Film Alas Roban (Foto: instagram)
Film Alas Roban (Foto: instagram)

Film Alas Roban Angkat Misteri Jalanan Paling Angker di Jawa

Elang Riki Yanuar • 06 Januari 2026 20:28
Jakarta: Bagi para pelintas jalur pantura, nama Alas Roban selalu punya tempat tersendiri. Selain rute penghubung antarkota di Batang, Jawa Tengah, kawasan ini juga kerap dianggap menyimpan cerita yang bikin merinding. 
 
Beragam kisah berkembang dari mulut ke mulut, mulai dari sopir truk, pengemudi bus malam, sampai warga sekitar. Cerita-cerita itu bukan selalu soal penampakan, melainkan perasaan tak nyaman yang datang tiba-tiba ketika kabut turun dan hutan terlihat semakin rapat.
 
Urban legend itulah yang coba dihadirkan dalam film Alas Roban. Sutradara Hadrah Daeng Ratu melihat latar ini sebagai bahan cerita yang kuat untuk layar lebar. Ia menilai Alas Roban bukan sekadar lokasi, tetapi ruang yang dipenuhi sejarah dan memori kolektif masyarakat.

"Alas Roban menyimpan banyak sejarah dan misteri. Jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling angker di Jawa,” kata Hadrah di Jakarta.
Kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat justru menambah daya tarik kawasan tersebut. Ia menuturkan bahwa banyak orang mengalami kejadian janggal bukan hanya saat berada di sana, tetapi juga setelah meninggalkannya. 
 
“Banyak yang menemukan hal-hal gaib dan mistis saat melewati, bahkan setelahnya,” ujarnya.
 
Film ini merangkum sederet larangan yang sering dibicarakan para pelintas, mulai dari pantangan melintas tepat tengah malam, tidak berhenti di warung pinggir jalan, sampai imbauan untuk tidak sembarang menoleh ke spion kendaraan.
 
Larangan lainnya pun tak kalah menyeramkan. Dalam kepercayaan setempat, pengendara diminta tidak menanggapi suara yang memanggil dari sisi jalan dan menghindari menatap bayangan diam di pepohonan. Semua itu menjadi elemen penting yang membentuk ketegangan cerita.
 
Bagi Hadrah, mitos di Alas Roban tidak selalu hadir dalam wujud sosok menyeramkan. Ia justru melihat ketakutan itu bekerja sebagai keyakinan yang menular antarpelintas. Dalam filmnya, perjalanan malam digambarkan sebagai ujian mental, bukan sekadar lintasan fisik.
 
Taskya Namya yang memerankan karakter Tika ikut membagikan salah satu adegan yang menurutnya paling mengganggu perasaan. Adegan tersebut menjadi titik balik yang menegaskan bahwa ancaman dalam film ini tidak selalu kasat mata. Perubahan sikap yang terasa ganjil justru memicu rasa takut yang lebih dalam.
 
“Momen ketika Tika menemukan gambar Gendis yang tidak wajar, kecurigaan muncul makin kuat karena ada yang aneh. Terlebih saat Gendis mengajak main petak umpet, di situ ekspresinya tidak seperti Gendis yang ia kenal," ujar Taskya.
Film Alas Roban dibintangi Michelle Ziudith sebagai Sita, Rio Dewanto sebagai Anto, Imelda Therinne sebagai Dewi Raras, serta Fara Shakila sebagai Gendis.
 
Film Alas Roban dijadwalkan tayang di bioskop pada 15 Januari 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan