bisa mengubah orang untuk lebih baik. Jadi enggak ada salahnya untuk bermusik. Jadi menurutku, pribadi enggak ada batasan untuk bikin lirik bagus, enggak ada batasan untuk bermusik. Tapi balik lagi ke orang masing-masing yang mungkin banyak fenomena yang hijrah itu mungkin positif bagi dia. Ada juga beberapa teman aku kayak gitu.
 
Apakah Virzha pernah berada di persimpangan itu? Soal agama dan musik.
 
Sempat sih. Maksudnya (mempertanyakan apakah) musik haram, maksudnya musik saya yang dulu, musik gua dulu tidak membawa kebenaran. Musik-musik protes. Ha-ha-ha. Dulu main musik keras dan rebel.
 
Apa nama band rebel Virzha dulu?
 
Aku enggak mau kasih tahu namanya. Enggak buruk, cuma itu fase aku harus merasakan di titik itu. Sampai pada akhirnya sadar bahwasannya menciptakan satu lirik yang positif, semua orang tahu dari semua segmen, sampai ibu-ibu, semua orang tahu itu lebih berat. Lebih berat dan kalau dapat hasilnya itu lebih puas.
 
Apakah sisi rebel itu masih ada pada pribadi Virzha hari ini?
 
Masih ada. Kadang-kadang kalau lagi suntuk memang mood-nya juga enggak bagus gua bikin musik yang bisa mewakili hati gua.
 
Mungkin bisa dijabarkan, musik seperti apa yang Virzha maksud masih ada dalam hati Virzha?
 
Banyakan dari luar. Kayak Sex Pistol. Punk. RATM (Rage Against the Machine). Musik-musik rebel, Musik-musik kayak Rolling Stone tapi zaman dulu, The Police waktu masih punk.
 
Momen apa yang sampai hari ini Virzha lewatkan dengan mendengarkan musik keras?
 
Kalau sambil ngopi sekarang aku lebih sering dengar musik instrumen. Sekarang lebih banyak dengar musik-musik Depapepe. Dengerin musik itu karena nadanya indah-indah.
 
Semisal Virzha mendapat satu kesempatan untuk bebas menjadi vokalis band apa saja di Indonesia. Band apa yang akan Virzha pilih?
 
Kalau boleh milih vokalis band Dewa 19.
 
Kalau Dewa 19 sejalannya aja, sampai sekarang juga jalan silaturahmi juga dijaga sama teman-teman senior, sharing ilmu, enggak ada batasan kalau buat Virzha ke musik, Virzha bermusik bisa di mana aja.
 
Ada alternatif pilihan lain?
 
Sheila On 7, tapi Duta masih ada kan? Ha-ha-ha.
 
Punya musisi impian untuk diajak berduet?
 
Reza Artamevia. Pengin sama Mbak Reza, dia diva.
 
Sebenarnya kesempatannya terbuka tapi nyari lagunya yang susah. Lagu tentang apa nih. Gua juga lagi bikin sih, mudah-mudahan kesampaian.
 
Siapa penulis lagu yang Virzha kagumi?
 
Melly Goeslaw suka banget.
 
Belakangan dinamika politik di Indonesia kian bergejolak, bagaimana Virzha melihat hal itu?
 
Politik Indonesia semakin memacu generasi muda untuk bisa lebih perhatian dengan negerinya. Bukan berarti negatif, menurutku malah semakin banyak orang pengin jagain Indonesia. Jadi kayak mudah-mudahan dengan adanya skema politik yang sekarang semakin pinter generasi sekarang. Otomatis beberapa tahun ke depan Indonesia akan semakin maju. Mungkin sekarang berkembang dengan politik yang ada. Mudah-mudahan ke depan bisa jadi negara maju.
 
Media sosial sebagai kolam diskusi berbagai lini dan beragam topik, termasuk politik. Bagaimana Virzha menggunakan media sosial?
 
Harus pintar menggunakan media sosial, jangan (ikut menyebar) hoax. Kalau yang benar, harus konkret harus benar-benar tahu dari mana ini video, harus menjelaskan. Jangan hanya sekadar judul tapi isinya beda kan banyak tuh sekarang yang kayak gitu. Virzha nikah, tapi belum menikah. Itu contoh, padahal enggak ada (pasangan). Sebisa mungkin bijak.
 
Dalam perbedaan dan kemajemukan, bagaimana Virzha menjaga nilai toleransi?
 
Dengar apa kata orangtua karena orangtua lebih tahu budayanya. Lebih tahu sejarah, maksudku, teman-teman milenial bisa belajar dengan banyaknya akses internet sekarang yang bisa diakses dengan mudah di ujung dunia manapun bisa diakses. Jadi sedikit enggak tahu lo belajar, kalau enggak tahu tanya sama orangtua yang mungkin jauh lebih tahu atau senior-senior yang duluan lahirnya, kasarnya begitu, dan lebih banyak tahu tentang sejarah. Mudah-mudahan itu bisa membantu teman-teman untuk bisa belajar terus.
 
Ada pesan untuk generasi muda?
 
Terus berkarya apapun bidangnya karena semakin banyak karya Indonesia akan semakin dikenal.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif