Tampil tepat pukul 18.50 WIB, SPEED langsung menghentak tanpa basa-basi lewat nomor "AINT MY GAME". Dentuman bass yang tebal dari Aaoron Siow dan riff gitar tempo cepat dari Dennis "D-Cold" langsung disambut aksi two-step masal dari para Hammerhead (sebutan fans Hammersonic) yang memadati area panggung.
Tanpa memberikan jeda panjang bagi penonton, Jem Siow cs melanjutkan agresi mereka dengan trek "DON'T NEED" dari album penuh terbaru mereka, ONLY ONE MODE (2024).
"Terima kasih Jakarta. Hammersonic apa kabar kalian?! Kami SPEED dari Sydney! Ini pertama kalinya kami main di festival yang luar biasa ini, mana suaranya!," sapa sang vokalis, Jem Siow.
Usai menyapa SPEED langsung tancap gas dengan "BURN STRAIGHT THRU U", yang merupakan salah satu trek dari EP debut perdana mereka bertajuk DEMO 19 (2019).
Kenang Gigs Pertama di Indonesia
Penampilan SPEED kali ini terasa spesial karena menjadi kunjungan kedua mereka ke Indonesia. Jem Siow sempat mengenang momen emosional saat mereka pertama kali menyambangi Jakarta pada 5 Maret 2023 lalu dalam rangkaian SPEED South East Asia Tour 2023.Kala itu, SPEED bermain di panggung gigs underground legendaris, Rossi Musik Fatmawati, Jakarta Selatan dengan suasana yang jauh lebih intim.
"Ada yang melihat kami saat kami main di Jakarta pertama kali, tiga tahun lalu? Ya, hanya sedikit dari kalian. Waktu itu hanya pertunjukan dengan kapasitas 200 orang. Sekarang aku melihat sekitar lima atau enam ribu orang di sini malam ini. Itu gila, kawan," tutur Jem.
Jem juga memberikan pujian setinggi langit untuk komunitas scene hardcore di Indonesia. Menurutnya, setelah berkeliling ke berbagai panggung besar di Amerika dan Inggris, atmosfer Jakarta tetap menjadi salah satu yang terbaik.
"Sebelum ini, kami sempat menyambangi Amerika, inggris, dan seluruh pertunjukan hardcore di seluruh dunia. Tapi aku harus akui, kami sudah sangat menunggu untuk datang ke Indonesia, dan aku tahu kalian tahu, dan aku tahu kami pun tahu, tapi orang di luar sana tidak banyak yang tahu bahwa Indonesia Hardcore, Jakarta Hardcore adalah tempat yang paling keren," tuturnya.
Hardcore Ruang Aman untuk Semua Kalangan
Dibentuk pada tahun 2019, SPEED lahir dari visi kakak-beradik Jem Siow (vokal) dan Aaron "Saato" Siow (bass/backing vokal) pasca-bubarnya band Endless Heights. Untuk melengkapi format band, mereka menggandeng Dennis "D-Cold" Vichidvongsa (lead gitar), Joshua Clayton (rhythm gitar), dan Kane Vardon (drum).Unit hardcore asal Sydney, Australia, ini bukan sekadar menawarkan distorsi, melainkan sebuah gerakan tentang identitas, loyalitas, dan kebanggaan akan akar budaya. Jem dan Aaron, yang memiliki garis keturunan Malaysia dan China, konsisten membawa semangat Asian-Australian Pride ke atas panggung.
Momen paling membekas terjadi usai lagu "REAL LIVE LOVE" dan "PEACE" dibawakan. Di atas panggung Sonic Stage Hammersonic, Jem menyampaikan pesan menyentuh mengenai inklusivitas dalam komunitas hardcore.
Ia menegaskan bahwa hardcore adalah ruang aman bagi siapa pun tanpa memandang latar belakang.
"Jika kalian baru di sini, jika kalian baru mengenal hardcore dari SPEED, kami ucapkan selamat datang. Mari terus menerima satu sama lain, ya. Mari terus menerima semua orang yang masuk ke sini. Entah kalian laki-laki, entah kalian perempuan, entah kalian gay, queer, berkulit hitam, entah Anda putih, entah ungu, entah Anda kuning atau apa pun itu, this is hardcore!," teriak Jem Siow lantang.
Penampilan malam itu ditutup dengan deretan hits seperti "We See U", "Not That Nice", dan diakhiri dengan lagu yang menjadi identitas mereka, "THE FIRST TEST".
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News