"Dalam 2-3 tahun belakangan dari Kulari ke Pantai, Buffalo Boys, Keluarga Cemara, itu film Indonesia yang sangat berkualitas tinggi. Kita kepingin orang yang belum punya kesempatan nonton di layar lebar bisa konsumsi lewat layar lebar," kata Edy Sulistyo, CEO GoPlay di Gojek HQ, Jakarta Selatan, Kamis, 26 September 2019.
GoPlay sebagai distributor menyalurkan konten-konten kreatif para sineas Indonesia. Hal ini disambut baik para sineas, diwakili produser Mira Lesmana. Ini adalah tantangan baru ketika medium series dibangkitkan sebagai alternatif menonton dan tak mengandalkan layar lebar.
Mira menjelaskan, kehadiran digital platform bukan ancaman melainkan wadah baru bagi para sineas untuk mencari peluang baru dan mengangkat bakat-bakat baru di industri film.
"Ini tantangan yang sangat exciting. Biar bagaimanapun digital platform adalah sesuatu yang baru. Dia medium yang tidak bisa dibilang sama persis dengan layar lebar. Dia mempunyai peluang yang baru," kata Mira Lesmana, produser dari Miles Films.
"Dan banyak anak muda sekarang yang ingin berkarya di layar lebar tapi jalurnya lebih susah dan ini kita punya produk baru. Banyak yang harus kita pelajari tapi ini menjadi sesuatu yang sangat seru," terangnya.
Fadjar Utomo, Deputi Akses Permodalan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) yang hadir menggantikan Triawan Munaf mendukung OTT baru dari GoJek. Layanan ini dapat menjadi alternatif baru mengenalkan film-film Indonesia di Tanah Air.
"Bekraf dari awal konsisten untuk mendukung perfilman makin sempurna. Makin baiknya ekosistem perfilman di Indonesia," kata Fadjar.
Beberapa film hasil kerjasama dengan rumah produksi Indonesia yang bakal tayang di GoPlay sebagai GoPlay Originals antara lain Filosofi Kopi The Series, Kata Bocah The Show dibintangi Boy William dan Nirina Zubir, dan Haha Club yang menampilkan komika Arie Kriting, Mo Sidik, dan Ge Pamungkas.
Film-film layar lebar seperti Aruna dan Lidahnya, Kulari ke Pantai, 27 Steps of May, dan Buffalo Boys rencananya juga bakal ditayangkang di GoPlay.
GoPlay juga tengah mempersiapkan tiga produksi serial terbaru yakni Saiyo Sakato dengan showrunner Salman Aristo dan Gina S. Noer, Tunnel dengan showrunner Shanty Harmayn dan Tanya Yuson, serta Gossip Girl Indonesia dengan showrunner Nia Dinata. Produksi serial ini sekaligus memperkenalkan profesi baru yakni showrunner, istilah produser sebagai kepala proyek sebuah serial mulai dari proses produksi hingga kreatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News