Beautiful Pain mengangkat sejumlah persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kekerasan domestik, luka akibat perselingkuhan, hingga perjuangan seorang perempuan untuk merebut kembali kehormatan dan haknya. Film ini juga menyoroti perjuangan seorang ibu dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan anak-anaknya.
Selain Raihaanun dan Baim Wong, Beautiful Pain turut dibintangi Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Tarra Budiman, Sha Ine Febriyanti, Dimas Aditya, Nikita Mirzani, Anantya Kirana, dan Evano Zyan.
Dalam film ini, Raihaanun memerankan Niken, seorang istri sekaligus ibu dari dua anak yang menjalani rumah tangga bersama Dirga, karakter yang dimainkan Baim Wong. Berdasarkan trailer resmi yang telah dirilis, kehidupan rumah tangga Niken dan Dirga mulai retak setelah kehadiran perempuan lain yang diperankan Nikita Mirzani.
Konflik yang dihadapi Niken kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Ia harus menghadapi fitnah dan pelecehan yang menjadi titik balik dalam kehidupannya. Kondisi tersebut mendorong Niken untuk berani bersuara sekaligus memperjuangkan hak asuh kedua anaknya.
Alasan Dmaz Brodjonegoro Pilih Raihaanun dan Baim Wong

Baim Wong & Raihaanun di film Beautiful Pain (Foto: dok. Dapur Film)
Dmaz mengaku sudah lama mengagumi kemampuan akting Raihaanun. Bahkan, keinginannya untuk bekerja sama dengan sang aktris telah muncul jauh sebelum dirinya menggarap Beautiful Pain.
Hal itu bermula ketika Dmaz menyaksikan penampilan Raihaanun dalam film Lovely Man (2011) dan 27 Steps of May (2018). Dari dua film tersebut, ia merasa Raihaanun merupakan sosok yang tepat untuk suatu hari memerankan karakter dalam film yang dibuatnya.
“Dari zaman nonton Raihaanun di Lovely Man, terus kemudian 27 Steps of May gitu, aku udah langsung kayak, ‘One day kalau aku bikin film, aku harus sama dia,’ tapi itu enggak tahu kapan gitu," ungkap Dmaz saat ditemui Medcom.id di XXI Senayan City, Jakarta Pusat pada Kamis, 17 September 2026.
Keinginan tersebut semakin kuat ketika Dmaz mulai membaca dan mengembangkan karakter Niken dalam skenario Beautiful Pain. Ia merasa karakter tersebut memiliki kompleksitas yang sesuai dengan kemampuan akting Raihaanun.
“Dan ketika aku ngelihat skripnya gitu ya, aku langsung kepikiran, ‘Nih Raihaanun kayaknya pas nih gitu sama karakter Niken,'" ungkapnya antusias.
“Karena secara akting kita udah tahulah ya kelasnya Raihaanun seperti apa gitu. Dia bisa memerankan karakter apa pun. Ditambah karakter Niken ini tuh lumayan berlapis gitu, jadi banyak layer-layer, dan aku rasa Hanun pasti mampu untuk memerankan karakter Niken ini gitu, karena subteksnya banyak banget," tutur Dmaz.
Dmaz pun mengaku terkejut ketika Hanung Bramantyo memberitahunya bahwa Raihaanun bersedia terlibat dalam film tersebut.
“Kualitas Raihaanun sebagai aktor yang memang aku udah perhatiin dari duluDan makanya agak surprise juga ketika tiba-tiba Mas Hanung bilang, ‘Raihaanun mau ya,’.
Sementara untuk karakter Dirga, Dmaz juga sudah lama memperhatikan perkembangan kemampuan akting Baim Wong. Ia mulai melihat sisi lain Baim ketika menyaksikan penampilannya dalam film Bebas hingga Berbalas Kejam.
“Begitu juga dengan Mas Baim Wong gitu. Sebenarnya udah dari zaman film Bebas tuh, udah kayak, ‘Wah gila ternyata Baim Wong bisa kayak gini ya aktingnya.’ Ditambah lagi di film Berbalas Kejam. Itu kayak 'ini gila sih',"
Menurut Dmaz, pengalamannya melihat Baim dalam sejumlah film membuat pandangannya terhadap aktor tersebut berubah. Ia menilai Baim mampu menghadirkan emosi dan kedalaman karakter yang berbeda dari citranya yang selama ini dikenal publik melalui sinetron dan televisi.
“Karena mungkin karena dulunya aku kayak familiar dengan Baim Wong tuh di sinetron, di TV. Jadi ketika aku nonton film-film itu, ternyata Baim Wong tuh bisa mengolah rasanya tuh, dan karakter itu tuh bisa sedalam ini ya gitu," lanjutnya.
Ketika proses penulisan skenario dan pendalaman karakter Dirga berlangsung, Dmaz mengaku sudah membayangkan Baim Wong untuk mengisi peran tersebut. Ia kemudian meminta bantuan Hanung untuk menghubungi Baim.
“Dan akhirnya ketika, ketika proses penulisan skenario itu dan penajaman karakter Dirga, aku udah langsung kebayang. Aku nelepon Mas Hanung, ‘Mas, kenal sama Baim enggak? Boleh enggak tolong minta Baim untuk main di film ini gitu'. Dan ternyata alhamdulillah ya walaupun Mas Baim tahunya Mas Hanung yang direct," tutup Dmaz.
Bagi Sobat Medcom yang penasaran dengan duet akting Baim Wong dan Raihaanun dalam Beautiful Pain, film ini dijadwalkan tayang perdana di seluruh bioskop XXI mulai 22 Oktober 2026.