Alur cerita berpusat pada Naya, seorang ibu yang hidupnya berubah drastis setelah pernikahannya hancur akibat perselingkuhan sang suami, Bagaskara. Di tengah keterpurukan, satu-satunya alasan Naya untuk tetap bertahan adalah Aksa, putra semata wayangnya yang ceria namun mengidap penyakit serius sejak kecil.
Hari-hari Naya dipenuhi kelelahan yang seolah tak berujung. Ia harus bekerja serabutan—mulai dari mengurus laundry hingga bekerja di tempat pengepakan pakaian—sambil terus memastikan kebutuhan dan pengobatan Aksa terpenuhi. Meski penghasilannya sering kali tidak mencukupi, Naya tetap berjuang tanpa henti.

Di sisi lain, Aksa tumbuh dengan cara yang sederhana dan penuh ketabahan. Ia jarang mengeluh, memilih merekam dunianya melalui kamera ponsel—tawa teman-teman, permainan kecil, dan momen-momen sederhana yang tak selalu bisa ia jalani secara bebas. Naya menyaksikan semuanya, namun kehidupan tidak pernah benar-benar memberinya ruang untuk beristirahat.
Konflik semakin memuncak ketika Bagaskara kembali hadir bersama perempuan yang pernah menghancurkan rumah tangga mereka. Dengan sikap yang tak banyak berubah, ia berusaha membawa Aksa pergi. Perdebatan pun tak terelakkan di depan kontrakan sederhana Naya. Namun, dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, Naya tetap bertahan dan menolak menyerah.
Situasi kian memburuk ketika Aksa pingsan di sekolah setelah memaksakan diri bermain sepak bola saat hujan. Kabar tersebut membawa Naya ke rumah sakit, di mana ia harus menghadapi kenyataan bahwa kondisi jantung Aksa semakin parah. Aksa membutuhkan operasi akibat kebocoran jantung, dengan biaya yang jauh melampaui kemampuan Naya.
Dalam keputusasaan, Naya melakukan segala cara: menjual barang-barang miliknya, meminjam uang, hingga mengorbankan harga diri demi keselamatan anaknya. Pada titik terendah, ia kembali mendekat kepada Tuhan—berdiam di masjid, menangis, dan mencari jawaban dalam sunyi.
Akhirnya, dengan berat hati, Naya kembali kepada Bagaskara untuk meminta bantuan—sebuah keputusan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, namun ia tempuh demi menyelamatkan Aksa.

Operasi pun akhirnya terlaksana. Di luar ruang operasi, Naya hanya bisa menunggu dalam ketidakpastian, dihantui pertanyaan apakah putranya akan kembali membuka mata dan memanggilnya “Ibu” seperti biasa.
Kupeluk Kamu Selamanya dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 April 2026. Film ini menawarkan potret menyentuh tentang cinta seorang ibu, keteguhan menghadapi cobaan, dan harapan yang tetap hidup di tengah situasi paling sulit.
Simak trailer film Kupeluk Kamu Selamanya di bawah ini:
(Maiza Jasmine A.R)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News