Rocket Rockers (Foto: dok. Rocket Rockers)
Rocket Rockers (Foto: dok. Rocket Rockers)

Dua Dekade Rocket Rockers, Menolak Hilang dari Ingatan

Hiburan indonesia musik rocket rockers
Kumara Anggita • 31 Juli 2019 08:00
Medan: Dua puluh tahun bersama, Rocket Rockers melalui banyak hal, mulai dari hilangnya personel hingga inspirasi yang muncul dari kopi. Tak peduli apa yang telah dan akan dilewati, mereka berkomitmen untuk terus bertahan.
 
Rocket Rockers hadir menyumbangkan karyanya secara ofisial pada tahun 1998. Setelah dua dekade, formasi terakhir band melejit lewat lagu Ingin Hilang Ingatan itu yaitu Aska, Bisma, dan Ozom.
 
Aska sang vokalis sekaligus gitaris menceritakan perjalanan mereka dari awal berkarier sebagai musisi hingga sekarang. Pada awalnya mereka tidak berfokus pada bermusik saja. Hal ini dianggap mereka sebagai sebuah hambatan untuk kemajuan mereka. Sampai suatu ketika mereka memutuskan untuk 100 persen fokus terjun pada band saja.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Awalnya adalah kita fokus konsisten buat sesuatu. Karena awalnya dulu Bisma kerja, Ozom kerja, saya pernah seperti jaga toko gitu," ujarnya beberapa waktu lalu.
 
"Ternyata untuk jadi seorang musisi itu dengan dua pekerjaan yang bertolak belakang buat kita tidak bisa. Memang harus fokus dan harus konsisten. Jadi akhirnya kita berusaha fokus di musik saja. Alhamdulillah dari situ mulai sama seperti chemistry bisa kebangun lalu kayak masalah-masalah kecil yang biasanya ada tuh jadi terpecahkan,” jelasnya.
 
Mereka sebisa mungkin membuat alurnya santai dan tidak menentukan target-target tahunan tertentu yang menekan satu sama lain. Mereka lebih fokus pada masa kini dan mengoptimalkan segala kesempatan yang datang di momen yang sedang mereka jalani.
 
"Dan satu lagi kalau di Rocket Rockers itu kita tidak terlalu memikirkan sesuatu yang tahun depan kita harus ngapain, tapi besok kita harus ngapain. Jangan sampai kalau kita misalnya punya rencana yang satu tahun, begitu itu mandeg, sudah aja. Sementara yang terdekatnya tidak dijalanin," ujar Aska.
 

Dua Dekade Rocket Rockers, Menolak Hilang dari Ingatan
Rocket Rockers (Foto: Medcom/Kumara)
 
Tahun ini Band Pop Punk Asal Bandung ini genap berumur 20 Tahun tepatnya pada 17 Agustus nanti. Mereka berencana untuk melakukan tur untuk merayakan itu.
 
"Dua puluh tahun ini Insyaallah bakal ada rangkaian titik tur ke 20 tempat. Mudah-mudahan cepat jalan. Mudah-mudahan jalannya di bulan November - Desember. Kita ulang tahunnya 17 Agustus. Setelah itu mungkin antara Oktober-November,” kata Aska.
 
Menguatkan Tiga Personel
 
Dua puluh tahun berkarya, Rocket Rockers selalu membuat inovasi-inovasi menarik. Namun di tahun ini, kebaruan yang terasa bukan sekadar membuat buku, merilis game, atau bisnis kuliner. Tapi lebih pada proses adaptasi tiga personel. Mereka ingin menguatkan tiga yang ada.
 
"Sekarang Rocket Rockers tuh sedang transisi dari empat personel ke tiga. Jadi tahun lalu gitaris kita resign dari Rocket Rockers. Perlu waktu juga untuk di panggung aransemennya seperti apa, di studio seperti apa. Selama setahun ini emang fokus untuk menguatkan tiga formasi terakhir ini,” ungkap Ozom sang drummer.
 
"Setahun ini fokus menguatkan formasi tiga orang. Kita ada beberapa additional. Kita mengambil anak muda yang bakal kasih ide lebih segar dari yang sudah ada. Dan ada beberapa pengembangan usaha dari manajemen,” tambah Bisma, pemain bass.
 
Hingga saat ini, Rocket Rockers masih berkomunikasi dengan mantan personel, Ucay bahkan Aska mengungkapkan bahwa ketika band-nya memiliki acara, mereka pasti masih menghubungi.
 
"Namanya komunitas musik kan pasti hubungannya sama itu-itu saja lingkarannya, kayak Ucay kan punya brand sepatu, Lowp punya kuliner juga, ya pasti itu-itu saja lingkarannya. Kalau komunikasi masih Alhamdullilah lanjut,” ujar Aska.
 
Dua Dekade Rocket Rockers, Menolak Hilang dari Ingatan
Rocket Rockers (Foto: dok. rocketrockers)
 
"Kita selalu kalau mau bikin event ngabarin, tapi balik lagi ke kesediaan dua mantan personel sebelumnya. Kalau mereka welcome ya mungkin kita bikin sesuatu yang bikin orang tidak akan lupa tapi kalau mereka masih tidak, karena ada beberapa anggapan yang tak ada support alat musik, ya tidak apa-apa. Kita juga harus hormati. Kemungkinan juga bisa kolaborasinya dalam bentuk yang lain, tapi sampai saat ini ya belum ketemu. Mungkin mereka dakwah, kita main musik, kan bisa saja. Tapi belum klik,” lanjutnya.
 
Kebaruan Nuansa Lagu Rocket Rockers
 
Selain adaptasi di tiga personel, Rocket Rockers juga ingin mencoba hal baru lainnya yaitu pada lagunya. Aska mengungkapkan, di singel terbarunya yaitu Reaksi Rasa hadir dengan nuansa berbeda dari sebelumnya. Di sini dia membahas tentang kopi.
 
"Singel terbaru terakhir lagu tentang kopi, itu belum pernah ada di lagu sebelumnya," ungkap Aska.
 
Dari lagu ini dia bahkan jadi terinspirasi untuk membuat kedai kopi.
 
"Seperti kegiring saya mulai mendalami kopi. Dari situ mulai, ada peluang bikin coffee shop. Sesederhana itu. Nama jadi doa, lagu itu jadi seperti doa buat kita,” jelasnya.
 
Selama tiga tahun terakhir Aska jadi begitu dekat dengan kopi. Dia merasa banyak hal yang dia pelajari dari minuman ini. Khususnya, kopi menjadi media mereka untuk menyalurkan ide-ide.
 
"Mendalami tiga tahun terakhir ini biasanya kalau ke kota baru coba kulinernya. Tiga tahun terakhir ini saya dan Bisma suka cari kopi asli dari tempat itu, ternyata ada khasnya beda-beda,” kata Aska.
 
"Beda kalau ke satu kota lalu cari kulinernya, misal Makassar Sop Konro. Kalau makan berat habis kenyang pulang. Kalau di tempat kopi bisa santai, ngobrol sama band daerah, komunitas daerah, dari ketemuan bisa ada ide mengalir, link baru, itu yang diaplikasikan di tempat kopi Aska. Tiap diam di tempat kopi, Aska paling sebentar sejam lebih dan selalu ada sesuatu, siapa lah, ngobrol apa, ada insight baru yang bisa saya bawa pulang,” tambah Bisma.
 

 

 

(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif