Pemain film Ikatan Darah (Foto: medcom/Maiza Jasmine)
Pemain film Ikatan Darah (Foto: medcom/Maiza Jasmine)

Pemain Film Ikatan Darah Tiga Bulan Dilatih Berantem

Elang Riki Yanuar • 23 April 2026 20:44
Ringkasnya gini..
  • Film action Ikatan Darah garapan Sidharta Tata dan Uwais Pictures siap tayang 30 April 2026, mengusung konflik keluarga dan survival.
  • Livi Ciananta ungkap karakter Mega di Ikatan Darah punya eskalasi emosi kuat, menghadapi banyak penjahat dengan gaya berbeda.
  • Demi adegan laga maksimal, Livi dan pemain Ikatan Darah latihan fisik serta koreografi pertarungan selama 3 bulan sebelum syuting.
Jakarta: Film action Indonesia terbaru berjudul Ikatan Darah siap meramaikan layar lebar. Film karya sutradara Sidharta Tata yang diproduksi bersama Uwais Pictures ini dijadwalkan tayang mulai 30 April 2026.
 
Mengusung tema keluarga, konflik, serta perjuangan bertahan hidup, Ikatan Darah menghadirkan aksi laga intens yang dipadukan dengan sentuhan emosional. Film ini dibintangi Derby Romero dan Livi Ciananta, serta didukung sejumlah aktor lainnya.
 
Livi Ciananta yang memerankan karakter Mega mengungkapkan bahwa tokohnya memiliki perjalanan emosi yang cukup kompleks. Ia menggambarkan Mega sebagai sosok yang harus menghadapi berbagai situasi berbahaya, sekaligus bergulat dengan konflik batin yang terus berkembang sepanjang cerita.

“Jadi setiap adegan berantem yang dilakukan oleh Mega di dalam film ini kebetulan bertemu dengan para penjahat yang karakternya beda-beda. Dan ada eskalasi emosi sampai akhirnya dia enggak stagnan di situ,” kata Livi.
 
Livi juga menjelaskan bahwa dirinya bersama para pemain lain menjalani latihan fisik dan koreografi pertarungan secara intens sebelum syuting dimulai. Latihan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga bulan untuk memastikan adegan aksi terlihat meyakinkan sekaligus aman dilakukan.
“Jadi emosi itu sudah dibentuk dari latihan yang kita lakukan tadi bersama Uwais Pictures selama kurang lebih tiga bulan,” ungkapnya.
 
Menurut Livi, persiapan panjang tersebut membuatnya tidak terlalu merasakan kelelahan selama proses syuting berlangsung. Dengan latihan yang matang, ia merasa lebih percaya diri dalam menjalani adegan-adegan aksi.
 
“Kalau dibilang lelah atau capek, itu bisa dibilang hampir tidak dirasakan,” ucapnya.
 
Ia menilai latihan selama tiga bulan menjadi faktor penting yang mendukung kelancaran produksi. Persiapan yang terjadwal membuat para pemain memahami kebutuhan setiap adegan, sehingga waktu syuting dapat dimanfaatkan secara maksimal.
 
“Karena persiapan selama tiga bulan yang sudah kita lakukan itu benar-benar sangat baik sekali. Jadi ketika shooting, kita tidak merasa ada waktu yang terbuang sia-sia. Semuanya terpakai maksimal,” lanjut Livi.
 
Selain itu, ia juga menyoroti kekompakan antara pemain dan kru yang dinilai sangat membantu proses produksi. Livi menyebut setiap divisi bekerja secara profesional sesuai tugasnya masing-masing.
 
“Aku yakin rata-rata cast di sini merasakan hal yang sama. Karena di film Ikatan Darah ini semua divisi, cast, dan crew bekerja sesuai porsinya dengan baik,” ujarnya.
 
Di akhir pernyataannya, Livi menggambarkan pengalaman syuting Ikatan Darah sebagai proses yang menantang namun menyenangkan. Meski film action identik dengan kerja keras dan risiko tinggi, ia mengaku menikmati setiap tahap produksi.
“Film action mungkin teman-teman pikir dikerjakan dengan sangat babak belur. Ya mungkin iya, tapi dalam proses syutingnya dan beberapa proses lain, perasaannya itu seru banget,” tutup Livi.
 
(Maiza Jasmine A.R)
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA