Film GJLS Berapi-Api (Foto: Dok. Pibadi annisaj)
Film GJLS Berapi-Api (Foto: Dok. Pibadi annisaj)

Monty Tiwa Ungkap Tantangan Syuting GJLS: Berapi-api, 50 Persen Adegan Kebakaran Pakai Api Nyata

Agustinus Shindu Alpito • 30 Oktober 2026 08:17
Ringkasnya gini..
  • Proses produksi film GJLS: Berapi-api menghadirkan sejumlah tantangan bagi para pemain dan kru.
  • Monty menjelaskan, tim produksi sempat menghadapi kesulitan dalam menentukan lokasi yang sesuai untuk pengambilan gambar adegan kebakaran.
  • Penggunaan api sungguhan tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk menghadirkan suasana yang lebih nyata.

Jakarta: Proses produksi film GJLS: Berapi-api menghadirkan sejumlah tantangan bagi para pemain dan kru. Tak hanya berhadapan dengan ular sungguhan, para pemain juga harus menjalani adegan kebakaran yang mengandalkan api nyata untuk menciptakan sensasi ketakutan yang lebih realistis.

Sutradara Monty Tiwa mengungkapkan bahwa proses pengambilan gambar adegan kebakaran membutuhkan persiapan khusus, mulai dari pencarian lokasi hingga pembangunan set. Dalam konferensi pers film GJLS: Berapi-api di XXI Epicentrum Mall, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026, Monty menjelaskan bahwa tim produksi menggabungkan efek praktis dan computer-generated imagery (CGI) untuk menghadirkan kobaran api di layar.
 

Monty Tiwa Gabungkan Api Nyata dan CGI

Monty menjelaskan, tim produksi sempat menghadapi kesulitan dalam menentukan lokasi yang sesuai untuk pengambilan gambar adegan kebakaran. Sejumlah tempat yang secara artistik cocok ternyata tidak mengizinkan proses pembakaran, sementara lokasi yang memperbolehkan pembakaran justru tidak sesuai dengan kebutuhan visual film.

Tim akhirnya memilih sebuah gudang tua di PFN. Namun, karena kondisi tempat tersebut dinilai kurang sesuai secara artistik, tim produksi membangun set sendiri untuk memenuhi kebutuhan adegan.

“Jadi misalnya 50% api yang ada di adegan itu real. 50% sisanya kita tambah dengan CGI,” ujar Monty Tiwa.

Penggunaan api sungguhan tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk menghadirkan suasana yang lebih nyata. Meski demikian, prosesnya membutuhkan perhatian khusus karena api dapat menyebar dan sulit diprediksi selama pengambilan gambar.

 

Monty mengungkapkan, tim baru menyadari adanya tantangan tersebut ketika proses pengambilan gambar berlangsung beberapa kali. Material set yang digunakan ternyata dapat membuat api menyebar setelah terkena pembakaran berulang.

Bahkan, terdapat situasi ketika kondisi api saat pengambilan gambar berbeda dari saat latihan. Hal tersebut membuat adegan kebakaran terasa lebih menegangkan bagi para pemain.

Untuk mengantisipasi risiko, tim produksi menyiagakan petugas pemadam kebakaran di lokasi syuting. Langkah ini dilakukan agar proses pengambilan gambar tetap memperhatikan keselamatan seluruh orang yang terlibat.
 

Trio GJLS Akui Ketakutan Saat Berhadapan dengan Ular Sungguhan

Selain adegan kebakaran, pengalaman menghadapi ular sungguhan juga menjadi salah satu tantangan yang membekas bagi para personel GJLS, yaitu Rigen, Rispo, dan Hifdzi.

Dalam sesi konferensi pers, para pemain mengungkapkan bahwa mereka benar-benar takut terhadap ular. Ketegangan tersebut semakin terasa ketika ular dilepaskan di dalam rumah untuk kebutuhan adegan, sementara kamera dan sebagian kru berada di luar lokasi.

Salah satu pemain mengaku sudah memikirkan adegan tersebut sejak sehari sebelum pengambilan gambar. Rasa khawatir itu bahkan masih terbawa setelah proses syuting selesai.

Pengalaman tersebut membuat ketakutan yang terlihat di layar tidak sepenuhnya berasal dari akting. Para pemain memang menghadapi situasi yang membuat mereka merasa terancam.

Salah satu personel GJLS juga menceritakan adegan ketika dirinya harus menarik kepala Yono, sahabatnya dalam cerita. Ia mengaku sempat merasa tidak tega melakukan tindakan tersebut karena memiliki kedekatan emosional dengan karakter itu.

Pengalaman para pemain tersebut memperlihatkan tantangan yang muncul ketika kebutuhan adegan menuntut mereka menghadapi situasi di luar kenyamanan pribadi.

Melalui penggunaan api nyata dan keterlibatan ular sungguhan, GJLS: Berapi-api menghadirkan proses produksi yang menuntut persiapan teknis sekaligus kesiapan para pemain. Namun, Monty menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi perhatian tim, terutama dalam pengambilan gambar adegan kebakaran.

Film GJLS: Berapi-api dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.



(Annisa Julinah)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA