Joko Anwar (Foto: MI/Pius Erlangga)
Joko Anwar (Foto: MI/Pius Erlangga)

Kata Joko Anwar Mengapa Kasus Livi Zheng Tumbuh di Indonesia

Dhaifurrakhman Abas • 02 September 2019 12:09
Jakarta: Joko Anwar membeberkan mengapa nama Livi Zheng berhasil moncer di Indonesia dengan segudang prestasi yang ia klaim sendiri. Ini disebabkan beberapa fenomena yang terjadi di masyarakat.
 
"Pertama, (orang) Indonesia sangat mabuk nasionalisme. Kita sangat ingin negara kita mendapatkan pengakuan," kata Joko, dalam Q&A-Belaga "Hollywood", yang ditayangkan Metro TV, Minggu 1 September 2019.
 
Menurut Joko, informasi yang menyangkut prestasi anak bangsa dinilai sesuatu hal yang penting untuk diberitakan. Mabuk nasionalisme menyebabkan jurnalis tidak melakukan verifikasi dan langsung memberikan informasi tersebut pada publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Seharusnya) langsung cek, begitu ada yang bilang, film saya mendapatkan penghargaan ini dan itu, internasional," beber dia.
 
Dia juga menyebut, masih banyak jurnalis perfilman di Indonesia yang belum memiliki kemampuan dalam membaca karya seni. Kemampuan ini dinilai penting dimiliki agar para jurnalis selalu kritis dengan segala informasi yang didapatkan.
 
"Wartawan film (sebaiknya), tau film yang baik itu seperti apa, mereka (seharusnya) lihat filmnya, trailernya, kok yang begini bisa masuk seperti yang diklaim. Tapi belum ada kemampuan itu di kita," sambung dia.
 
Kasus seperti Livi Zheng tumbuh di Indonesia juga disebabkan oleh pembiaran dan dianggap sepele. Padahal, kata Joko, dampaknya bisa mengakibatkan ekosistem perfilman tanah air menjadi rusak.
 
"Misalnya kasus super DD (menyebut inisial sutradara), yang (mengklaim) menang di Hollywood dan banyak sekali penghargaan. Itu orang film diam. Karena merasa ya, enggak apalah, dia punya nilai sendiri bagaimana cara hidup dan mempromosikan filmnya. Tapi lama-kelamaan ini justru merusak ekosistem dan menyesatkan," tandasnya.
 
Nama Livi Zheng mendadak ramai diperbincangkan warganet. Dia dianggap melebih-lebihkan karya yang dihasilkannya.
 
Kontroversi bermula saat Livi Zheng membesarkan kabar filmnya yang masuk dalam daftar film yang dapat dinilai untuk masuk Oscar, Menurut penjelasan Joko Anwar, itu bukanlah sebuah prestasi. Karena pihak Oscar memang memberikan syarat dan standar minimum untuk film-film yang bisa didaftarkan dalam penghargaan film bergengsi itu.  Memenuhi standar kriteria film-film yang layak didaftarkan dalam Oscar bukan sebuah pencapaian. Karena itu bukan jaminan secara konten sebuah film berkualitas atau tidak.
 
 
(ASA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif