GIGI tampil sebagai headliner pada hari terakhir Gaia Music Festival 2026 yang berlangsung di panggung Amphitheatre, The Gaia Hotel, Bandung, Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Band yang digawangi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Gusti Hendy (drum) tersebut membawakan 10 lagu selama kurang lebih 60 menit.
Penampilan GIGI malam itu terasa semakin spesial berkat kehadiran pemain saksofon kenamaan Tanah Air, Damez Nababan. Kolaborasi tersebut membuat sejumlah lagu GIGI terdengar lebih segar, tanpa menghilangkan karakter musik yang selama ini melekat pada band tersebut.
GIGI membuka kembali sejumlah lagu dari katalog mereka, mulai dari "Melayang" yang dirilis pada 1997 hingga materi terbaru seperti "Don't Stop" dan "Menari-Nari" dari album Forever in the Air (2025). Album tersebut direkam secara analog di New York, Amerika Serikat.
Persiapan GIGI Jazz Project untuk Gaia Music Festival 2026
Sebelum naik panggung, Medcom.id berkesempatan berbincang dengan para personel GIGI di belakang panggung. Dalam kesempatan tersebut, Armand dan kawan-kawan menceritakan proses persiapan, mulai dari latihan hingga pemilihan lagu yang akan dibawakan dalam format GIGI Jazz Project.Thomas Ramdhan mengatakan bahwa tantangan utama berada pada proses penggarapan aransemen. Sejumlah lagu yang sebelumnya lekat dengan nuansa pop harus diolah kembali agar sesuai dengan konsep jazz yang diusung.
"Latihan tentunya aransemennya kan beda gitu, berubah yang tadinya pop ya nggak tahu kita namain itu total jazz atau apa gitu," tutur Thomas.
Armand kemudian menjelaskan bahwa GIGI Jazz Project sebenarnya bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, GIGI juga pernah menggarap proyek serupa bersama musisi jazz Ron King.
"Tapi kan ini sebetulnya projek GIGI Jazz Project ini juga bukan pertama kali. Pertama itu sama Ron King, dan terus sudah beberapa kalilah," ujar Armand.
Banyaknya katalog musik yang dimiliki GIGI juga membuat mereka harus melakukan kurasi agar setiap album tetap mendapatkan representasi dalam penampilan tersebut.
"Tapi emang lagu GIGI kan banyak, dari album kan nambah terus, jadinya ya emang penambahan lagu dengan aransemen yang ya kita ubah juga gitu," tambah Hendy.
Thomas pun mengungkapkan bahwa mereka berusaha memilih lagu dari berbagai album agar perjalanan musik GIGI dapat terwakili dalam satu pertunjukan.
"Kalau bisa maksudnya karena banyak dari albumnya, kita pilih di sini satu, yang dari album sekian satu gitu, yang untuk mewakililah, kayak gitu," ungkap Thomas.
Tak hanya memilih lagu, GIGI juga sengaja mengubah aransemen sejumlah hit mereka agar penonton mendapatkan pengalaman berbeda dibandingkan versi rekamannya.
"Yang pasti sih lagu hits-nya kita coba untuk rubah sedemikian mungkin aransemennya daripada yang aslinya gitu, buat kasih surprise kan buat orang. Kalau lagu yang underrated gitu ya, diubah ya orang juga nggak tahu kalau kita ubah, tambah nggak tahu," ujar Hendy.
Konsep tersebut kemudian diperkuat dengan penambahan sejumlah instrumen yang tidak biasa terdengar dalam format panggung reguler GIGI.
"Sama ada penambahan instrumennya juga, ada piano sama brass section juga," tutup Dewa Budjana.
GIGI Jazz Project Jadi Suguhan Spesial

GIGI di Gaia Music Festival 2026 (Foto: dok. Gaia Music Festival)
Konsep GIGI Jazz Project membuat penampilan GIGI di Gaia Music Festival 2026 terasa berbeda. Lagu-lagu yang telah akrab di telinga penggemar dikemas ulang melalui permainan instrumen jazz, tambahan brass section, serta interaksi yang lebih intim dengan penonton.
Selain GIGI, Gaia Music Festival 2026 turut menghadirkan sejumlah musisi dan grup musik dari berbagai genre. Pada hari pertama, festival diramaikan oleh Littlefingers, Teddy Adhitya, dan RAN. Sementara pada hari kedua, panggung Gaia Music Festival diisi oleh Love Is, Adikara, Karimata ft. Tiara Effendy, serta sejumlah penampil lainnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda