Gandhi Fernando, produser, penulis sekaligus pemain film ini menegaskan jika ia ingin menghadirkan sebuah sentuhan berbeda dari film horor Indonesia kebanyakan. Dia juiga ingin memperkenalkan legenda Timun Mas kepada anak-anak muda.
“Kita semua pasti tau kisah Timun Mas dan Buto Ijo yang legend sekali. Waktu kecil kita membaca atau sekadar didongengkan. Nah film ini mengemas cerita tersebut dalam versi horor modern yang lebih mencekam dan kelam, tapi tetap ruh cerita Timun Mas-nya tidak menghilang. Tentu ini belum pernah diangkat di film-film Indonesia sebelumnya,” jelas Gandhi.
Disutradarai oleh Achmad Romie, Penunggu Rumah: Buto Ijo tidak hanya menampilkan teror supranatural dari sosok Buto Ijo, tetapi juga menghadirkan konflik emosional dalam lingkup keluarga. Cerita berpusat pada Srini (Celine Evangelista), seorang janda dengan satu anak perempuan, yang hidupnya mulai diguncang teror misterius menjelang ulang tahun ke-6 sang anak.
Gangguan demi gangguan yang dialami Srini mendorongnya untuk kembali menghubungi Ali (Gandhi Fernando), mantan kekasihnya yang kini dikenal sebagai konten kreator horor uji nyali. Bersama adiknya, Lana (Valerie Thomas), Ali kemudian terlibat lebih jauh dalam situasi yang awalnya mereka anggap sebagai konten, namun perlahan berubah menjadi ancaman nyata ketika sosok Buto Ijo mulai menampakkan diri.
Seiring berjalannya cerita, teror yang muncul tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga membuka lapisan demi lapisan rahasia kelam yang tersembunyi di dalam rumah tersebut.
Sosok Buto Ijo hadir sebagai sosok yang tidak sekadar menyeramkan, melainkan juga merepresentasikan sisi gelap dari pilihan manusia. Dalam tradisi folklor Jawa, Buto Ijo dikenal sebagai penjaga yang membawa konsekuensi, sebuah makna yang kemudian dieksplorasi lebih dalam dalam film ini.
Sebagai penulis sekaligus produser, Gandhi Fernando menyampaikan bahwa film ini sejak awal dirancang untuk menghadirkan horor yang memiliki pesan dan makna yang kuat.
“Dalam film ini, kami mencoba melihat Buto Ijo bukan hanya sebagai sosok menakutkan, tetapi sebagai simbol dari kesepakatan, janji, dan konsekuensi yang sering diabaikan manusia. Horornya kami bangun dari situasi yang terasa dekat, sehingga penonton bisa ikut merasakan emosi dan ketakutan para karakternya," ujar Gandhi Fernando.
Eksplorasi drama keluarga menjadi elemen penting dalam cerita, karena teror yang paling membekas kerap berangkat dari konflik personal dan keputusan yang diambil di masa lalu terutama tentang rahasia dan konsekuensi dari pilihan hidup.
Penunggu Rumah: Buto Ijo dibintangi oleh Gandhi Fernando sebagai Ali, Celine Evangelista sebagai Srini, Valerie Thomas sebagai Lana, Meryem Hasanah sebagai Tisya, Valerie Thomas sebagai Lana, Adnan Djani sebagai Indra, Pratito Wibowo sebagai Buto Ijo, serta Arie Dwi Andhika sebagai Riza.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 15 Januari 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News