Black Mirror: Bandersnatch (Foto: netflix)
Black Mirror: Bandersnatch (Foto: netflix)

Black Mirror Bandersnatch Dianggap Trik Pemasaran Netflix, Kreator Beri Penjelasan

Hiburan netflix film asing
Purba Wirastama • 15 Januari 2019 14:52
California: Film thriller interaktif Black Mirror: Bandersnatch punya salah satu plot yang memasukkan merek Netflix sebagai bagian penting dalam cerita. Banyak yang menduga bahwa ini adalah trik pemasaran dan keputusan kreatif yang datang dari pihak perusahaan Netflix.
 
Dalam film garapan sutradara David Slade dan produser-penulis Charlie Brooker ini, penonton diberi dua pilihan adegan yang akan berpengaruh pada perjalanan cerita berikutnya.
 
Misalnya, ketika tokoh utama Stefan Butler berada di kantor pengembang gim dan menunjukkan contoh gim buatannya, penonton bisa memilih apakah Stefan mengambil tawaran kerja di kantor atau tidak. Dua pilihan ini akan berujung pada akhir cerita berbeda.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nah, bagian "Netflix" muncul ketika Stefan mulai sadar bahwa ada sesuatu dari luar dirinya yang menggerakkan keputusan sehari-hari, bahkan sekadar soal makanan apa untuk sarapan. Dia berteriak dan bertanya-tanya, meminta petunjuk andaikan sosok pengontrol dirinya memang ada. Muncullah dua gambar berbeda di layar komputer Stefan dan salah satunya Netflix.
 
Jika penonton memilih Netflix, Stefan mendapat penjelasan bahwa seseorang dari masa depan atau abad ke-21 sedang menonton dirinya lewat Netflix. Stefan bingung. Penonton bisa memilih apakah ingin memberi penjelasan atau tidak. Singkat kata, ini adalah humor meta yang menembus "dinding keempat" sinema.
 
Tidak sedikit penonton yang membahas penyematan logo dan pilihan cerita tersebut dalam konteks trik pemasaran Netflix. Namun apakah ide ini benar merupakan intervensi kreatif dari para bos Netflix?
 
Charlie Brooker, penulis dan produser yang membuat serial tv aslinya, membantah anggapan itu. Konsep cerita soal "Stefan ditonton dari platform streaming abad ke-21" sudah ada sejak awal proyek diajukan ke Netflix.
 
"Itu ide kami," kata Charlie dalam wawancara terbaru dengan The Wrap, "dan idenya muncul secara alami selama kami membicarakan kisahnya."
 
Menurut Charlie, Bandersnatch berkisah tentang seseorang yang sadar bahwa ada seseorang lain yang sedang mengontrol dia. Karena itu, ada satu momen ketika orang itu berbalik dan bertanya-tanya, siapakah orang itu.
 
Pilihan "Netflix" akhirnya dimasukkan, bukan untuk membuat pernyataan megah tentang kontrol dan dikontrol, tetapi sekadar sebagai bahan lelucon yang tetap relevan dengan tema filmnya.
Pilihan aneh ini membuat Bandersnatch punya setidaknya lima akhir cerita dengan nuansa berbeda.
 
"Kami ingin percabangan ceritanya menjadi lucu, beberapa jadi menakutkan, beberapa jadi dramatis. Kami pikir akan jadi lucu ketika kalian menyatakan kebenaran padanya," tutur Charlie.
 
"Jika kau hanya bilang, 'Aku melihatmu dari televisi dan ini adalah Netflix dan aku dari abad ke-21', semakin kau mencoba menjelaskan, ini akan terdengar semakin gila, dan semakin gila lagi ketika dia menjelaskan itu ke orang lain pada tahun 1984. Jadi sebenarnya ini adalah konsekuensi dari itu," lanjutnya.
 
Charlie nyaris malu ketika menawarkan proyek ini ke Netflix.
 
"Aku bilang, 'Apakah boleh melakukan ini?' Mereka merasa bahwa itu lumayan lucu," pungkasnya.
 
Black Mirror: Bandersnatch dirilis perdana di Netflix pada 28 Desember 2018. Fionn Whitehead menjadi pemeran utama dan beradu akting dengan Craig Parkinson, Alice Lowe, Will Poulter, Talulah Riley, dan Asim Chaudhry.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif