Pemain Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (Foto: instagram)
Pemain Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (Foto: instagram)

Benidictus Siregar Rasakan Beban Besar Perankan Ale di Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Elang Riki Yanuar • 13 Oktober 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Benidictus Siregar mengaku terbebani ekspektasi pembaca novel saat memerankan Ale dalam film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati.
  • Demi mendalami karakter Ale yang mengalami depresi dan kesepian, Benidictus Siregar berdiskusi dengan teman yang berprofesi sebagai psikolog.
  • Benidictus Siregar belajar tentang empati dan pentingnya hubungan sosial saat memerankan Ale dalam Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, tayang 12 November 2026.
Jakarta: Benidictus Siregar merasakan beban besar saat dipercaya memerankan Ale dalam film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Ekspektasi pembaca novel populer yang menjadi sumber adaptasi film tersebut membuat Benny menyadari besarnya tanggung jawab untuk menghidupkan karakter yang bergulat dengan depresi dan kesepian.

Benny mengaku, mendalami karakter Ale memberinya perspektif baru tentang kehidupan. Dia mulai memahami bahwa persoalan psikologis yang sebelumnya sulit dibayangkan ternyata bisa dialami banyak orang, termasuk mereka yang tidak memperlihatkan pergulatan batinnya kepada orang lain.

"Ada beberapa hal yang enggak pernah aku alami, jadi buat aku, kayaknya ini enggak mungkin (bisa terjadi dalam hidup). Tapi ternyata, memang ada kemungkinan ini sering terjadi," kata Benidictus di Jakarta. 

Pemahaman tersebut mulai terbentuk bahkan sebelum proses syuting berlangsung. Sebagai persiapan memerankan Ale, Benny berdiskusi dengan seorang temannya yang berprofesi sebagai psikolog untuk memahami berbagai kondisi yang dialami karakternya.
 

Dari percakapan itu, dia mencoba menghubungkan adegan dalam film dengan fenomena sosial yang kerap ditangani para ahli. Proses tersebut membantunya melihat persoalan kehidupan dari sudut pandang berbeda, sekaligus menyadari bahwa pengalaman seseorang tidak selalu bisa diukur berdasarkan apa yang terlihat dari luar.

Benny juga belajar bahwa masalah yang terasa berat bagi seseorang belum tentu memiliki bobot yang sama bagi orang lain. Pengalaman tersebut membuatnya lebih menghargai kehidupannya sendiri dan memahami orang-orang yang menghadapi kondisi lebih sulit.

Kedekatan emosional dengan Ale turut muncul karena Beni pernah merasakan kesepian dan kesulitan menjalin pertemanan. Pengalaman itu membuatnya memahami pentingnya kehadiran orang lain dalam menghadapi masa-masa sulit, meski situasi yang dialaminya tidak sepenuhnya sama dengan karakter yang diperankan.

"Yang bikin aku bertahan di hidup ini, aku pastikan adalah ngobrol sama orang-orang di sekelilingku. Enggak harus yang aku kenal, yang aku baru ketemu lagi, itu sudah bikin energiku kayak kembali lagi," ucapnya.

Di sisi lain, popularitas novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menjadi tantangan tersendiri bagi Beni. Sebelum mengikuti audisi, dia sudah mengetahui rencana adaptasi cerita tersebut ke layar lebar dan melihat antusiasme pembaca yang menantikan filmnya.

"Karena aku tahu buku ini akan difilmkan sudah beberapa bulan sebelum aku casting (audisi), dan aku tahu banyak orang-orang yang mention, jadi itu juga yang menambahkan beban, karena ekspektasinya semakin tinggi," katanya.

Meski menyadari besarnya ekspektasi tersebut, Benny merasa terbantu oleh suasana kerja selama produksi. Dia menyebut para pemain dan kru menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga dirinya bisa menjalani proses syuting tanpa tekanan berlebihan.
 

Beni bahkan secara terbuka menyampaikan kepada sutradara Kuntz Agus bahwa dirinya tidak keberatan mengulang adegan beberapa kali apabila hasilnya belum sesuai harapan. Sikap itu muncul karena dia ingin memberikan penampilan terbaik untuk karakter Ale.

"Tidak ada teriakan sama sekali, benar-benar kayak gitu. Makanya aku sampai bilang ke Mas Kuntz pokoknya kalau nanti merasa belum pas, aku mengulang adegan beberapa kali enggak masalah, aku sampai bilang begitu karena takut Mas Kuntz kayak orang enggak enakan," ujarnya.

Dalam film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Ale digambarkan sebagai seorang pria yang mengalami depresi berat akibat tekanan hidup. Perasaan kesepian yang terus menghimpit membuatnya berniat mengakhiri hidup dalam waktu 24 jam.

Sebelum mengambil keputusan tersebut, Ale memiliki satu keinginan sederhana, yakni menyantap seporsi mie ayam yang menjadi makanan favoritnya. Keinginan itu kemudian membawanya bertemu dengan berbagai orang dan mengalami kejadian yang perlahan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati akan tayang di bioskop pada 12 November 2026.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA