Studio film tersebut menduga ByteDance memfasilitasi pembuatan konten tiruan (knockoff) karakter-karakter ikonik miliknya melalui layanan AI tersebut.
Melalui pernyataan resmi via Variety, Rabu (18/2), penasihat hukum Warner Bros. mengungkap keberatannya kepada John Rogovin, penasihat umum ByteDance yang juga pernah menjabat posisi serupa di Warner Bros.
Wakil Presiden Eksekutif Bidang Hukum Warner Bros. Wayne Smith menyoroti ironi posisi Rogovin yang dahulu gencar membela hak cipta karakter seperti Superman dan Batman.
“Karakter-karakter ini adalah nadi kehidupan perusahaan,” tulis Smith.
Tegasnya, “ByteDance kini terlibat dalam pelanggaran terang-terangan atas properti yang selama bertahun-tahun Anda lindungi.”
Kini, Warner Bros. menuntut ByteDance untuk segera menghentikan penggunaan karakter mereka dalam proses pelatihan AI serta menerapkan pembatasan (guardrails) guna mencegah pelanggaran lebih lanjut.
Tanggapan ByteDance
ByteDance mengaku akan menambah pengamanan untuk mencegah penggunaan kekayaan intelektual tanpa izin. Perusahaan tersebut juga mulai memblokir sejumlah perintah teks (prompt) yang menyebut karakter tertentu.Namun, bagi Warner Bros., langkah itu dinilai terlambat. Mereka mempertanyakan mengapa pembatasan perintah teks tidak diterapkan sejak awal peluncuran Seedance 2.0.
Warner Bros kini mendesak ByteDance untuk berhenti menggunakan karakter mereka sepenuhnya dalam pelatihan dan pengoperasian sistem AI Seedance 2.0. Hal ini guna memastikan perlindungan hak cipta ditegakkan secara menyeluruh.
Tentang Seedance 2.0
ByteDance, perusahaan induk TikTok, baru merilis platform Seedance 2.0 pada pekan lalu. Mereka mengklaim media ini merupakan lompatan besar dalam kualitas generasi video dibandingkan versi sebelumnya.Namun, beberapa hari setelah peluncuran, media sosial dipenuhi dengan klip-klip sinematik hasil AI yang menampilkan banyak karakter populer dalam skenario baru. Misalnya, adegan perkelahian antara dua karakter dari semesta yang berbeda seperti Batman melawan Spider-Man, Superman melawan Thanos, hingga Tom Cruise melawan Brad Pitt.
Sejumlah pengguna juga membuat “akhir alternatif” untuk film dan serial televisi populer, termasuk serial HBO Game of Thrones.
Selain Warner Bros., Motion Picture Association dan SAG-AFTRA pun ikut mengecam kehadiran platform ini. mengecam kehadiran platform tersebut sementara Disney dan Paramount telah lebih dulu mengirimkan surat peringatan penghentian (cease and desist) kepada ByteDance.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News