Final Table (Foto: Youtube)
Final Table (Foto: Youtube)

Review Drakor Final Table: Ahn Hyo Seop Bikin Kompetisi Memasak Lebih Dramatis

Agustinus Shindu Alpito • 29 Oktober 2026 10:32
Ringkasnya gini..
  • Drama Korea Final Table menawarkan sesuatu yang berbeda dari drama kuliner pada umumnya.
  • Salah satu hal menarik dari Final Table adalah cara drama ini memanfaatkan kompetisi memasak sebagai penggerak cerita
  • Daya tarik berikutnya datang dari Ahn Hyo Seop yang memerankan Kang Han. Kali ini, ia hadir dalam dunia kuliner sebagai koki dengan kemampuan tinggi

Jakarta: Drama Korea Final Table menawarkan sesuatu yang berbeda dari drama kuliner pada umumnya. Serial yang dibintangi Ahn Hyo Seop ini tidak hanya mengandalkan hidangan menggugah selera, tetapi juga menghadirkan persaingan antarkoki, konflik keluarga, dan perjalanan karakter untuk memperbaiki masa lalu.

Tayang perdana pada 24 Oktober 2026, Final Table mengikuti kompetisi memasak fiktif bertajuk The Table: K-Chef 2026. Para koki Korea dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk memperebutkan gelar koki terbaik, dengan membawa kemampuan sekaligus persoalan masing-masing.

Namun, daya tarik drama ini bukan semata-mata soal siapa yang mampu menyajikan hidangan terbaik. Di balik persaingan tersebut, ada perjuangan mempertahankan restoran keluarga dan hubungan antarkarakter yang menjadi bagian penting cerita.

Perpaduan Kompetisi Memasak dan Drama Keluarga

Salah satu hal menarik dari Final Table adalah cara drama ini memanfaatkan kompetisi memasak sebagai penggerak cerita. Setiap tantangan memberi ruang bagi para koki untuk menunjukkan kemampuan dan karakter mereka, sekaligus membuka peluang munculnya konflik baru.

Cerita berpusat pada Choi Song Yi (Hong Hwa Yeon), yang berusaha memulihkan reputasi sekaligus mempertahankan restoran peninggalan mendiang ayahnya. Dalam situasi tersebut, ia bertemu dengan Kang Han (Ahn Hyo Seop), koki berbakat dengan latar belakang misterius.

Kang Han memiliki pengalaman kuliner internasional dan pendekatan memasak yang tidak biasa. Kehadirannya menjadi salah satu kunci dalam perjuangan Song Yi, sekaligus membawa dinamika baru ke dalam kompetisi.

 

Konsep ini membuat Final Table tidak hanya berfokus pada hasil akhir sebuah perlombaan. Penonton juga diajak memahami alasan para karakter bertahan di dunia kuliner dan hal-hal yang ingin mereka perjuangkan.

Meski begitu, perpaduan kompetisi dan melodrama menjadi tantangan tersendiri. Ketegangan saat para koki beradu kemampuan perlu berjalan seimbang dengan konflik personal agar cerita tidak kehilangan fokus.

Ahn Hyo Seop Tampil sebagai Koki Misterius

Daya tarik berikutnya datang dari Ahn Hyo Seop yang memerankan Kang Han. Kali ini, ia hadir dalam dunia kuliner sebagai koki dengan kemampuan tinggi dan masa lalu yang belum sepenuhnya terungkap.

Karakter Kang Han memiliki kepercayaan diri dan insting memasak yang kuat. Ia tidak sekadar mengikuti aturan, tetapi juga mengandalkan pengalaman serta kreativitasnya untuk menghadapi tantangan.

Sementara itu, Hong Hwa Yeon sebagai Choi Song Yi membawa sisi emosional cerita melalui perjuangannya mempertahankan restoran keluarga. Kehilangan sang ayah dan persoalan reputasi restoran membuat karakter ini memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar memenangkan kompetisi.

Chang Ryul juga menarik perhatian lewat karakter Cha Woo Jin, koki perfeksionis yang berpotensi menjadi rival utama Kang Han. Kehadiran sosok kompetitif seperti Woo Jin memberi ruang bagi persaingan yang lebih tajam.

Dinamika ketiga karakter tersebut menjadi salah satu hal yang patut diikuti. Persaingan profesional, persoalan pribadi, dan kemungkinan hubungan antarkarakter dapat membuat cerita berkembang melampaui pertarungan di dapur.

Mengingatkan pada Culinary Class Wars, tetapi dengan Pendekatan Berbeda

Bagi penonton yang menyukai Culinary Class Wars, konsep Final Table mungkin terasa familier. Keduanya sama-sama menempatkan kompetisi memasak sebagai pusat ketegangan, lengkap dengan tantangan dan penilaian terhadap hidangan para peserta.

Perbedaannya, Final Table merupakan drama fiksi yang memberi porsi besar pada latar belakang karakter dan konflik keluarga. Penonton tidak hanya mengikuti proses memasak, tetapi juga mengetahui alasan di balik keputusan para tokohnya.

Pendekatan tersebut membuka peluang untuk membangun keterikatan emosional dengan para karakter. Sebuah hidangan dapat memiliki makna lebih dari sekadar penilaian rasa atau teknik, terutama ketika berkaitan dengan kenangan, kehilangan, dan upaya memperbaiki keadaan.

Namun, drama ini juga perlu menjaga intensitas kompetisinya. Jika konflik personal terlalu mendominasi, ketegangan memasak yang menjadi daya tarik utama berisiko kehilangan ruang. Sebaliknya, kompetisi yang terlalu panjang tanpa perkembangan karakter dapat membuat ceritanya terasa repetitif.

Layak Masuk Daftar Tontonan Drakor Kuliner?

Final Table memiliki modal berupa premis yang mudah menarik perhatian, jajaran pemain yang menjanjikan, serta perpaduan kompetisi memasak dan konflik emosional. Kehadiran Kang Han yang misterius juga memberi alasan bagi penonton untuk mengikuti perkembangan cerita dan mencari tahu latar belakangnya.

Drama ini berpotensi cocok bagi penonton yang menyukai cerita tentang dunia kuliner, persaingan profesional, dan perjuangan mempertahankan usaha keluarga. Unsur emosionalnya juga memberi variasi bagi penonton yang menginginkan lebih dari sekadar adegan memasak.

Meski demikian, kekuatan Final Table pada akhirnya bergantung pada konsistensi pengembangan ceritanya. Kompetisi perlu terasa meyakinkan, sementara konflik antarkarakter harus berkembang secara alami.

Secara keseluruhan, Final Table menawarkan kombinasi menarik antara drama kuliner dan kisah keluarga. Bagi pencinta drakor bertema kompetisi, serial ini layak dipertimbangkan untuk masuk daftar tontonan, terutama jika penasaran melihat Ahn Hyo Seop bertransformasi menjadi koki.



(Annisa Julinah)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA