Potongan adegan film Ave Maryam. (Foto: YouTube/Ave Maryam Movie)
Potongan adegan film Ave Maryam. (Foto: YouTube/Ave Maryam Movie)

Produksi Film Ave Maryam Dilakukan secara Sukarela

Hiburan Film Ave Maryam
Cecylia Rura • 06 April 2019 09:00
Jakarta: Bicara soal produksi film, hal yang tak luput dikeluhkan oleh para sineas adalah dana produksi. Dalam film Ave Maryam, Robby Ertanto Soediskam yang merangkap sebagai produser, sutradara, dan penulis naskah mengungkapkan para tim produksi bekerja dengan sukarela.
 
Padahal, jika ditelisik banyak pemain profesional yang terlibat seperti Maudy Koesnaedi dan Chicco Jerikho. Untuk tim kru, film ini menggandeng sinematografer Ical Tanjung yang terlibat dalam produksi film Pengabdi Setan garapan Joko Anwar. Ada juga Allan Sebastian yang biasa bepreran sebagai penata artisik di beberapa judul film populer.
 
Menurut Robby, alasan bekerja sukarela ini karena memiliki kesamaan visi dan misi untuk memberi warna baru di dunia perfilman Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sukarela di sini adalah semuanya tidak dibayar. Bekerja terus sampai cast enggak dibayar sama sekali. Mereka bekerja dan berdedikasi kenapa? Niatnya sama. Visinya ketika mereka ngumpul semuanya sama. 2016 itu visi kita sama," ungkap Robby Ertanto saat berbincang dengan Medcom.id di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Jumat, 5 April 2019.
 
Syuting Ave Maryam dilakukan di Semarang dan Yogyakarta. Terhitung ada sembilan hari syuting yang dilakukan pada November 2016. Meski terbilang singkat, Robby mengenang hal mengesankan dalam proses produksi film Ave Maryam.
 
"Kalau ditanya sekarang pingin enggak syuting lagi Ave Maryam? Film ini adalah film yang selalu bikin saya kangen. Kalau saya nonton lagi, seru banget. Pingin banget syuting lagi, tapi enggak bisa kita ulang. Saya sudah yakin ini sudah jadi kisah, yang sudah jadi. Enggak bisa disekuelin lagi juga. Kita sudah harus move on ke sesuatu yang baru juga dan ini cuma jadi romantisme kita jadinya akhirnya," kata Robby mengenang nuansa romantisme tersebut saat syuting.
 
Produksi ini melalui berbagai proses, mulai dari perizinan kepada pihak kesusteran di Semarang, keuskupan, hingga mengajak para pemain untuk terlibat. Soal konsumsi, dalam jumpa pers kepada media, para suster di tempat kesusteran menyediakan makanan dengan sukarela. Namun, bagi Robby yang paling berkesan adalah kebersamaan dengan para pekerja film dengan tujuan yang sama.
 
"Kita senang banget pernah berkumpul bersama dengan visi yang sama karena ketertarikan untuk membikin sesuatu yang mengisi sinema dengan warna aja," lanjut Robby.
 
Di sisi lain, Robby bercerita sempat mendengar opini bahwa pemilihan pemain adalah sensasi. Seperti Maudy Koesnaedi yang seorang muslim memerankan tokoh Suster Maryam. Robby menepis hal tersebut. Sebab, ada perbedaan antara film diproduksi untuk berkarya dan film untuk mencari sensasi.
 
"Maudy Koesnaedi kok main jadi biarawati, sih? Dia pasti cari sensasi. Kalau dia cari sensasi pasti dia enggak dapat bayaran yang gede juga. Dia kerja sukarela. Kalau kerja sensasi pasti minta bayaran gede. Ini cuma kerja sukarela, enggak ada ekspektasi ke situ, sih. Bikin saja. Sampai rilis di bioskop juga Alhamdulillah, dipermudah. XXI sangat koperatif banget ngasih layar dan tanggal," sambung Robby.
 
Memerankan Ave Maryam, Maudy Koesnaedi ditemani Chicco Jerikho (Romo Yosef), Joko Anwar (Romo Martin), Tutie Kirana (Suster Monic), dan Olga Lydia (Suster Mila). Film Ave Maryam tayang di bioskop 11 April 2019.
 

 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif