Film yang diproduseri Ifa Isfansyah ini merupakan film hitam putih yang dalam dialognya menggunakan bahasa Jawa.
Siti menggambarkan kehidupan seorang ibu muda bernama Siti, di pinggiran Yogya yang menjadi tulang punggung keluarga.
Film ini tidak diperankan para artis film terkenal, melainkan pemeran dair komunitas dan kelompok teater yang ada di Yogya.
"Di sini kita tidak pakai aktor dan aktris profesional. Semuanya yang main itu teman-teman dari komunitas dan kelompok teater di Yogya," ujar Ifa saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis 19 November 2015.
Film ini dibintangi Sekar Sari sebagai Siti, Bintang Timur Widodo sebagai Bagas yang merupakan anak Siti, Titi Dibyo sebagai ibu mertua Siti, Ibnu Widodo sebagai suami Siti bernama Bagus, dan Haydar Saliz sebagai polisi bernama Gatot.
Sekar Sari sebagai Siti adalah pemeran utama dalam film ini. Siti adalah seorang ibu sekaligus tulang punggung keluarga yang menjual makanan ringan berupa Peyek Jingking di pantai Parangtritis. Untuk menghidupi keluarganya, Siti juga bekerja sebagai pemandu karaoke.
Sekar Sari bercerita bahwa pada awal casting, dia tidak terpilih memerankan Siti. Namun, takdir berkata lain. Pemeran Siti berhalangan sehingga Sekar didapuk membawakan karakter Siti.
Saat memerankan Siti, Sekar memiliki banyak hambatan.
"Ada banyak hal dari sosok Siti yang saya sama sekali tidak pernah punya pengalaman sebelumnya. Bahkan, sangat bertolak belakang dengan keseharian saya. Transformasi menjadi sosok Siti sangat susah awalnya. Misal, saya belum pernah berkeluarga dan punya anak. Saya terbiasa dengan tari klasik, ketika itu lantas harus belajar joget dangdut dengan gaya menggoda. Juga sejumlah adegan lain, benar-benar pengalaman baru buat saya," jelas Sekar .
Mengenai dialog bahasa Jawa, Sekar tidak kesulitan karena dia memang asli Yogya.
Tokoh Siti benar-benar menggambarkan kehidupan nyata para perempuan pinggiran di Yogya. Melalui gambar hitam putih, film ini jauh dari segi komersil, namun memiliki potret kehidupan yang mendalam.
Film Siti dinilai sebagai film yang mengingatkan kepada sinema klasik neo-realisme.
Siti, sebuah film potret dan juga non-komersil, sudah ditayangkan di berbagai negara. Kini, menjadi salah satu nominasi film terbaik FFI 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News