Diketahui, kebocoran pertama kali mencuat pada 11 April 2026. Padahal, film produksi Nickelodeon dan Paramount Global itu dijadwalkan rilis pada 9 Oktober 2026 mendatang.
Pihak studio pun memastikan bahwa pelaku bukan berasal dari internal perusahaan. Sejumlah konten yang tersebar kini telah dihapus karena pelanggaran hak cipta.
Pelaku Peretasan Teridentifikasi
Identitas pelaku diungkap oleh Jason Sawyer, seorang “white hat hacker” dari komunitas International Cyber Digest melalui media sosial X pada Minggu, 19 April 2026. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa pelaku bernama Devesh, yang juga dikenal dengan alias IDISSEVERYTHING. Ia diduga memanfaatkan celah keamanan untuk mendapatkan akses ilegal ke sistem penyedia konten film, kemudian mengunduh dan menyebarkannya ke publik"Kenalkan Devesh alias IDISSEVERYTHING, dia menggunakan celah keamanan untuk mendapatkan akses tidak sah ke perusahaan penyedia film, kemudian mengunduh film Avatar terbaru dan membocorkannya," tulis International Cyber Digest.
Mereka juga mengabarkan bahwa tindakan ini bukan kali pertama yang dilakukan oleh Devesh. Sebelumnya, pada tahun 2016 ia juga sempat meretas akun Twitter resmi National Football League (NFL).
"Dia juga dijatuhi hukuman pada tahun 2016 karena membobol akun Twitter NFL. Dan juga melakukan tweet menggunakan akun tersebut. Dari alamat IP rumahnya," lanjut mereka.
Akibat aksinya tersebut, Devesh pun harus menjalani hukuman masa percobaan selama 24 bulan.

"Ini yang dia tweet waktu itu dari alamat IP rumahnya. Devesh tidak terlalu pintar, tapi sangat nakal. Dia dapat 24 bulan masa percobaan," ungkap mereka.
Kronologi Kebocoran Film
Kebocoran ini bermula dari akun X bernama ImStillDissin yang mulai mengunggah cuplikan film pada Sabtu, 11 April 2026. Ia mengaku mendapatkan materi tersebut dari seseorang di Nickelodeon, anak perusahaan Paramount Global, yang “secara tidak sengaja mengirimkan seluruh file film Avatar Aang melalui surel.”Namun, sumber internal menyatakan bahwa investigasi awal menunjukkan kerentanan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan sistem keamanan Paramount.
Meskipun pembajakan sering terjadi di media sosial, sangat jarang ditemukan kasus sebuah film utuh bocor jauh sebelum tanggal rilis resminya. Para seniman yang terlibat dalam proyek ini pun mengungkapkan kekecewaan mereka di media sosial, termasuk animator Julia Schoel.
Kekecewaan Animator Film
Salah satu animator film, Julia Schoel, mengungkapkan kekecewaannya melalui akun media sosial X pribadinya. Ia menyebut kebocoran ini sangat menyakitkan bagi para kreator animasi yang telah bekerja keras selama bertahun-tahun.“Kami mengerjakan film Aang selama bertahun-tahun dengan harapan bisa merayakan hasil kerja keras kami di layar lebar,” tulis animator Julia Schoel.
Ia mengaku sangat sedih dengan bocornya film The Legend Of Aang: The Last Airbender ke publik sebelum penayangan resminya.
“Sangat menyedihkan melihat orang-orang membocorkan film ini begitu saja dan menyebarkan potongan adegan kami di Twitter seolah-olah itu barang murahan,” lanjutnya.
Menurutnya, pembajakan setelah perilisan saja sudah merugikan, apalagi jika terjadi sebelum film resmi tayang.
"Membajak film setelah dirilis setidaknya jauh lebih baik daripada ini. Tindakan ini sangat tidak menghargai kerja keras para seniman,” tambahnya.
Kasus ini kembali menjadi pengingat serius bagi industri hiburan global terkait pentingnya keamanan digital dalam melindungi karya kreatif dari kebocoran ilegal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News