Reza Rahadian. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Reza Rahadian. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Dua Sosok Pahlawan Perfilman bagi Reza Rahadian

Hiburan reza rahadian
Cecylia Rura • 09 November 2019 11:57
Jakarta: Aktor Reza Rahadian menamakan Usmar Ismail dan Djamaluddin Malik sebagai dua sosok pahlawan di bidang perfilman Indonesia. Baginya, Usmar Ismail dan Djamaluddin Malik memiliki rekam jejak penting terhadap pembangunan industri perfilman Tanah Air.
 
"Buat saya dua tokoh ini besar sekali jasanya buat perfilman Indonesia. Mereka dua orang yang menurut saya juga mempelopori berdirinya perusahaan film negara. Jadi penting banget sebagai orang film kita juga harus mengenal sejarah perfilman Indonesia seperti apa," kata Reza Rahadian di Jakarta, Jumat, 8 November 2019.
 
Usmar Ismail dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia. Pria kelahiran Bukuttinggi itu dikenal sebagai penyair sekaligus pegiat teater sebelum menekuni dunia perfilman. Dia pernah menempuh pendidikan formal berupa beasiswa perfilman dari Yayasan Rockeffeller dan lulus dari University of California Los Angeles (UCLA) jurusan Film pada 1953.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usmar Ismail juga dikenal sebagai pendiri Pusat Film Nasional Indonesia (Perfini) pada 30 Maret 1950. Tanggal ini pun diperingati sebagai Hari Perfilman Nasional. Film Darah dan Doa (1950) serta Tiga Dara (1956) menjadi karya terpopuler Usmar Ismail.
 
Djamaluddin Malik adalah pengusaha di bidang perfilman dan merintis perusahaan film di Indonesia. Dia pun dikenal sebagai seorang politikus dan pelopor industri film.
 
Sosok lain yang tak luput dari ingatan Reza adalah Teguh Karya, Arifin C. Noer, dan Wim Umboh. Mereka memiliki pengaruh besar terhadap perfilman Indonesia pada era Christine Hakim dan Slamet Rahardjo.
 
"Kita punya Teguh karya dengan teater populernya. Kenal dengan produksi-produksi film yang bobotnya luar biasa gitu. Buat saya itu juga pahlawan dunia perfilman," kata Reza.
 
"Film Indonesia pencapaian masa keemasannya di era Wim Umboh, Teguh Karya, Arifin C. Noer, dan ada beberapa tokoh lainya. Jadi, menurut saya itu pahlawan-pahlawan perfilman Indonesia," papar aktor yang belum lama ini menjabat sebagai Direktur Festival Gelar Karya Film Pelajar 2019.
 
Pemain dalam film Perempuan Berkalung Sorban itu juga mengagumi sosok Christine Hakim sejak lama. Baginya, aktor sekaliber Christine Hakim itu sudah dianggap seperti ibunya sendiri sekaligus sahabat di lingkup pekerjaan.
 
"Dia sudah seperti ibu saya dan saya juga sering dibilang sebagai anak ideologisnya. Buat saya, Bu Christine adalah sosok yang banyak memberikan inspirasi, memberikan motivasi buat saya juga banyak memberikan kritik, masukan dari berbagai macam aspek dan sahabat diskusi saya juga," cerita aktor berusia 32 tahun itu.

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif