Go-Jek Dukung 13 Proyek Film Dokumenter
Don't Talk About Freedom (Foto: Irama Nusantara)
Kuta: Program kolaborasi Go-Studio (Go-Jek), Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf), dan In-Docs telah memilih 13 dari 22 proyek dokumenter Indonesia yang dipresentasikan dalam Docs By The Sea (DBTS) 2018 di Kuta, sepekan terakhir. Belasan proyek ini, yang punya fase produksi berbeda-beda, akan mendapat dukungan berupa bimbingan, pendanaan, dan distribusi. 

Program ini bernama Docs By The Sea Co-Production Fund. Daftar proyek penerima program diumumkan oleh Presiden Go-Studio Christopher Smith dan Direktur Program In-Docs Amelia Hapsari dalam seremoni penutup DBTS 2018 di Hotel The Patra Kuta pada Kamis malam, 9 Agustus. 

"Semua yang kami lakukan di Go-Jek, kami memastikan ada dampak positif dalam masyarakat Indonesia, termasuk industri hiburan. Kami merasa film dokumenter juga penting. Karena itulah kami sangat senang menjadi bagian dari ini sampai punya, harapannya, pengaruh besar dalam industri, membantu sineas dan organisasi seperti BEKraf dan In-Docs di Docs," kata Christopher.


"Aku ingin kalian memakai kesempatan ini untuk benar-benar mendorong batas-batas, untuk bisa melampaui apa yang bisa kalian lakukan serta untuk menjangkau khalayak seluas mungkin dan mimpi yang bisa kalian capai. Ini adalah batch pertama Docs By The Sea Co-Production Fund," sambung Amelia. 

Ada How Far I'll Go (Ucu Agustin), The Songbirds of Aceh (Aminda Faradilla), dan The Other Half (Wahyu Utami Putri), ketiganya adalah proyek dokumenter pendek finalis  DBTS 2018. 

Ada Sculpting The Giant (Rheza Wiguna & Banu Wirandoko), Don't Talk About Freedom (Gerry Apriyan), Bara atau The Flame (Arfan Sabran), Help is on the Way? (Ismail Fahmi Lubish), Nchay Mencari Suaka (Andi Hutagalung), serta Plastic Bag Journal (Gugun Junaedy). Ini adalah enam proyek dokumenter panjang finalis DBTS 2018. 

Empat proyek lain berasal dari finalis DBTS 2017, tetapi mendapat kesempatan untuk ikut mengajukan diri ke program bersama Go-Studio, yang mana baru tahun ini. Ada Rato and I (Ray Nayoan), My Big Sumba Family (Tonny Trimarsanto), A Boarding School (Shalahuddin Siregar), serta You and I (Fanny Chotimah). 

Dukungan pendanaan dari program ini dikelola oleh In-Docs dan dikonsultasikan dengan lima mentor mancanegara, yaitu Iikka Vehkalahti, Ulla Simonen, Peter Jaeger, MIkael Opstrup, dan Yael Bitton. Belasan proyek ini akan mendapat besaran bantuan berbeda-beda sesuai tahap perjalanan masing-masing. Selain itu, beberapa proyek sebetulnya juga telah mendapat dukungan pendanaan dari sejumlah mitra lain.

"Jika mereka punya tim produksi bagus dan tahu pasti cerita yang mereka butuhkan serta punya sutradara dan editor hebat, mungkin mereka hanya butuh dana segar untuk melangkah," tutur Christopher dalam wawancara khusus dengan sejumlah jurnalis. 

"Ada beberapa proyek yang bisa mendapat keuntungan lewat bimbingan, membentuk ulang cerita dan standar yang telah mereka bikin supaya lebih fokus dan berdampak," lanjutnya. 

Go-Studio adalah anak perusahaan Go-Jek yang bergerak dalam industri bisnis. Sejauh ini, mereka telah mendukung empat film cerita panjang Indonesia, salah satunya Kulari ke Pantai.

Tahun ini adalah gelaran kedua Docs By The Sea, forum dokumenter hasil kerja sama In-Docs dan BEKraf. Rencananya, forum ini akan dilanjutkan dua tahun sekali, bergantian dengan Good Pitch South East Asia.
 



(ASA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id