Jakarta: Sheila Timothy sempat menjadi manajer untuk sang adik, Marsha Timothy sebelum menapaki profesi produser film. Semula, Marsha Timothy yang lebih dulu terjun ke dunia entertainment tak berniat menjadi artis.
"Dia enggak punya manajer karena memang enggak berniat untuk jadi aktris. Akhirnya dia minta tolong aku jadi manajer. Aku manajer buat dia 1-2 tahun," kata Sheila Timothy, Jumat 24 April 2020.
Sineas yang memimpin LifeLike Pictures itu kemudian dikenalkan Marsha Timothy dengan Joko Anwar. Proyek mereka berawal dari Pintu Terlarang.
"Dia (Marsha Timothy) juga yang kenalin sama Joko Anwar dan dia (Joko Anwar) bawa script, aku tertarik banget, bergulir bikin company," terang Lala.
Lala Timothy juga sempat bekerja di kantor agensi. Profesi sebagai produser juga dipelajarinya dari sang ayah, Eugene Timothy yang menjadi produser musik di perusahaan rekaman Remaco.
"Aku lebih melihat sepak terjang bapakku karena bapakku produser musik. Lebih banyak ke dia (inspirasi). Jadi lebih ke dia bagaimana dia begitu punya passion besar di musik," kata Lala.
Dalam tema Perempuan dalam Sinema Indonesia, Lala Timothy tak pernah merasakan adanya ketimpangan gender sebagai perempuan. Menurutnya, memang ada tantangan berprofesi di bidang film terlepas dari dia adalah perempuan.
"Industri film itu sangat tough dan high risk. Jadi dituntut untuk punya resilience yang tinggi, enggak cengeng, enggak cepat putus asa. Itu jadi salah satu persyaratan untuk bisa survive di sana," kata Lala.
"Kita butuh persaingan untuk bisa berdaya guna dan bisa sejajar," pungkasnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan