Foto: youtube
Foto: youtube

"Di Balik 98", Taruhan Berisiko Debut Sutradara Lukman Sardi

Agustinus Shindu Alpito • 07 Januari 2015 23:06
medcom.id, Jakarta: Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar ada sebuah film dengan judul "Di Balik 98"? Apa pun bayangan Anda, mungkin tidak sampai pada gambaran drama dari seorang mahasiswi yang harus berantem dengan kakaknya karena ingin ikut demonstrasi menurunkan rezim orde baru.
 
Namun itulah "Di Balik 98" versi Lukman Sardi. Aktor kawakan itu mengawali debut film panjangnya dengan sebuah film drama percintaan yang mengambil latar peristiwa Mei 1998.
 
Film ini terkesan tidak ajek. Bimbang apakah akan terjun menelusuri lorong sejarah Mei 1998 yang sarat tragedi dan bersejarah itu, atau fokus pada drama seorang mahasiswi bernama Diana (Chelsea Islan) dengan segala masalah, baik keluarga maupun asmara.

Beberapa adegan dalam film ini menggambarkan bagaimana detik-detik peristiwa Mei dari bingkai Soeharto dan jajaran pembantunya, mulai dari menteri, petinggi militer, dan tokoh masyarakat. Tetapi apa yang ditampilkan hanya sebatas formalitas, bukan rahasia-rahasia yang belum diketahui publik.
 
Lukman sebagai sutradara pun mengakui bahwa dia memang menjadikan buku kesaksian mereka yang terlibat dalam peristiwa ini sebagai acuan.
 
"(Sumber adegan) Ada yang kita dapat dari buku yang sudah dipublikasi, dari buku Habibie, Fadli Zon, juga Sintong Panjaitan. Tapi memang kita interpretasi ulang," kata Lukman di hadapan media di Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015).
 
Adegan dalam film ini memang terkesan dibuat agar tidak menjadi kontroversi. Terutama pada bagian-bagian sensitif.
 
Penggambaran huru-hara dan demonstrasi juga kurang menghadirkan suasana mencekam. Demonstrasi besar-besaran dalam film ini pun kurang serupa dengan berbagai foto atau video dokumenter dari peristiwa aslinya.
 
"Awalnya film ini (berdurasi) 4 jam, lalu kita potong sampai 107 menit. Lumayan jauh. Sebagai pembuatnya, rasanya bagaimana udah buat capek-capek kita buang sendiri?" kata Lukman menjelaskan bahwa dia mengorbankan bagian detail film.
 
Selain Chelsea Islan, film ini juga menghadirkan Doni Alamsyah yang berperan sebagai Bagus, kakak ipar Diana yang berprofesi sebagai tentara. Akting Doni tidak mengecewakan. Wajahnya sudah sangat tepat memerankan seorang tentara.
 
Diana diceritakan berpacaran dengan seorang mahasiswa keturunan tionghoa bernama Bagus (Boy William).
 
Beberapa adegan drama khas film cinta Indonesia pun tersebar di sepanjang film. Sayangnya, hal ini tidak didukung dengan dialog-dialog yang cakap.
 
Untuk sebuah debut film panjang, Lukman terbilang mengambil risiko yang berani. Terutama soal pertaruhan espektasi penonton yang mungkin tidak terpenuhi karena terlanjur terpukau dengan  judul film ini.
 
"Di Balik 98" tayang perdana pada 12 Januari 2015. Film ini sudah mulai dikerjakan pada tahun 2013 lalu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AWP)




TERKAIT

BERITA LAINNYA