Joko Anwar (Foto: Medcom/Cecylia)
Joko Anwar (Foto: Medcom/Cecylia)

Hari Perfilman Nasional

Joko Anwar Keluhkan Krisis SDM Perfilman di Indonesia

Hiburan joko anwar film indonesia
Cecylia Rura • 30 Maret 2019 12:41
Jakarta: Penulis sekaligus sutradara Joko Anwar memaparkan hal penting yang diperlukan industri perfilman Indonesia adalah sumber daya manusia. Keluhan Joko Anwar disampaikan tepat sehari sebelum perayaan Hari Film Nasional melalui akun Twitter @jokoanwar pada Jumat, 29 Maret 2019.
 
"Masalah perfilman Indonesia yang paling urgent adalah kurangnya kru dan pemain film yang punya skill. Produksi tiap tahun makin banyak. Kru enggak ada," tulis Joko Anwar.
 
Memang, belakangan film karya anak bangsa sukses mencari perhatian terutama di beberapa festival film. Salah satunya film Joko Anwar berjudul Pengabdi Setan. Namun, tenaga perfilman tentu bukan sekadar bekerja tetapi memiliki talenta untuk berkontribusi di dunia film. Akar dari pencetak sumber daya manusia ini tentu membutuhkan wadah pelatihan formal berupa sekolah maupun komunitas. Menurut Joko, wadah ini masih kurang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau yang enggak kompeten ngajar, sesatlah semua. Yang mau kerja di film enggak mau belajar dulu. Dia kira kayak makan bubur ayam langsung bisa," bunyi pernyataan Joko Anwar dalam cuitan utas di Twitter.
 
Dia menyarankan, setidaknya rumah produksi menggunakan dana untuk mengadakan pelatihan dan menghasilkan tenaga di dunia perfilman. "Penulisan skenariolah minimal. Ntar lulus dan bagus mereka pekerjakan. Datangkan pengajar yang kompeten. Kalau perlu dari luar negeri," sambung Joko.
 
Joko Anwar menilai, perfilman Indonesia kini tengah berada di masa gemilang. Jumlah penonton dan kepercayaan penonton untuk film lokal meningkat. Pendapat ini selaras dengan produser Sheila Timothy yang juga kerap melakukan networking di beberapa festival film dan sukses bekerja sama dengan 20th Century Fox untuk film Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212.
 
"Kemarin saya sempat bicara di Cine Asia di Hong Kong. Semua yang hadir kebanyakan dari studio-studio Hollywood. Semua mata mereka ke Indonesia. Kenapa? Karena kita punya populasi yang sangat besar, market yang sangat luas, kemudian jumlah layar kita yang masih sedikit sehingga pengembangan untuk menjadi lebih banyak lagi sangat punya potensi dibandingkan dengan China yang sudah stagnan sekarang," kata produser yang karib disapa Lala itu di Jakarta Selatan belum lama ini.
 
Melihat perfilman Indonesia sedang dalam masa menggembirakan, Joko Anwar menyarankan agar para pembuat film terkhusus rumah produksi untuk serius menggarap konten film.
 
"Pembuat film (terutama pemilik PH) jangan take it for granted. Bikin film asal, tema dan genre itu-itu aja. Jenuh ntar penonton dan hilang lagi," tulis Joko Anwar.
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif