Pemeran Harry Potter di Serial Terbaru (Foto: HBO)
Pemeran Harry Potter di Serial Terbaru (Foto: HBO)

Syuting Serial Harry Potter Disebut Brutal Gara-Gara Ini

Elang Riki Yanuar • 21 Juli 2026 22:02
Ringkasnya gini..
  • Syuting serial Harry Potter disebut brutal karena keterbatasan jam kerja pemeran cilik membuat tim produksi harus berpacu dengan waktu.
  • Pemeran utama Harry Potter terkadang hanya tersedia sekitar 90 menit di lokasi karena harus membagi waktu antara syuting dan kegiatan belajar.
  • HBO berupaya memperpendek jeda antarmusim Harry Potter agar pertumbuhan usia para pemeran cilik tidak terlalu signifikan di layar.
Jakarta: Proses syuting serial Harry Potter garapan HBO disebut berlangsung cukup berat. Sinematografer Adriano Goldman mengungkap bahwa jadwal kerja para pemeran cilik yang sangat ketat membuat proses pengambilan gambar menjadi tantangan besar bagi seluruh tim produksi.
 
Serial adaptasi terbaru Harry Potter mulai menjalani proses syuting di Warner Bros. Studios, Leavesden, Inggris, sejak tahun lalu. Musim pertamanya akan mengadaptasi novel Harry Potter and the Philosopher’s Stone, dengan Dominic McLaughlin sebagai Harry Potter, Alastair Stout sebagai Ron Weasley, dan Arabella Stanton sebagai Hermione Granger.
Waktu Syuting  Sangat Terbatas
 
Dalam wawancara di kanal YouTube André Pilli, Goldman menjelaskan bahwa produksi harus menyesuaikan jadwal syuting dengan aturan jam kerja aktor anak-anak serta kewajiban mereka mengikuti kegiatan belajar di lokasi syuting.

“Anda harus syuting dengan sangat cepat, dan semakin cepat prosesnya, semakin besar kompromi terhadap kualitas. Tidak ada jalan lain. Memang kami memiliki banyak sumber daya, tetapi prosesnya benar-benar brutal,” ujar Goldman.
Menurutnya, waktu yang dimiliki para pemeran utama di lokasi syuting sangat terbatas. Karena itu, tim produksi harus menerapkan metode kerja yang sangat spesifik.
 
“Waktu tampil anak-anak di depan kamera benar-benar sangat terbatas. Jadi metodenya sangat khusus. Kami praktis harus menyiapkan dan merekam hampir seluruh adegan terlebih dahulu saat mereka sedang mengikuti kelas,” ceritanya.
 
Goldman menambahkan, ketiga pemain utama terkadang hanya tersedia di lokasi selama sekitar satu setengah jam. Kondisi tersebut membuat proses syuting harus dilakukan secara tidak berurutan agar tetap sesuai dengan jadwal para pemain.
 
Sebelumnya, Warner Bros. telah memperoleh izin untuk mendirikan sekolah sementara di kawasan Leavesden khusus bagi para aktor cilik yang terlibat dalam produksi serial ini. 
 
Fasilitas tersebut diperkirakan akan beroperasi selama 10 tahun. Sekolah ini memiliki kapasitas sekitar 150 murid dalam kondisi normal dan dapat menampung hingga 600 murid saat proses syuting adegan dengan banyak pemeran.
Berpacu dengan Waktu
 
Pernyataan Goldman sejalan dengan pengakuan bos HBO, Casey Bloys. Ia sempat menyebut tim produksi berupaya meminimalisasi jeda antarmusim agar usia para aktor muda tidak berubah terlalu signifikan di layar.
 
“Tujuan kami adalah agar jeda antarmusim tidak terlalu lama, terutama karena anak-anak terus bertumbuh. Serial ini tidak akan tayang setiap tahun karena skalanya sangat besar. Namun, penulisan musim kedua sudah dimulai,” ungkap Bloys.
Trailer perdana serial Harry Potter dirilis pada Maret lalu dan memicu beragam respons dari penggemar. Sebagian memuji tampilan visualnya yang dinilai setia pada film-film terdahulu, sementara yang lain mempertanyakan alasan kisah tersebut kembali diadaptasi.
 
Selain tiga tokoh utamanya, serial ini juga dibintangi John Lithgow sebagai Albus Dumbledore, Nick Frost sebagai Rubeus Hagrid, Paapa Essiedu sebagai Severus Snape, Janet McTeer sebagai Minerva McGonagall, serta Paul Whitehouse sebagai Argus Filch.
 
Serial Harry Potter dijadwalkan tayang perdana di platform HBO dan HBO Max pada 25 Desember mendatang.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA