"Gramedia Pustaka Utama turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Budi Darma, akademisi dan sastrawan Indonesia," tulis pihak Gramedia Pustaka Utama di Instagram.
"Selamat jalan, Maestro. Selamat jalan Pak Budi Darma, damai selalu di peristirahatan terakhir, melihat Indonesia dan Bloomington dari atas sana," tambah mereka.
Budi Darma dikenal sebagai sastrawan yang telah menghasilkan banyak karya semasa hidupnya. Ia membuat banyak tulisan, mulai dari cerpen, novel, prosa, esai, hingga beragam karya tulis lainnya.
Budi Darma telah menghasilkan sejumlah karya yang telah dicetak. Di antaranya, Orang-Orang Bloomington (1950), Olenka (1983), Solilokui (1983), Raflus (1988), Harmonium (1995), dan Ny. talis (1996).
Ia juga menulis Kritikus Adnan (2008), Laki-laki Pemanggul Goni (2012), Conversations (2015), dan Laki-laki Tua Tanpa Nama (2016). Ada juga kumpulan esai yang dirangkum dalam buku bertajuk Bahasa, Sastra, dan Budi Darma.
Kemampuan menulisnya tak hanya diakui di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Sebab, Budi Darma sempat turut serta dalam International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat, pada tahun 1967.
Karya pria yang meninggal dunia di usia 84 ini juga tak hanya eksis di zamannya. Karya Guru Besar Universitas Negeri Surabaya ini juga abadi hingga saat ini. Bahkan, pada tahun 2004, ia meraih penghargaan warga berprestasi seni oleh Gubernur Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News