Selain Kris Dayanti dan Putri Ayu, konser ini menampilkan penyanyi Flora Liu dari Shanghai sebagai penampil utama. Dia akan membawakan sejumlah lagu populer Teresa Teng dengan pendekatan musikal yang berbeda melalui iringan 50 Piece Orchestra by Astrid Lea.
Orkestra beranggotakan 50 musisi tersebut akan berada di bawah arahan RM Condro sebagai conductor. Format ini dirancang untuk memberikan warna baru pada lagu-lagu Teresa Teng tanpa menghilangkan karakter yang selama ini dikenal oleh para pendengarnya.
Kris Dayanti menyambut kesempatan tampil dalam konser tersebut karena dapat kembali mengenal karya Teresa Teng dari perspektif musikal yang berbeda. Dia juga menyoroti hubungan antara musik sang diva Mandarin dengan Indonesia.
“Ini satu hal yang membanggakan bagi saya. Karena bisa mempelajari hal-hal baru dari seorang diva pop Mandarin Asia, Teresa Teng. Apalagi ada lagu yang disadur dari lagu asal Semarang yang dibawakan oleh Teresa Teng. Bangga sekali,” jelas Kris Dayanti di The Music Lounge Plaza Senayan, Jakarta,
Putri Ayu juga memiliki kedekatan dengan lagu-lagu Teresa Teng. Dia mengaku sudah mengenal karya sang legenda sejak mulai mempelajari bahasa Mandarin.
“Selama 13 tahun terakhir ini, aku sering menampilkan lagu-lagu Mandarin. Salah satu lagu Mandarin yang kupelajari saat awal-awal belajar Mandarin adalah lagu-lagunya Teresa Teng. Bisa dibilang lagu-lagu Teresa Teng ini sangat bermakna bagiku. Jadi, saat ditawari tampil di konser ini, aku langsung setuju,” ungkap Putri Ayu.
Kehadiran keduanya membuat konser ini tidak hanya mengandalkan nostalgia terhadap musik Teresa Teng. Kris Dayanti dan Putri Ayu akan memberikan penampilan khusus yang melengkapi interpretasi Flora Liu terhadap karya-karya penyanyi yang dikenal sebagai salah satu ikon musik Asia tersebut.
Flora Liu sendiri dipilih bukan untuk meniru atau menggantikan sosok Teresa Teng. Penyanyi asal Shanghai itu akan membawa karakter vokalnya sendiri dalam membawakan lagu-lagu sang legenda, sekaligus memberikan perspektif musikal dari generasi dan latar budaya yang berbeda.
Teresa Teng dikenal memiliki pengaruh luas di Asia, termasuk Indonesia. Selain lagu-lagu Mandarin, dia juga dikenal pernah membawakan lagu berbahasa Indonesia. Salah satu keterkaitan yang kembali diangkat dalam konser ini adalah lagu “Tian Mi Mi” yang memiliki hubungan dengan lagu tradisional Indonesia “Dayung Sampan”.
Penggunaan format orkestra menjadi bagian penting dari konsep A Tribute to Teresa Teng. Astrid Lea menjelaskan bahwa aransemen dengan puluhan musisi diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton yang sudah mengenal lagu-lagu tersebut.
“Didukung dengan The Ballroom at Plaza Senayan yang merupakan venue yang megah, kehadiran 50 Piece Orchestra dalam konser ini, akan memberikan experience baru bagi para penonton nantinya dalam mendengarkan lagu-lagu Teresa Teng untuk bernostalgia. Terlebih lagi, orang tua saya juga menyukai lagu- lagu Teresa Teng. Senang banget bisa ikut dalam konser ini,” jelas Astrid Lea.
Pemilihan The Ballroom at Plaza Senayan juga mendukung konsep pertunjukan yang mengutamakan kedekatan antara musisi dan penonton. Konser berdurasi sekitar 1,5 jam tersebut dirancang dengan suasana yang lebih intim dibandingkan pertunjukan berskala arena atau stadion.
Andrea Kurniawan, CEO The Ballroom at Plaza Senayan, mengatakan pihaknya ingin menjadikan konser tersebut sebagai pengalaman musikal yang lebih dekat bagi penonton.
“Kami ingin A Tribute to Teresa Teng menjadi lebih dari sekadar konser. Kami ingin menciptakan sebuah experience yang elegan dan intimate, di mana penonton dapat benar-benar menikmati vokal, orchestra, dan atmosfer pertunjukan secara lebih dekat. The Ballroom at Plaza Senayan memiliki karakter venue yang menurut kami sangat sesuai dengan konsep ini. Kami ingin venue menjadi bagian dari pengalaman konser itu sendiri," paparnya.
Andrea menambahkan bahwa karya Teresa Teng masih memiliki daya tarik lintas generasi dan negara. Karena itu, konser tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga memperkenalkan musik Teresa Teng kepada penonton yang lebih muda.
“Kami melihat bahwa karya Teresa Teng memiliki nilai musikal dan emosional yang sangat kuat serta mampu melintasi batas generasi dan negara. Lagu-lagu beliau tidak hanya menjadi bagian dari sejarah musik Asia, tetapi sampai saat ini masih sangat dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, David Ananda, Managing Director Color Asia Live, turut melihat konser ini sebagai pertemuan antara warisan musik Asia dan sejumlah penyanyi Indonesia. Menurut dia, perpaduan Flora Liu, Kris Dayanti, Putri Ayu, serta orkestra dapat memberikan warna tersendiri dalam pertunjukan tersebut.
“Konser A Tribute to Teresa Teng memiliki nilai musikal dan budaya yang sangat menarik. Teresa Teng memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sejarah musik Asia. Karena itu, kami merasa tribute seperti ini harus dipresentasikan dengan standar pertunjukan yang baik," tutupnya.
Tiket Konser A Tribute to Teresa Teng
Tiket A Tribute to Teresa Teng mulai tersedia pada 7 Oktober 2026 melalui aplikasi dan situs LOKET.COM dengan seatplan dan harga tiket sebagai berikut:1. Platinum (number seating) : Rp 2.000.000
2. Gold (number seating) : Rp 1.500.000
3. Silver (number seating) : Rp 1.000.000
*Harga sudah termasuk pajak, belum termasuk admin fee