Teater Musikal
Teater Musikal

Merayakan 30 Tahun EKI Dance Company Lewat Musikal Calon Arang

Elang Riki Yanuar • 17 September 2026 22:55
Ringkasnya gini..
  • Menandai perjalanan 30 tahun berkarya di panggung seni pertunjukan Indonesia, EKI Dance Company mempersembahkan karya Musikal Calon Arang.
  • Pementasan kolaborasi bersama Indonesia Kaya ini mengemas legenda klasik Nusantara ke dalam bentuk pertunjukan musik dan tari modern yang megah.
  • Pertunjukan spektakuler ini digelar sebanyak tujuh sesi pada 17 hingga 20 September 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Jakarta: Dunia seni pertunjukan Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru lewat kehadiran karya spektakuler dari EKI Dance Company. Kelompok tari dan teater ternama yang didirikan oleh mendiang Rusdy Rukmarata dan Aiko Senosoenoto sejak tahun 1996 tersebut kini resmi menginjak usia 30 tahun.

Untuk menandai perjalanan tiga dekade berkarya di panggung seni Tanah Air, EKI Dance Company bekerja sama dengan Indonesia Kaya mempersembahkan produksi terbarunya yang bertajuk Musikal "Calon Arang".

Pertunjukan panggung ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi dan perayaan atas dedikasi panjang EKI Dance Company yang secara konsisten membaca perkembangan zaman. Sejak awal berdirinya, EKI dikenal lihai merespons isu-isu sosial dan membalut cerita tradisi Nusantara menjadi sajian pop-kultural yang digemari generasi muda.

Setelah sukses besar lewat deretan karya ikonis seperti Ken Dedes, Perempuan Punya Cerita, hingga Lutung Kasarung, EKI menghadirkan legenda Calon Arang dengan sentuhan kemasan modern yang memadukan keindahan seni tari, musik, dan tata panggung berteknologi tinggi.
 


Sinopsis Teater Musikal "Calon Arang"

Secara garis besar, Musikal "Calon Arang" mengisahkan kepedihan seorang janda sakti dari Desa Girah bernama Calon Arang yang ditakuti masyarakat karena ilmu sihirnya yang luar biasa. Ketakutan warga dan pengucilan terhadap putri tunggalnya, Ratna Manggali, membuat amarah Calon Arang membara hingga mendatangkan malapetaka bagi desa.

Untuk menghentikan wabah tersebut, Empu Barada mengutus muridnya, Bahula, untuk mengambil kitab sakti Calon Arang. Bahula menjalankan misi rahasia itu dengan mendekati Ratna Manggali, yang berujung pada pernikahan pura-pura, pengkhianatan pencurian kitab, hingga tewasnya Calon Arang dalam pertarungan melawan Empu Barada. Cerita ditutup dengan kepedihan mendalam Ratna Manggali yang akhirnya memilih meneruskan mantra dan kegelapan ibunya untuk membalas dendam.

Pemeran Teater Musikal "Calon Arang"

Guna menghidupkan kisah tragis sekaligus magis ini di atas panggung, jajaran pemeran utama diisi oleh talenta-talenta berbakat seni pertunjukan Indonesia. Tokoh utama Calon Arang diperankan langsung oleh Ara Ajisiwi yang sekaligus bertindak sebagai sutradara. Karakter Ratna Manggali dibawakan oleh Nala Amrytha, sementara sosok Bahula diperankan oleh Gerry Gerardo. Peran ksatria religius Empu Barada dimainkan oleh Gabriel Harvianto, serta penampilan spesial dari seniman senior Sita Nursanti yang menjelma sebagai Dewi Durga.

Penayangan Teater Musikal "Calon Arang"

Pementasan megah ini digelar secara langsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 17 hingga 20 September 2026. Gedung Graha Bhakti Budaya yang berlokasi di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, dipilih menjadi tempat berlangsungnya pertunjukan ini.

Sebanyak tujuh sesi pementasan disajikan untuk memanjakan para penikmat seni, yaitu sesi malam pada Kamis, 17 September 2026 pukul 19.30 WIB; dilanjutkan dengan dua sesi pertunjukan saban harinya pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, yakni sesi sore pukul 15.00 WIB serta sesi malam pukul 19.30 WIB.
 


 

(Sumber: Instagram @ekidancecompany)


(Dinda Intan Ramadhani) 

 


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA