Film yang diproduseri oleh Kip Thorne itu mampu menciptakan efek visual dari Gargantua atau yang dikenal sebagai lubang hitam terbesar di alam semesta. Thorne mengklaim jika efek visual lubang hitam yang ada di film ini merupakan yang pertama kalinya menggunakan teori persamaan relativitas milik Einstein.
Gargantua divisualisasikan sebagai lubang hitam yang mampu memutar dimensi menjadi material yang kompleks dan berubah bentuk. Dimensi itu berada di atas dan di bawah lubang hitam.
Teknik pengambilan gambar pada film ini sangat cerdas sehingga membuat kesan dramatis. Menggambarkan luar angkasa di mana keheningan menjadi nuansa yang sangat mencekam. Selamat "Interstellar"!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News