Jakarta: Aktor Ari Irham mengaku menjalani proses emosional saat dipercaya memerankan tokoh utama bernama Hikmah dalam film Seni Merayu Tuhan, adaptasi dari buku bestseller karya Habib Husein Jafar Al-Hadar. Menurut Ari, karakter Hikmah terasa begitu dekat dengan perjalanan hidup yang sedang ia alami.
Dalam film debut penyutradaraan Cesa David Luckmansyah itu, Hikmah digambarkan sebagai sosok yang tengah mencari jalan pulang setelah bergulat dengan berbagai pergulatan hidup. Bagi Ari, kedekatan itulah yang justru membuatnya diliputi rasa takut sejak proses audisi.
"Sejujurnya, saat pertama kali casting film Seni Merayu Tuhan, saya datang ke kantor Wahana Kreator dengan badan yang lumayan berat. Bukan kondisi fisik, melainkan secara spiritual dan juga hati," ujar Ari saat sesi press junket di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Juli 2026.
Ari mengaku tak menyangka akhirnya terpilih membintangi film tersebut. Ia menjalani dua kali proses casting bersama sutradara Cesa David Luckmansyah dan penulis Salman Aristo, namun selama proses itu perasaannya justru dipenuhi kegelisahan.
"Nggak nyangka juga bakal bisa main di film ini. Di-casting dua kali bersama Kang Cesa dan Bang Aris. Waktu itu rasanya benar-benar sama, hati saya lagi nggak enak juga," lanjutnya.
Perasaan itu semakin kuat ketika ia mulai mendalami karakter Hikmah. Alih-alih merasa senang mendapatkan peran utama, Ari justru merasa takut karena menemukan banyak kesamaan antara karakter tersebut dengan dirinya.
"Bang Aris waktu itu tanya saat kami lagi rekaman doa, 'Ri, kamu ngerasain nggak?' Rasanya bukan senang, justru saya takut. Setelah baca ceritanya, saya merasa karakter ini sangat dekat dengan garis kehidupan saya sendiri," ungkapnya.
Ari mengatakan, selama ini ia tak pernah menceritakan pergulatan pribadinya kepada siapa pun, termasuk kepada Cesa. Karena itu, membintangi Seni Merayu Tuhan menjadi pengalaman yang memaksanya kembali menghadapi proses yang selama ini belum benar-benar selesai.
"Saya nggak cerita ke Kang Cesa atau ke siapa pun sebelumnya. Saya takut membongkar dan merasakan film ini, karena saya sendiri masih belum selesai dengan proses yang saya alami dalam hidup. Sama seperti Hikmah yang juga belum selesai. Dia bukan karakter yang tiba-tiba jadi sempurna setelah bertobat. Dia tetap manusia yang sedang berproses, sama seperti saya saat ini," tuturnya.
Bagi Ari, film tersebut juga memberinya ruang untuk kembali memaknai hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Ia percaya setiap orang memiliki cara masing-masing untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
"Saya rasa semua orang punya caranya masing-masing untuk merayu Tuhan. Buat saya pribadi, salah satu caranya adalah mensyukuri apa yang saya miliki saat ini. Saya percaya dengan bersyukur, saya sudah merayu Tuhan. Bahkan mungkin tanpa disadari, teman-teman semua juga sudah merayu Tuhan dengan cara masing-masing. Sesederhana berbuat baik kepada orang lain saja, itu menurut saya sudah menjadi salah satu bentuk merayu Tuhan," tutup Ari.
Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy.
Film produksi Wahana Kreator tersebut diproduseri Salman Aristo dan Sigit Pratama, serta menjadi debut penyutradaraan editor peraih tiga Piala Citra FFI, Cesa David Luckmansyah. Naskahnya ditulis Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer, yang juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.
Film Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan