Tampil di Forest Stage pada pukul 17.00 WIB, Polka Wars yang digawangi Karaeng Adjie alias Aeng (vokal, gitar), Xandega alias Dega (bas), dan Giovanni Rahmadeva (gitar, vokal latar) langsung membuka penampilan dengan membawakan "Fatamorgana", salah satu lagu dari album Bani Bumi (2019).
Tanpa banyak basa-basi, Aeng dan kawan-kawan melanjutkan penampilan dengan sederet lagu andalan mereka, di antaranya "Mapan" dan "Mokelé". Ketiga lagu pembuka tersebut disambut antusias oleh Warga-Wargi, sebutan bagi penonton Synchronize Fest, yang memadati area Forest Stage.
Di sela penampilan, Dega menyempatkan diri menyapa penonton sekaligus mengenang momen kembalinya Polka Wars ke panggung Synchronize Fest. Ia mengungkapkan bahwa festival tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan reuni mereka setelah bertahun-tahun tidak aktif bermusik.
"Terima kasih, Synchronize Fest! Kami dari Polka Wars. Tahun lalu persis di Synchronize Fest 2025, kami diajak sama teman-teman dari Synchronize untuk main lagi, reunian di sini setelah vakum bertahun-tahun. Kami berterima kasih banget, ternyata kalian, teman-teman Synchronize di sini masih nonton juga tahun depannya," ujar Dega.
Baca Juga :
Aksi Simbolis di Pembukaan Synchronize Fest 2026: Ada "Munir-Marsinah" hingga Bendera Palestina
Ia juga mengapresiasi para penonton yang tetap menyempatkan diri datang ke festival di tengah kesibukan masing-masing.
"Thank you banget buat kalian semua. Ganteng-ganteng, cantik-cantik, Jumat cabut dari kantor. Gila, keren banget, udah mapan semua pasti," ungkap Dega.
Setelah menyapa penonton, Polka Wars kembali melanjutkan penampilan dengan membawakan sejumlah lagu populer lainnya, seperti "Avatar", "Suar", dan "Mandiri".
Polka Wars Singgung Kebakaran Hutan
Tak hanya menghadirkan penampilan musik, Polka Wars juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak penonton menaruh perhatian pada persoalan lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kawasan Provinsi Kalimantan yang menjadi perhatian di Indonesia.
Momen itu disampaikan Dega ketika menyinggung nama panggung Forest Stage yang menjadi lokasi penampilan mereka. Ia mengingatkan penonton bahwa di tengah kemeriahan festival, persoalan lingkungan tetap perlu mendapat perhatian bersama.
"Hari ini kita ada di Forest Stage, dan mungkin gue mau ngingetin—udah pada tahu kalau Indonesia lagi nggak baik-baik aja, dan forest (hutan) kita juga lagi kayak gitu," tutur Dega.
Ia kemudian mengajak para penonton untuk tidak melupakan persoalan tersebut dan turut menyuarakan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
"Jadi, di sini kita senang-senang, tapi kita berdoa juga, ya. Berdoa dan suarakan. Biar kita tetap ingat, dan teman-teman kita juga ingat," lanjutnya.
Usai menyampaikan pesan tersebut, Aeng memperkenalkan lagu "Seek". Ia menyebut lagu tersebut cukup jarang dibawakan dalam penampilan langsung Polka Wars.
"Tembang berikut berjudul 'Seek'. Jarang sekali dibawakan," ujar Aeng.
Polka Wars kemudian menutup penampilan mereka di hari pertama Synchronize Fest 2026 dengan membawakan single terbaru, "Terbentur" dan "Rangkum". Lagu tersebut menjadi penutup yang melengkapi penampilan reuni mereka di hadapan para Warga-Wargi.
"Terima kasih, Synchronize. Terima kasih semua penonton yang telah menyempatkan waktu dan tempat, di mana waktu adalah komoditas paling berharga. Cukup dari kami, mari kami rangkumkan segala... Thank you semua!