Dalam kongres yang dihadiri 24 anggota itu, terpilih pula Mira Lesmana, Shanty Harmayn dan Sheila Timothy sebagai Dewan Penasehat organisasi.
"Saya berterimakasih kepada teman-teman yang telah memberi kepercayaan besar ini untuk melanjutkan agenda-agenda yang sudah APROFI kerjakan tiga tahun terakhir.” Ujar Fauzan, dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com.
Agenda utama APROFI saat ini adalah peningkatan kapasitas anggota, mengembangkan eksosistem bisnis perfilman, pengawalan revisi UU Perfilman dan finalisasi Permendikbub tentang film.
Kongres APROFI (Foto: dok. Aprofi)
Didirikan pada 17 Oktober 2013, APROFI saat ini memiliki 39 anggota. Salah satu pencapaian penting APROFI dalam tiga tahun terakhir adalah advokasi pembukaan Daftar Negatif Investasi film, advokasi pemblokiran situs-situs yang memutar film Indonesia secara ilegal, dan peningkatan kerjasama di bidang sinema dengan Korea Selatan.
Fauzan sebelumnya dikenal sebagai produser yang mampu membawa film-film Indonesia ke pentas festival film internasional, beberapa film yang diproduserinya antara lain Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya, What They Don’t Talk About When They Talk About Love, dan Interchange. Saat ini Fauzan tengah memproduseri film terbaru yang disutradarai Mouly Surya, Marlina The Murderer in Four Acts.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News