tadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS)
tadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS)

ARMY Tolak JIS, Ini 5 Alasan Konser BTS 2026 Lebih Layak Digelar di GBK

Rafi Alvirtyantoro • 17 April 2026 14:41
Ringkasnya gini..
  • ARMY keberatan dengan keinginan Gubernur Pramono Anung yang mendorong konser BTS 2026 digelar di JIS alih-alih GBK.
  • Stadion GBK dinilai lebih unggul bagi penggemar karena akses transportasi umum yang memadai dan fasilitas pendukung yang lengkap.
  • Kekhawatiran akan manajemen massa, risiko kriminalitas, dan minimnya akses transportasi malam hari menjadi alasan utama penolakan JIS.
Jakarta: Lokasi konser BTS di Jakarta menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan oleh para penggemar. Perdebatan ini mencuat setelah kepala daerah setempat memiliki keinginan yang berbeda dengan harapan basis massa penggemar grup asal Korea Selatan tersebut.
 
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali menyatakan keinginannya agar BTS menggelar konser di Jakarta International Stadium (JIS). Ia menilai lokasi tersebut lebih menantang dibandingkan dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
 
"Ini lagi fight untuk apakah di JIS atau di GBK. Ya walaupun dua-duanya di Jakarta, tapi saya ingin banget JIS itu mendapatkan tantangan kalau BTS main di sana," kata Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Kamis, 16 April 2026.

Namun sayangnya, sebagian penggemar yang disapa ARMY ini tidak setuju dengan keinginan Pramono Anung. Banyak dari mereka yang melayangkan protes dan berharap konser BTS di Jakarta tetap digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).  

Berikut adalah lima alasan utama ARMY memilih GBK daripada JIS untuk konser BTS di Jakarta 2026:

1. Aksesibilitas dan Transportasi Umum

Alasan pertama dan paling krusial adalah mengenai aksesibilitas serta transportasi umum di sekitar GBK. Bangunan yang diresmikan sejak 21 Juli 1962 ini dinilai memiliki akses transportasi yang sangat beragam.
 
Transportasi umum yang dekat dengan GBK antara lain adalah MRT, di mana Stasiun MRT Istora Mandiri hanya berjarak sekitar 850 meter dari lokasi. Selain itu, halte TransJakarta juga tersebar di berbagai titik strategis di sekitarnya.
 
Sebaliknya, pemilihan JIS dinilai akan menjadi kendala besar bagi penonton saat kepulangan. Sebagai gambaran, kereta terakhir yang melintasi Stasiun Ancol—berjarak sekitar 1,6 km dari JIS—hanya beroperasi sampai pukul 21.08 WIB. Jadwal ini tidak memungkinkan penonton menggunakan KRL, mengingat konser skala besar biasanya baru berakhir pukul 22.00 WIB.
 
Selain itu, tarif ojek online di kawasan JIS saat acara besar kerap dikeluhkan karena melonjak tidak wajar. Hal ini menjadi salah satu dasar penolakan ARMY.
 
“Masih banyak ojek / ojol (di JIS) yang mematok harga yang tidak masuk akal. Berbeda dengan GBK yang akses transportasi umumnya sudah sangat memadai, ada TransJakarta, MRT, LRT, KRL, Taksi / Ojek Online yang bisa dipesan dengan harga pada umumnya,” ujar Diva, penggemar BTS asal Jakarta Selatan, kepada Medcom.id pada Jumat, 17 April 2026.

2. Keamanan dan Keselamatan Penonton

Alasan kedua berkaitan dengan keamanan dan keselamatan. Salwa, seorang penggemar asal Tangerang Selatan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perilaku oknum di sekitar JIS yang kerap melakukan catcalling kepada penonton yang melintas.
 
“Kalau di JIS susah, banyak debu, macet, kalau ujan banjir, belum lagi orang yang suka catcalling,” tutur Salwa.
 
Menurutnya, lingkungan di sekitar GBK cenderung lebih kondusif. Lokasi GBK yang berada di pusat kota membuat area tersebut tetap ramai dan terpantau, berbeda dengan kawasan JIS di Jakarta Utara yang dianggap lebih rawan tindakan kriminal seperti pembegalan.
 
Kekhawatiran ini didukung oleh catatan kriminalitas di sekitar kawasan tersebut, termasuk insiden begal dan tawuran bersenjata. Contohnya, aksi pembegalan yang pernah terjadi terhadap pengemudi ojek online di kawasan Sunter Jaya, Tanjung Priok, pada 24 Februari 2025 dini hari.  

3. Manajemen Arus Massa

BTS memiliki basis penggemar yang masif di Indonesia. Konser skala stadion dipastikan menampung puluhan ribu penonton, belum termasuk penggemar yang datang hanya untuk memeriahkan suasana di luar area stadium.
 
JIS dianggap memiliki akses keluar-masuk yang sangat terbatas, sehingga berisiko menimbulkan desakan massa yang fatal (stuck) saat puluhan ribu orang keluar secara bersamaan. Sementara itu, GBK memiliki area luar yang sangat luas untuk tempat berkumpul, lahan parkir yang aman, serta ruang terbuka bagi penggemar yang tidak memiliki tiket masuk.
 
Secara teknis, JIS hanya memiliki empat akses utama di sisi Barat, Timur, Selatan, dan Utara. Hal ini sangat kontras dengan GBK yang memiliki 12 gerbang utama dan 24 gerbang sektor. Untuk kendaraan, GBK menyediakan Pintu 2, 5, 7, 9, dan 10 sebagai akses keluar, sedangkan pejalan kaki dapat melalui Pintu D, E, dan G di area Ring Road.  

4. Fasilitas Pendukung dan Kenyamanan

Kenyamanan fasilitas sekitar juga menjadi pertimbangan penting. Di sekeliling GBK, tersedia banyak pusat perbelanjaan, gerai makanan, dan tempat berteduh yang memadai bagi penonton yang sudah datang sejak pagi.
 
Selain itu, GBK memiliki lintasan lari (running track) di dalam stadion yang dianggap ideal untuk aksi panggung ikonik BTS, seperti arak-arakan saat lagu "IDOL".
 
Meskipun JIS juga memiliki lintasan lari, fasilitas tersebut terletak di Sky View Deck lantai 9, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan aksi panggung di area lapangan.

5. Rekam Jejak dan Pengalaman Promotor

Alasan terakhir adalah pengalaman promotor dalam mengelola lokasi. ARMY menilai promotor iMe Indonesia telah memiliki jam terbang yang teruji dalam menggelar konser besar di GBK.
 
Keberhasilan konser BLACKPINK pada 1-2 November 2025 menjadi tolok ukur bahwa GBK merupakan lokasi yang paling siap untuk menyelenggarakan acara berskala internasional dengan manajemen risiko yang lebih matang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA