Ghost In The Cell menjadi salah satu film yang mencuri perhatian karena menggabungkan ketegangan khas film horor dengan elemen humor yang segar. Namun di balik teror dan berbagai misteri kematian yang terjadi di dalam cerita, terdapat konsep visual yang dibuat dengan pendekatan berbeda dari film horor kebanyakan.
Joko Anwar mengungkapkan bahwa ia menggandeng enam ilustrator Indonesia yang telah berkiprah di tingkat internasional untuk memperkuat visual film tersebut. Kolaborasi ini menjadi daya tarik tersendiri karena setiap adegan kematian dalam film dibuat dengan gaya ilustrasi yang berbeda.
“Kiprah mereka di dunia itu luar biasa, dan kita mengundang enam orang ilustrator untuk bekerja sama dengan kita, berkolaborasi untuk Ghost in the Cell,” kata Joko Anwar di Jakarta, 9 April 2026.
Joko menjelaskan bahwa konsep ini dibuat agar setiap tragedi yang muncul di dalam film memiliki ciri khas visual masing-masing. Dengan begitu, penonton tidak hanya dibuat tegang oleh cerita, tetapi juga disuguhkan pengalaman visual yang beragam sepanjang film berlangsung.
“Jadi setiap kematian itu didesain oleh satu orang ilustrator,” lanjutnya.
Menariknya, ilustrator yang terlibat dalam proyek ini bukanlah nama sembarangan. Mereka merupakan kreator visual asal Indonesia yang sudah lama bekerja di luar negeri dan terlibat dalam berbagai proyek besar berskala global.
“Dan mereka adalah ilustrator-ilustrator yang sudah banyak bekerja di luar negeri, tapi namanya mungkin sebagian kecil aja yang tahu. Bahkan mereka sudah membuat ilustrasi buat beberapa brand besar seperti DC, Marvel,” ucap Joko Anwar.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa talenta kreatif Indonesia memiliki kemampuan yang mampu bersaing di level dunia. Lewat Ghost In The Cell, karya para ilustrator ini juga bisa lebih dikenal oleh publik Indonesia, sekaligus menunjukkan bagaimana seni visual dapat memperkuat atmosfer dan cerita dalam film.
Ghost In The Cell dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Dengan latar cerita di dalam penjara serta pendekatan visual yang berbeda, film ini disebut menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan, khususnya bagi pecinta film horor yang juga menyukai unsur artistik yang kuat.
(Maiza Jasmine A.R)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News