Menurut Garfield, sudah seharusnya Spider-Man menampilkan citra baru yang berbeda dari sebelumnya, misalnya dari segi orientasi seksual.
"Saya senang jika kita memiliki Spider-Man seorang panseksual, tanpa aku harus memintanya," kata dia seperti dikutip Aceshowbiz, Kamis (10/9/2015).
Adapun panseksual adalah sebuah identitas seksual, sama halnya dengan biseksual, homoseksual, heteroseksual, aseksual, poliseksual, homoseksual dan istilah orientasi seksual lainnya.
Beberapa orang memakai istilah panseksual untuk mendeskripsikan rasa tertarik atau jatuh cinta terhadap orang-orang dari setiap jenis kelamin, entah itu transgender, laki-laki atau perempuan. Dengan kata lain, mereka adalah orang-orang yang tak peduli gender pasangannya.
"Mengapa kita begitu takut? cinta adalah cinta, kulit adalah kulit, daging adalah daging, kita semua dibungkus dalam hal yang sama," lanjut Garfield.
"Ciri khas Spider-Man, menurut saya adalah ia menutupi kepalanya sampai kaki dengan kostum. Kalian tidak melihat warna kulit, kalian juga tidak melihat orientasi seksual, usia, jenis kelamin, dan sebagainya. Saya merayakan itu (sebagai kebebasan untuk menafsirkan). Siapapun bisa menjadi pahlawan untuk hidup mereka sendiri," tambahnya.
Masukan Garfield belum mendapat respons dari Sony maupun Marvel. Adapun Spider-Man versi aktor Tom Holland akan tampil dalam Captain America: Civil War pada Mei tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News