Kisahnya berpusat pada satu misi penyelamatan sandera oleh pasukan gabungan TNI. Suatu ketika, kapal pesiar berbendera Indonesia dibajak teroris internasional ketika sedang lewat perairan Indonesia. Satu awak kapal ditembak mati dan menyisakan beberapa orang, termasuk kapten kapal dan para turis dari Prancis, Kanada, dan Korea Selatan.
Mereka diculik oleh teroris, yang meminta uang tebusan kepada pemerintah negara asal para turis. Demi membebaskan sandera, TNI menjalankan operasi gabungan dalam waktu 24 jam.
Naskah film ditulis oleh Tiopan Bernhard Silalahi, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara era Presiden Suharto 1993-1998, yang juga seorang Purnawirawan TNI. Sebelumnya TB Silalahi telah menulis serta memproduksi dua film fiksi bertema perang, yaitu Toba Dreams (2015) dan Pasukan Garuda: I Leave My Heart In Lebanon (2016).
TB Silalahi sekaligus bertindak sebagai produser eksekutif. Kursi sutradara ditempati oleh Mirwan Suwarso, yang sebelumnya mengerjakan Golden Goal (2011) dan Susahnya Jadi Perawan (2008). Josie Karjadi menjadi produser.
Sejumlah aktor yang terlibat antara lain Maruli Tampubolon, Prisia Nasution, Ariyo Wahab, dan Mentari De Marelle, Verdy Bhawanta, Restu Sinaga, dan Happy Salma. Beberapa prajurit TNI juga ikut berakting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News