Jumpa pers film Ghost Writer (Foto: Medcom/Purba)
Jumpa pers film Ghost Writer (Foto: Medcom/Purba)

Bene Dion Garap Film Debut Bersama Ernest Prakasa, Ghost Writer

Hiburan ernest prakasa film indonesia Film Ghost Writer
Purba Wirastama • 19 Februari 2019 14:12
Jakarta: Bene Dion Rajagukguk, komedian serta penulis naskah film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! dan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur, membuat film panjang pertama sebagai sutradara. Film drama horor komedi ini diberi judul Ghost Writer dan digarap bersama produser Ernest Prakasa.
 
Proyek ini berawal dari kelas penulisan naskah Ernest. Salah satu peserta kelas, Nonny Boenawan, membuat sinopsis cerita yang menarik perhatian Ernest. Dia mengajak Bene Dion, yang sebelumnya menyutradarai serial tv adaptasi Cek Toko Sebelah. Setelah diajukan, proyek ini mendapat lampu hijau dari Starvision Plus.
 
"Kayaknya ini cocok buat debut Bene sebagai sutradara. Setelah diskusi, ternyata cerita ini sangat menarik dan unik," kata Ernest dalam jumpa pers di kawasan Cipete, Selasa, 19 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada drama keluarga, ada horor, ada komedi. Jalan cerita tentang manusia dan love-hate relationship dia dengan hantu ini juga unik. Sebagai produser, gue melihat skenario ini sesuatu yang enggak lazim. Jadi cukup menantang dan sayang kalau enggak digarap," imbuh Ernest.
 
Sebelum mengerjakan Ghost Writer, Bene sebetulnya sedang menyiapkan proyek film lain bersama Starvision. Namun proyek itu ditunda dulu sampai Ghost Writer selesai.
 
Chand Parwez Servia, produser dari Starvision, yakin premis cerita menarik ini mampu dikerjakan oleh tim Ernest dan Bene. Dia menyebut bahwa banyak premis menarik, tetapi gagal ketika dilanjutkan ke skenario.
 
"Kalau suatu premis komedi lucu, jangan terlalu yakin akan menjadi skenario bagus karena menulis skenario komedi lebih sulit ketimbang drama," kata Parwez.
 
Bene menyebut film ini akan punya porsi komedi 30%, horor 30%, dan drama 40%. Setiap elemen genre ini dipisahkan dalam adegan berbeda. Misalnya, bagian adegan horor memang harus menakutkan, sementara bagian adegan lucu memang harus lucu. Namun kekuatan utama tetap rangkaian drama.
 
"Kami berusaha membuat film ini punya kekuatan cerita, jadi bukan hanya kumpulan adegan untuk menakuti atau untuk membuat lucu," kata Bene.
 
"Kami sudah belajar bahwa film yang berusaha menakuti, tetapi membuat tertawa pada saat bersamaan, itu rata-rata gagal," imbuhnya. Menurut Bene, salah satu film komedi-horor-percintaan berhasil adalah Pee Mak (2013) dari Thailand, yang juga menjadi referensi hasil akhir filmnya.
 
Kisah utama film ini mengikuti Naya, seorang penulis one-hit wonder yang terpuruk selama beberapa tahun dan pindah ke sebuah rumah tua. Di sana, dia menemukan jurnal harian emosional. Naya berniat menjadikan jurnal tersebut novelnya, tetapi tiba-tiba arwah pemilik jurnal datang dan marah. Naya berusaha keras membujuk arwah itu membantunya.
 
Tatjana Saphira menjadi pemain utama pemeran Naya. Hantu arwah pemilik jurnal diperankan oleh Ge Pamungkas. Sejumlah pemain pendukung antara lain Deva Mahenra, Endy Arfian, Asmara Abigail, dan Ernest.
 
Syuting film akan dimulai pada 27 Februari 2019. Belum ada jadwal tayang resmi, tetapi diharapkan film akan dirilis sebelum Desember 2019.
 

 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi