MSV Studio tahun ini tengah menggarap produksi Ajisaka: The King and the Flower of Life (Foto:MSK Pictures)
MSV Studio tahun ini tengah menggarap produksi Ajisaka: The King and the Flower of Life (Foto:MSK Pictures)

Ajisaka, Debut Film Animasi Asli Indonesia Mulai Digarap Tahun Ini

Rosa Anggreati • 24 Mei 2022 14:16
Jakarta: MSV Studio tahun ini tengah menggarap produksi Ajisaka: The King and the Flower of Life. Film animasi tersebut menjadi pembuka dari tiga proyek ambisius MSV Studio.
 
“Setelah menyiapkan metode, sekarang kami berencana untuk menginvestasikan USD100 juta untuk mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan hingga 10 film fitur animasi selama tujuh tahun ke depan,” kata Rektor Universitas Amikom, Prof Dr M Suyanto. 
 
Dikutip Inibaru.id, Ajisaka: The King and the Flower of Life bercerita tentang kisah masa lalu di mana dunia dihuni tiga ras, yakni manusia, para raksasa yang disebut sebagai Raksha, serta makhluk setengah manusia setengah dewa (demigod) yang dikenal sebagai Vidya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Raksha berusaha mengendalikan serta memperbudak umat manusia. Pemimpin raksha bahkan berusaha mencegah ramalan kuno yang memprediksi kemunculan pemimpin dari umat manusia yang bakal menyudahi kekuasaan kaum Raksha dan menyatukan dunia dalam damai. Pemimpin umat manusia tersebut adalah Ajisaka. Bersama dengan kaum Vidya, mereka berusaha menghentikan kepemimpinan brutal Raja Raksha. 
 
MSV Studio berada di balik produksi Ajisaka: The King and The Flower of Life. MSDV Studio merupakan salah satu pembuat film animasi kenamaan asal Indonesia yang merupakan bagian dari Amikom Group. 
 
Sejak 2015, Amikom Group menginvestasikan USD20 juta untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi animasi komputer. MSV Studio merupakan divisi animasi dari MSK Pictures, bagian dari Amikom Group yang mengembangkan teknologi tersebut.
 
MSK Pictures dipimpin oleh Ario Sagantoro, sosok yang dikenal sebagai produser dari tiga film aksi Indonesia yang mendunia, yakni Merantau, The Raid: Redemption, dan The Raid: Berandal. Ketiga film ini juga ditulis dan disutradarai oleh sineas Gareth Huw Evans.
 
Para pembesut Ajisaka bukan orang sembarangan. Sebut saja, Marco Balsamo yang dikenal sebagai penulis dan produsen eksekutif drama polisi Albania The Brave. Ada juga Suyanto, dikenal sebagai penulis dan sutradara film animasi petualangan November 10th. Dia juga menjadi produser eksekutif film horor Indonesia Tumbal: The Ritual.
 
Adapun dari jajaran produser diperkuat Steven Istock dari California Pictures yang dikenal dalam proyek-proyek keren seperti A Warrior’s Heart, Strike One, serta Scavengers. Fotografi, animasi, dan pengembangan karakter dari Ajisaka bahkan sudah dibentuk sejak Januari 2020.
 
Dari sisi voice talent, pihak produser masih dalam proses casting para artis dari Asia dan Hollywood. Diperkirakan, produksi film ini bakal selesai pada akhir 2022 dengan hak penjualan berada di tangan MSK di Cannes Market.
 
Selain Ajisaka, MSK juga bakal langsung menggarap animasi kedua yang bertajuk Land of Mercy, tahun ini. Film animasi tersebut merupakan adaptasi dari best-selling novel dengan judul yang sama yang dibuat Fan Wen. Produksi animasi ini bakal dikerjakan bersama Hwallywood Media and Arts di Singapura.
 
Land of Mercy bakal jadi debut penyutradaraan Keng Leck. Meski begitu, animasi ini akan digarap Tod Polson, production designer yang sudah berpengalaman menggarap The Book of Life dan animation director Kompin Kemgumnird yang pernah mengerjakan Adventure Planet dan The Blue Universe.
 
Sementara itu, proyek ketiga MSV adalah Golden Snail yang bakal dirilis secara eksklusif di Cineplex Group.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif