Konser tersebut sekaligus menjadi momen kembalinya Afgan menggelar konser tunggal di JICC bersama Erwin Gutawa Orchestra, setelah terakhir kali tampil di venue yang sama lewat konser Dari Hati pada 2015.
Dipromotori Seven Star Production, Retrospektif the Concert menghadirkan konsep grand symphonic universe yang memadukan musik, visual, dan narasi dalam satu pengalaman pertunjukan. Penampilan Afgan didukung puluhan pemain Erwin Gutawa Orchestra, paduan suara Paragita Universitas Indonesia, serta The Gandarianz, band pengiring yang telah lama mendampingi perjalanan panggungnya.
Selama lebih dari dua jam, Afgan membawakan sekitar 30 lagu yang merangkum perjalanan diskografinya, mulai dari album The One (2010) hingga Retrospektif (2025). Deretan lagu tersebut disajikan dalam format penuh maupun sesi medley yang membuat penonton diajak menelusuri perjalanan musikal Afgan dari masa ke masa.
Malam itu semakin istimewa dengan kehadiran tiga kolaborator spesial, yakni Petra Sihombing, Mahalini, dan Kris Dayanti.
Petra Sihombing, Sosok Penting di Balik Album Retrospektif

Afgan membuka konser dengan lagu "Misteri Dunia", yang menjadi trek pembuka album Retrospektif. Penampilannya kemudian berlanjut dengan "Knock Me Out", sebelum kembali menghadirkan lagu terbaru "Sebentar".
Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi saat Afgan mengundang Petra Sihombing ke atas panggung. Keduanya membawakan "Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta)" dalam balutan aransemen string acoustic yang disambut meriah ribuan Afganisme.
Di hadapan penonton, Afgan menyebut Petra sebagai sosok penting di balik lahirnya album Retrospektif, termasuk dalam proses kreatif lagu "Kacamata" yang sukses mencuri perhatian publik sejak dirilis.
Kolaborasi keduanya belum berhenti di situ. Petra kembali naik ke atas panggung untuk memainkan gitar elektrik saat Afgan membawakan "Peluk". Permainan gitar Petra berpadu dengan Erwin Gutawa Orchestra dan paduan suara Paragita, menciptakan atmosfer megah sekaligus emosional yang menjadi salah satu sajian terbaik malam itu.
Curhat Sempat Kehilangan Suara Tiga Hari Sebelum Konser
Di tengah konser, Afgan membagikan kisah di balik persiapan Retrospektif the Concert. Ia mengaku sempat berada dalam kondisi kesehatan terburuk setelah kehilangan suara hingga tiga hari menjelang konser digelar."Jadi persiapan konser ini merupakan salah satu hal paling roller coaster yang saya lalui. Karena jujur, dua minggu yang lalu saya kehilangan suara saya, guys. Nggak bisa ngomong dan saya benar-benar baru bisa nyanyi itu hari Rabu kayaknya, konsernya hari Sabtu," ungkap Afgan.
Ia menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh gangguan GERD dan infeksi sinus yang menyerang pita suaranya.
"Prosesnya luar biasa sih, menyeramkan. Jadi tiba-tiba GERD naik, sinus infection. Jadi suara saya itu diserang dari bawah dan dari atas," tuturnya.
Meski mengaku belum berada dalam kondisi terbaik, Afgan tetap memilih tampil demi para penggemarnya.
"Walaupun malam ini saya nggak perfect, cuman saya akan memberikan seratus juta persen dari diri saya. Apa pun itu saya akan berikan. Mohon maaf ya kalau nggak perfect," ujarnya.
Di awal konser, kondisi vokalnya memang sempat terdengar belum stabil. Namun seiring berjalannya pertunjukan, Afgan perlahan menemukan kembali performa terbaiknya hingga mampu menuntaskan konser dengan kualitas vokal yang kembali prima.
Duet Emosional Bersama Mahalini

Suasana konser kembali memuncak saat Mahalini hadir sebagai tamu spesial. Keduanya membawakan "Sadis", yang langsung disambut sorakan meriah dari ribuan penonton di venue JICC.
Perpaduan karakter vokal Afgan dan Mahalini membuat lagu tersebut terdengar semakin emosional. Penampilan ini menjadi salah satu momen yang paling banyak mendapat tepuk tangan sepanjang konser.
Tribute untuk Vidi Aldiano
Salah satu bagian paling mengharukan dalam konser terjadi saat Afgan mempersembahkan lagu Sampai Jumpa sebagai penghormatan kepada sahabatnya, almarhum Vidi Aldiano.Sebelum mulai bernyanyi, Afgan mengenang sebuah wawancara Vidi yang menyebut penampilan duet mereka bersama Erwin Gutawa pada tahun 2015 lalu sebagai salah satu momen paling berkesan sepanjang kariernya sebagai penyanyi.
"Lagu ini saya tulis bukan buat Vidi. Cuman, nggak tahu kenapa sekarang lagu ini jadi mengingatkan saya sama almarhum Vidi terus," ujar Afgan.
Ia kemudian mengenang jawaban Vidi saat ditanya mengenai penampilan panggung yang paling membekas dalam hidupnya.
"Hmm... Gue nggak nyangka sih, di sekian banyak panggung yang dia sudah lewati, yang paling berkesan buat Vidi adalah performance yang itu."
Afgan menutup pesannya dengan kalimat yang membuat suasana JICC hening sejenak.
"Malam ini, saya dan juga ada Om Erwin, serta semua yang ada di sini, we're all thinking about you, Vidi. And this song will always be about you. Sampai jumpa lagi ya, Vidi."
Lagu "Sampai Jumpa" pun mengalun, diiringi cahaya flashlight ponsel para penonton yang memenuhi seluruh area konser.
Medley Duet Sessions Bersama Kris Dayanti

Kolaborasi terakhir malam itu menghadirkan diva Indonesia, Kris Dayanti. Afgan mengaku duet bersama idolanya tersebut menjadi salah satu bagian paling menantang dalam konser karena aransemen yang disiapkan Erwin Gutawa memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Lewat konsep Medley Duet Session, keduanya membawakan "Kepastian", "Kamu Yang Ku Tunggu", "Percayalah" hingga ditutup dengan "Ada".
Penampilan keduanya memperlihatkan harmonisasi vokal yang kuat dan menjadi salah satu sajian paling megah sepanjang konser.
Sebagai penutup, Afgan mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama lewat dua lagu andalannya, "Kacamata" dan "Jodoh Pasti Bertemu".
Dua lagu tersebut menutup Retrospektif the Concert dengan suasana hangat dan penuh nostalgia, sekaligus menjadi selebrasi perjalanan panjang Afgan selama 18 tahun berkarya di industri musik Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda