Film Anak-Anak Bambu (Foto: instagram)
Film Anak-Anak Bambu (Foto: instagram)

Dibintangi Ayushita dan Fairuz, Film Anak-Anak Bambu Penuh Kisah Haru

Elang Riki Yanuar • 21 Juli 2026 19:38
Ringkasnya gini..
  • Film Anak-Anak Bambu mengangkat perjuangan mempertahankan rumah bagi puluhan anak yatim yang terancam kehilangan tempat berlindung.
  • Elma Theana membawa kepeduliannya terhadap anak yatim ke film Anak-Anak Bambu dan akan menggelar kegiatan sosial di 11 kota.
  • Dibintangi Ayushita dan Fairuz A. Rafiq, Anak-Anak Bambu menghadirkan kisah hangat tentang keluarga, kasih sayang, dan tempat pulang.
Jakarta: Rumah yang menjadi tempat berlindung bagi puluhan anak yatim terancam hilang setelah tanah tempat mereka tumbuh mulai diincar berbagai kepentingan. Konflik tersebut menjadi inti cerita film Anak-Anak Bambu yang mengangkat makna keluarga tanpa hubungan darah dan perjuangan mempertahankan tempat pulang.
 
Film Anak-Anak Bambu menghadirkan kisah para penghuni Rumah Anak-Anak Bambu, sebuah tempat sederhana yang selama ini menjadi rumah bagi anak-anak yang membutuhkan kasih sayang dan perlindungan. Kehidupan mereka mulai berubah ketika muncul ancaman yang dapat membuat mereka kehilangan satu-satunya tempat yang dianggap sebagai rumah.
 
Di tengah situasi tersebut, anak-anak dan orang-orang yang merawat mereka harus berjuang mempertahankan kebersamaan yang telah terbangun. Film ini kemudian membawa pertanyaan mengenai makna keluarga bagi mereka yang tidak memiliki hubungan darah, tetapi tumbuh bersama dalam kasih sayang.

Anak-Anak Bambu merupakan produksi Theana Pictures yang berkolaborasi dengan PT Armada Bumi Investama. Film tersebut membawa tema kemanusiaan, keluarga, kepedulian sosial, serta pentingnya memiliki lingkungan yang dapat memberikan rasa aman dan penerimaan.
 
Produser sekaligus pemain Elma Theana mengatakan cerita Anak-Anak Bambu berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurut dia, rumah dalam film tersebut tidak hanya digambarkan sebagai sebuah bangunan, tetapi juga menjadi simbol tempat seseorang merasa diterima dan dicintai.
“Film ini bukan hanya tentang sebuah rumah atau panti asuhan. Ini adalah cerita tentang manusia yang ingin diterima, dicintai, dan memiliki tempat untuk pulang. Kami berharap pesan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh penonton Indonesia,” kata Elma Theana.
 
Pesan mengenai kepedulian terhadap anak-anak yatim juga tidak berhenti pada cerita yang ditampilkan di layar lebar. Tim film Anak-Anak Bambu berencana membawa semangat tersebut melalui kegiatan sosial yang digelar di sejumlah wilayah Indonesia.
 
Elma mengungkapkan pihaknya akan mengunjungi 11 kota untuk mengadakan kegiatan bersama anak-anak yatim. Rangkaian tersebut akan diisi dengan kegiatan nonton bersama sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di berbagai daerah.
 
“Semangat Anak-Anak Bambu tidak berhenti di layar lebar. Kami akan mengunjungi 11 kota di Indonesia untuk mengadakan kegiatan bersama anak-anak yatim. Kami ingin film ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi perhatian, kasih sayang, dan harapan kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Elma.
 
Sutradara Dyan Sunu Prastowo mengatakan Anak-Anak Bambu dirancang sebagai cerita yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kisahnya disampaikan melalui sudut pandang anak-anak serta orang-orang yang tumbuh dan menjalani kehidupan bersama mereka.
 
“Kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang sederhana namun membekas. Penonton akan melihat bagaimana sebuah tempat bisa menjadi sangat berarti ketika di dalamnya terdapat cinta, kenangan, dan orang-orang yang saling menjaga,” jelas Dyan.
Film tersebut juga menghadirkan karakter dengan berbagai latar belakang dan persoalan. Tidak ada tokoh yang digambarkan sepenuhnya sempurna, tetapi rasa cinta dan kepedulian menjadi sesuatu yang menyatukan mereka sebagai sebuah keluarga.
 
Fairuz A. Rafiq mengungkapkan salah satu alasan Elma Theana membuat film tersebut adalah kepeduliannya terhadap anak-anak yatim. Menurut dia, semangat tersebut kemudian menjadi bagian penting dari cerita yang dibawa Anak-Anak Bambu.
 
"Kak Elma membuat film ini salah satunya karena dia begitu mencintai anak yatim, dia sering sekali support mereka. Semua karakter di film ini tidak sempurna, tapi kami punya cinta yang membuat semuanya jadi sempurna," kata Fairuz.
 
Film ini diperkuat sederet pemain, yakni Elma Theana, Evi Yulyanti, Dyan Sunu Prastowo, Ayushita, Sonny Septian, Fairuz A. Rafiq, Irgi Fahrezi, M. Adhiyat, Abah Jatnika, Indra Birowo, Maya Wulan, dan Renzy Milano.
 
Film Anak-Anak Bambu akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 Juli 2026.
 

 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA