Buluk dalam wawancara Shindu's Scoop (Foto: Medcom.id)
Buluk dalam wawancara Shindu's Scoop (Foto: Medcom.id)

Kembalinya Sang Pangeran Punk Rock, Buluk Superglad

Hiburan indonesia musik Musik Indie
Agustinus Shindu Alpito • 19 Juli 2019 15:18
Malam itu, Selasa, 25 Juni 2019, Jason Ranti dan Danilla punya hajat. Mereka didaulat komunitas seni Ruang Rupa untuk tampil dalam konser bertajuk Tiba-Tiba Suddenly Sobat Miss Queen & Miss King.
 
Saya datang dua jam lebih awal. Ballroom Kuningan City terlalu mewah pikir saya, untuk konser dua musisi yang lebih dikenal punya massa kuat di akar rumput. Sembari menunggu konser dimulai, saya menyantap ragam jajanan yang dijual di area teras Ballroom. Tak lama kemudian, seorang kawan memberi tahu jika dua meter dari kami berdiri sosok musisi yang selama ini dicari-cari, Lukman Laksmana alias Buluk "Superglad."
 
Tak perlu pikir panjang, saya langsung menghampiri Buluk. Dua tahun sejak kemunculannya terakhir kali, dia terlihat tak banyak berubah. Humoris, riang, dan tak sungkan bercerita tentang apapun, termasuk hal-hal yang menurut orang lain lebih pantas disimpan rapat-rapat. Dalam pertemuan singkat itu kami sepakat untuk mengatur janji wawancara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2 Juli 2019, kami bertemu. Saya bersama tim meluncur ke kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, daerah tempat tinggal Buluk yang baru. Dia menyewa satu petak kontrakan sederhana. Di sebuah gang kecil yang tak bisa dilalui mobil.
 
"Gue beruntung nih, dapet di sini, bangunannya masih baru," kata Buluk menceritakan tempat tinggal barunya.
 
Buluk yang sebelumnya dikenal sebagai bintang rock bergelimang harta, seperti tak kehilangan jati dirinya meski badai finansial menerpa. Seorang teman pernah menceritakan bahwa semasa muda, Buluk tinggal di rumah "gedong" di Jakarta Timur. Lengkap dengan fasilitas lift di kediamannya.
 
Buluk memilih sebuah kedai kopi di dekat kontrakannya sebagai lokasi wawancara. Selama nyaris satu jam kami membahas banyak hal. Mulai dari keputusannya menghilang selama dua tahun, proyek musik terbarunya, sampai pengalaman bunuh diri.
 
"(Selama dua tahun) Memperbaiki hati, jadi ada sedikit permasalahan yang gue hadapi yang bisa membenarkannya mendekatkan diri kepada yang kita percaya. cuma gue tidak hijrah yang musik haram. gue menenangkan hati gue, mencoba lebih baik dalam kehidupan. butuh proses setahun lebih. enam bulan - delapan bulan gue pengin balik ke dunia entertainment. cuma gue enggak punya rasa percaya diri. sampai akhirnya tahun 2018, gue ditawari Ivanka jadi MC tur Slank," kata Buluk mengawali wawancara.
 
Sejak 2017, Buluk mengasingkan diri ke Jawa Barat. Keputusan itu dia ambil tanpa memberi tahu rekan-rekannya di Superglad lebih dulu. Dia mengikuti sebuah komunitas rohani di sana. Padahal, Superglad di tahun itu baru merilis album bertajuk Terangkan Dunia. Akhirnya Superglad sempat jalan dengan vokalis tamu untuk promo album baru. Dua di antaranya adalah Said Satriyo dari Blackteeth dan Dendy dari Mike's Apartment.
 
"Gue memperdalam kajian (agama) sampai akhirnya gue merasa lebih tenang. cuma darah daging gue, born to be punk, gue tetap mendengarkan musik punk. apa yang gue jalani tidak melarang mendengarkan musik, gue lebih bertafakur."
 
Selama dua tahun di Jawa Barat, Buluk tidak hanya menggali sisi spiritualitas. Sisi musikalitasnya pun semakin tajam. Di sana diam-diam dia membentuk band baru bernama Kausa. Beda dari Superglad, Kausa lebih cadas dari segi musik dan gelap dari segi lirik.
 
Buluk menumpahkan sisi gelap hidupnya dalam lirik yang kemudian digunakan untuk lagu-lagu Kausa. Dia bercerita fase tergelap hidupnya itu terjadi pada tahun 2016, hingga membuatnya nekat melakukan percobaan bunuh diri.
 
"Gue masih dipilih (untuk hidup), antimo 16 sudah, baygon segelas. berujung selang dimana-mana. itu 2016."
 
"Tuhan belum ingin gue pulang, gue harus bisa lebih baik lagi. dua hari koma. lucunya, waktu itu berpikiran gue, mati mati apa yang enak? enggak ada yang enak semua dan gak ada yang bagus. lompat dari gedung nyakitin, gue takut ketinggian, gantung diri lama banget matinya, mabal aja kali. jadi antimo 16, baygon setengah gelas kopi. merasa kebakar sebentar, (dan tiba-tiba) blackout," kata Buluk.
 
Buluk adalah Pangeran Punk Rock. Kisah hidupnya lebih rumit dari cerita film. Penuh kejutan. Dia menceritakan masa-masa kejayaannya diisi dengan perempuan, obat terlarang, dan tentu saja uang. Motornya tak lagi Harley Davidson, berganti dengan sepeda motor matic biasa. Koleksi mobilnya tinggal cerita. Tapi, ada satu hal yang tak pernah hilang dari seorang Buluk, semangatnya berkarya dan terus menatap hidup.
 
Wawancara lengkap Buluk dapat disaksikan melalui video di bawah ini.
 

 

 

(ASA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif