Potongan adegan Orang Kaya Baru (Foto: Screenplay Films)
Potongan adegan Orang Kaya Baru (Foto: Screenplay Films)

Ulasan Film Orang Kaya Baru

Hiburan ulasan film Film Orang Kaya Baru
Purba Wirastama • 22 Januari 2019 13:21
Jakarta: Setelah segmen pembuka yang rasa-rasanya dipaksa untuk seru, film ini mulai menarik ketika tiga bersaudara, yang diperankan Derby Romero, Raline Shah, dan Fatih Unru, keluar rumah dan berinteraksi di lingkungan sosial sekolah masing-masing. Betapa kemiskinan menyulitkan pergaulan mereka di sana.
 
Orang Kaya Baru berkisah tentang sebuah keluarga ekonomi pas-pasan di pemukiman padat Jakarta dengan gang-gang yang kecil. Sang bapak (Lukman Sardi) bersikukuh ketiga anak mereka harus belajar di sekolah terbaik, kendati relatif lebih mahal. Namun entah bagaimana caranya, bahkan sang istri (Cut Mini) tidak tahu, mereka bisa bertahan selama lebih dari 20 tahun.
 
Rahasia terkuak setelah bapak meninggal tanpa kita tahu penyebabnya. Setelah hari pemakaman, dua pengacara (Verdi Solaeman dan Sylvia Genpati) membawa kabar mengejutkan: bapak ternyata menyimpan tabungan miliaran rupiah untuk diwariskan setelah meninggal. Selama ini, bapak pura-pura miskin demi mendidik anak-anak menghargai proses dan mensyukuri hidup.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enggak enak (jadi orang kaya)," kata bapak.
 
Kehidupan berubah setelah warisan cair. Mereka belanja berbagai barang mewah, membeli rumah dan mobil, serta angkuh setengah mati di toko dan restoran mewah. "Semua yang anak saya foto, pegang, dan cium, saya beli," kata ibu, yang tetap sering berbicara keras-keras di tempat umum. Namun dalam kehidupan baru, mereka mengalami lebih banyak cobaan.
 
Perubahan situasi yang kontras dan mendadak itu menjadi asal muasal drama dan komedi film ini bergulir. Ada keseruan, kekecewaan, ironi, serta satu contoh kasus, bagaimana sebuah keluarga ekonomi pas-pasan menghadapi uang miliaran yang tiba-tiba datang. Kolaborasi akting Cut Mini, Derby, Raline, dan Fatih cukup mengesankan.
 
Di balik itu semua, hal yang lebih menarik dari film ini adalah kenyataan bahwa sang bapak punya kontrol besar atas perjalanan hidup mereka.
 
Bapak adalah sosok yang sangat nyentrik. Dia melakukan eksperimen sosial dan menyembunyikan banyak hal, bahkan soal pekerjaan, selama dua dekade membina rumah tangga. Di balik keputusan ekstrim itu, kita tidak pernah tahu latar belakang pemikiran bapak, sejarah hidupnya, dan pekerjaan asli, selain bahwa dia suka makan kepala ikan dengan bumbu dongeng bahwa "makan kepala ikan bikin orang pintar cari duit".
 
Jika ibu dan anak-anak tidak mengenal sosok asli bapak ketika hidup, sang bapak pun juga tidak cukup paham dan mengenal dekat dua anak terakhirnya. Ternyata mereka bisa saling sayang kendati tidak benar-benar saling kenal.
 
Sejauh tampak di layar, keluarga ini tidak terlalu dekat dengan tetangga dan lingkungan sosial, baik saat miskin maupun kaya raya. Koneksi sosial sang ibu terjadi dengan pengamen di jalanan dan warga sekitar "yang membutuhkan" karena setidaknya dua hal. Pertama, ibu ingin membagi harta cuma-cuma, berkaca dari keadaan mereka ketika miskin. Kedua, menjaga reputasi dermawan yang sudah terlanjur populer.
 
Masa setelah kematian bapak menjadi semacam hari-hari pencobaan. Mereka dipandu menuju rahasia sang bapak lewat video rekaman yang disimpan pengacara. Pengacara adalah tokoh di mana penulis naskah Joko Anwar dan sutradara Ody C Harahap menyelipkan humor kelam tentang kematian di film ini. Selain itu, ada beberapa selipan komentar sosial menarik dalam segmen-segmen lain.
 
Bapak sangat optimis bahwa dia yang akan meninggal lebih dulu, tanpa kita tahu pula kenapa dia meninggal. Ibu dan ketiga anak adalah orang yang pasrah menerima kenyataan dan berjalan sesuai rencana sempurna bapak. Eksperiman bapak tentang keluarga dan kemiskinan rupanya berhasil, bahkan setelah dia meninggal.
 
Film ini menyimpan fantasi-fantasi nyentrik dalam kemasan komedi satire, yang berusaha memberi pelajaran hidup lewat potret ekstrem keluarga yang berhasil dan keluarga yang gagal.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif