Castle in The Sky, film animasi karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli, tayang di bioskop-bioskop CGV Indonesia mulai Minggu, 10 Desember 2017. (Foto: IST)
Castle in The Sky, film animasi karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli, tayang di bioskop-bioskop CGV Indonesia mulai Minggu, 10 Desember 2017. (Foto: IST)

Film Studio Ghibli Castle in The Sky Diputar di Indonesia

Agustinus Shindu Alpito • 11 Desember 2017 11:03
Jakarta: Castle in The Sky, film animasi karya Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli, tayang di bioskop-bioskop CGV Indonesia mulai Minggu, 10 Desember 2017.
 
Meski ini bukan film baru, bukan berarti daya tarik Castle in The Sky pudar. Seperti film-film rilisan Studio Ghibli lainnya, Castle in The Sky  punya daya tarik tersendiri. Terutama dari kekuatan cerita.
 
“Film Castle in The Sky  merupakan film nostalgia yang tak lekang oleh waktu. Bahkan pada 2011 saat ditayangkan kembali di Jepang, film ini berhasil memecahkan rekor global Twitter dengan tagar #balse. Tentu kami membawa rangkaian film dari Studio Ghibli untuk para fans setia, namun kami juga berharap film-film ini dapat membawa dampak positif dan pengalaman baru bagi masyarakat Indonesia,” ujar Tomofumi Fukuda, Presiden Direktur dari Marubeni Corporation, salah satu partner Studio Ghibli di Indonesia.

Sesuai judulnya, film ini mengisahkan sebuah Istana yang berada di langit. Istana yang disebut Laputa itu konon menyimpan banyak sekali harta karun. Sayangnya, orang-orang menganggap kisah itu hanya mitos. 
 
Pazu seorang anak yang bekerja di sebuah tambang punya obsesi untuk menemukan Laputa, meski orang-orang tidak percaya akan tempat itu. Semangatnya semakin bertambah kala bertemu Sheeta, perempuan yang ditemukan Pazu jatuh dari angkasa.
 
Kisah semakin menarik karena Pazu dan Sheeta jadi buruan militer karena menyimpan sebuah benda yang sangat berharga. Kisah ini dibuat berdasarkan inspirasi dari cerita fiksi Gulliver’s Travel  karya Jonathan Swift.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)




TERKAIT

BERITA LAINNYA