Padi Reborn (Foto: dok. Padi Reborn)
Padi Reborn (Foto: dok. Padi Reborn)

"Kami Memutuskan di Padi Sampai Mati"

Agustinus Shindu Alpito • 27 Juli 2022 12:58
Grup band Padi yang kini menggunakan nama Padi Reborn, pada 2022 ini memasuki usia 25 tahun berkarya. Mereka akan menggelar konser perak 25 tahun pada 20 Agustus, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
 
Bersama-sama bermusik selama 25 tahun bukan hal yang mudah bagi personel Padi. Mereka bahkan sempat memtusukan vakum selama tujuh tahun, pada 2011 hingga 2018. Bagi Padi, momen vakum adalah momen terberat dalam karier mereka. Para personel Padi mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers konser perak 25 tahun, di kawasan SCBD, Jakarta Pusat.
 
"Dulu kalau ada masalah masuk studio hilang masalahnya. Musik redeem itu semua. Kembali ke diri sendiri. Para personel Padi bukan saja teman, dan kami bukan cuma cari uamg saja. Karakter masing-masing kami sudah saling tahu," ujar gitaris Satriyo Yudi Wahono alias Piyu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan menurut bassist Rindra Risyanto Noor, keputusan vakum adalah hal yang pada akhirnya menyelamatkan Padi. Momen itu menjadi momen refleksi dan membuat para personel lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan dan ego.
 
"Yang menyelamatkan padi itu vakum, refresh, istirahat. Setelah itu, rasanya seperti kita ngeband pertama lagi."
 
Sebenarnya, dalam masa vakum, para personel Padi tetap bermusik meski dalam proyek yang berbeda. Vokalis Andi "Fadly" Arifuddin, drummer Surendro Prasetyo alias Yoyo, dan bassist Rindra membentuk grup bernama Musikimia, bersama audio engineer album-album era awal Padi, Stephan Santoso. Musikimia lantas melahirkan album studio debut bertajuk Intersisi, pada 2016.
 
Masih dalam kesempatan yang sama, dalam jumpa pers konser 25 tahun Padi, Yoyo mengatakan bahwa apa yang membuat Padi bersatu lagi adalah perasaan masing-masing personel yang melihat saat mereka bersama-sama ada kekuatan yang lebih dalam bermusik. 
 
"Kalo jalan sendiri-sendiri kita merasa bukan siapa-siapa. Musisi yang biasa saja. Ketika kami berlima, kami merasa kami luar biasa," tukas Yoyo.
 
Kebersamaan selama puluhan tahun, meniti karier dari bawah, memori-memori itu disebut vokalis Fadly juga memberi peran besar terhadap keputusan untuk melanjutkan kembali perjalanan musikal Padi.
 
"Karena kami mulai dari amatir dari kampus, saya liat banyak kenangan masa lalu. Kami mulai bukan dari nol, tapi minus. Apa yang mempersatukan kami adalah cinta dan komitmen," jelas Padi.
 
Merangkum apa yang telah mereka alami, gitaris Ari bahkan menyebut bahwa kebersamaan mereka kali ini sebagai Padi Reborn adalah komitmen yang mereka ikhtiarkan untuk dijalani sampai tutup usia.
 
"Kami sempat ada masalah dan sudah mengenal karakter masing-masing. Saat sampai pada titik, 'Masih mau nggak?' melanjutkan Padi, kami memutuskan sampai mati (bersama Padi). Saya pikir ini takdir. Di atas kertas kami tidak bisa jalan. Kami bisa kembali jalan karena pertolongan Tuhan," kata Ari.
 
Selama 25 tahun, Padi telah merilis enam album. Album debut mereka, Lain Dunia, dirilis pada 1999. Disusul dengan album Sesuatu yang Tertunda (2001) yang menjadi album tersukses Padi dengan penjualan jutaan kopi. Eksplorasi musik Padi yang "liar" kemudian mereka tampilkan dalam album Save My Soul (2003). Padi kemudian merilis album self-titled pada 2005, kemudian Tak Hanya Diam pada (2007).
 
Sebelum vakum, Padi merilis album kompilasi The Singles (2011) yang terdapat single baru "Tempat Terakhir." Banyak sobat Padi mengaitkan single itu sebagai tanda perpisahan mereka. Pada 2019, setelah menyelesaikan masa vakum dan bersatu kembali dalam entitas Padi Reborn, mereka merilis album Indra Keenam yang berisi lagu-lagu lawas Padi dengan aransemen baru.
 

 

 
(ASA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif