“Buka Mata, Buka Cerita” Kolaborasi Insto, Nia Dinata, dan 9 Anak Muda
Insto, brand tetes mata dari Combiphar, bersama Nia Dinata mempersembahkan Film Mini Dokumenter pertama di Indonesia menggunakan Snapchat Spectacles bertajuk "Buka Mata, Buka Cerita". (Foto: Dok. Insto.co.id)
Jakarta: Insto, brand tetes mata dari Combiphar, bersama Nia Dinata mempersembahkan Film Mini Dokumenter pertama di Indonesia menggunakan Snapchat Spectacles bertajuk "Buka Mata, Buka Cerita".

Film ini hasil kolaborasi Nia Dinata dengan 9 anak muda Indonesia sebagai Co-director yang terpilih dari hampir 1000 peserta. Film mini dokumenter ini menampilkan berbagai cerita kehidupan sehari-hari mereka dan keindahan Indonesia dari sudut pandang mata mereka masing-masing. 

Film Mini Dokumenter “Buka Mata, Buka Cerita” ditayangkan perdana di XXI Lounge Plaza Senayan pada hari Senin, 12 Maret 2018 kemarin dan dihadiri oleh Weitarsa Hendarto, VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations PT Combiphar; Nia Dinata, Sutradara Film Indonesia Senior; Dion Wiyoko, Public Figure, Aktor Film dan orang yang senang bertualang; serta 9 co-directors terpilih. 


Pada kesempatan tersebut, Weitarsa Hendarto, menyampaikan, “Insto sudah hadir selama lebih dari 30 tahun di Indonesia dan telah menjadi brand terpercaya untuk solusi iritasi mata ringan. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mendukung industri kreatif, kegiatan “Buka Mata, Buka Cerita” merupakan inisiatif Insto kepada anak muda, untuk secara jernih melihat dan merekam berbagai peristiwa di kehidupan mereka sehari-hari melalui teknik dasar pembuatan film mini dokumenter yang baik bersama Nia Dinata sebagai salah satu Sutradara Film terbaik Indonesia.” 

Sembilan co-directors terpilih berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Solo, Pontianak, Yogyakarta, Subang, Bandung, Jakarta, Tangerang, Bekasi dan sebagainya, mengangkat 9 cerita dengan tema dan latar belakang yang beragam. Keseluruhan cerita tersebut kemudian diangkat menjadi film “Buka Mata, Buka Cerita”. 


(Workshop "Buka Mata, Buka Cerita". Foto: Courtesy Citrus Channel/YouTube)

Menyambut kolaborasi project film mini dokumenter ini, Nia Dinata, mengungkapkan, “Saya sangat antusias atas kesempatan kerjasama yang diberikan Insto untuk terlibat dalam project ini. Konsep dari project pembuatan film mini dokumenter ini adalah mengajak anak-anak muda untuk secara jujur dan kritis menyampaikan apa yang terjadi disekitar mereka dan apa yang mereka alami dari sudut pandang mata mereka masing-masing.” 

“Dari hampir 1000 cerita yang dikirim peserta, hanya ada 9 cerita yang dipilih karena keberhasilan para co-directors dalam mengangkat dokumenter yang syarat dengan keunikan, sensitivitas, dan realita yang ada,” ujar Nia Dinata. 

Film “Yang Berdiri Sejak Lama” oleh Ghafara Difa Harashta.; “Dibawah Fly Over” oleh Yudhistira Tegar Hermawan dan “Pohaci” oleh Sri Sulistiyani telah terpilih sebagai film serta 3 co-directors dengan cerita terbaik yang mendapatkan piagam serta hadiah berupa uang tunai.

Dion Wiyoko, mendukung project ini menyampaikan, “Kegiatan project film ini sangat inspiratif. 10 tahun yang lalu saat saya memulai karier, saya tidak memiliki kesempatan seperti ke-9 peserta ini."

"Saya mengapresiasi Insto karena telah memberikan kesempatan yang baik bagi anak muda untuk menuangkan kreatifitasnya untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat sesuai dengan tujuan dari kampanye Buka Mata Buka Cerita ini.” 

"Insto senantiasa melakukan edukasi tentang pentingnya memiliki mata yang sehat. Khususnya bagi anak muda yang kerap memiliki gaya hidup serba aktif dan sangat produktif. Selain memberikan wadah untuk berkarya, melalui kegiatan ini kami juga mengedukasi mereka tentang kesehatan mata. Karena mata yang sehat adalah kunci utama untuk tampil sukses dan percaya diri,” tambah Weitarsa Hendarto. 

“Faktanya 9 dari 10 orang Indonesia pernah mengalami iritasi mata ringan. Namun sayangnya baru 1 dari 9 orang yang menggunakan tetes mata. Banyak dari masyarakat yang tidak menyadarinya bahwa kegiatan mereka sehari-hari dapat menyebabkan iritasi pada mata, diantaranya adalah paparan gadget, layar komputer, ruangan ber-AC, menyetir dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan mata lelah dan kering," ujar Weitarsa Hendarto. 

"Sedangkan mata merah dapat disebabkan oleh asap, debu dan polusi akibat berkendara motor, penggunaan transportasi umum, dan beberapa aktifitas olahraga,” tambah Weitarsa Hendarto. 

Proses seleksi peserta “Buka Mata, Buka Cerita” dimulai sejak bulan Oktober 2017 hingga Februari 2018. Hampir 1000 cerita dan foto telah dikirimkan peserta.

Insto dan Nia Dinata telah memilih 20 semifinalis dimana mereka mendapatkan kesempatan untuk mengikuti workshop selama satu hari bersama Nia Dinata tentang teknik dasar pembuatan film mini dokumenter menggunakan Snapchat Spectacles. Dihari yang sama, Insto dan Nia Dinata kemudian memilih 9 finalis sebagai co-director untuk berkolaborasi dengan Nia Dinata.



(TIN)