Film Susi Susanti: Love All. (Foto: Dok. YouTube/Film Susi Susanti)
Film Susi Susanti: Love All. (Foto: Dok. YouTube/Film Susi Susanti)

Ulasan Film Susi Susanti: Love All

Hiburan ulasan film Film Susi Susanti: Love All
Cecylia Rura • 24 Oktober 2019 07:00
Jakarta: Paket lengkap. Perjalanan panjang atlet pebulutangkis Susy Susanti runtut diceritakan sejalan dengan kondisi Indonesia pada masa transisi kepemimpinan Presiden Soeharto. Susy Susanti bersama keluarga dan rekan sejawat dengan latar keluarga etnis Cina harus melalui pelik status kewarganegaraan di Indonesia meski telah membawa pulang medali emas.
 
Film ini dibuka suasana haru dan manis hubungan ayah dan anak perempuannya. Iszur Muchtar, personel P Project ini tak tampak melawak tapi menggambarkan figur ayah Susy Susanti, Risad Haditono yang menenangkan dalam setiap obrolannya dengan sang putri. Dayu Wijanto yang memerankan Ibu Purwo Banowati menghidupkan karakter seorang ibu dengan celetukan polosnya.
 
Menarik saat hidangan ciapo, ayam masak obat dari sang ibu membuat Susy Susanti rindu pulang semasa masih dikarantina. Berkat ciapo juga, Alan Budikusuma akhirnya membuka diri dan mendekati Susy Susanti.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain tentang perjalanan Susy Susanti, film biopik ini menuturkan bagaimana pada zaman itu warga etnis Cina masih kurang diterima di tengah masyarakat Indonesia. Ini menjadi salah satu tekanan bagi Susy Susanti saat berjuang menjadi atlet pebulutangkis.
 
Sim F sejak menit pertama sudah memukau dengan padanan warna sinematografi cantik menghidupkan nuansa era 80-an. Untuk proyek debutan film panjang, tatanan cerita dan pesan yang ingin disampaikan begitu rapi. Kurang dari 100 menit, Sim F menampilkan bagaimana perjuangan Susy Susanti mencintai badminton, menebus utang medali emas, cerita tentang status kewarganegaraan para etnis Cina, hingga cintanya bersama Alan Budikusuma.
 
Untuk mendukung nuansa 80-an, Tony Merle, Aghi Narottama, dan Bemby Gusti dipercaya menjaga scoring film. Nama mereka sudah tak asing lagi dalam memberikan sentuhan nada-nada cantik membawa penonton kembali ke era 80-an. Ketiganya sebelumnya mengerjakan scoring film Perempuan Tanah Jahanam karya penulis sekaligus sutradara Joko Anwar.
 
Bila Anda mengikuti beberapa video musik garapan Sim F, bisa merasa sedikit bernostalgia pada menit-menit kamera membidik perangai para aktor. Nuansa perasaan aktor yang dibidik kamera merasuk dalam setiap era yang ditampilkan di film.
 
Sim F sebelumnya spesialisasi mengerjakan proyek iklan komersil dan video musik, beberapa di antaranya untuk Sherina di lagu Cinta Pertama dan Terakhir, serta Akan Kutunggu, juga Peterpan untuk lagu Walau Habis Terang, Jika Engkau, dan Menghapus Jejakmu.
 
"Kalau video klip lebih ke visual buat lagu. Sedangkan film bertutur, bercerita. Jadi, yang membedakan cara bertuturnya," kata Sim F ditemui Medcom.id di Jakarta Pusat.
 
Perjalanan cinta Ci Susi dan Ko Alan seperti menelusuri kunci keharmonisan mereka yang masih terjaga hingga sekarang. Dokumentasi ini pun menjadi jaminan bahwa Susy Susanti dan Alan Budikusuma adalah Warga Negara Indonesia yang pernah mengharumkan Indonesia di kancah internasional cabang olahraga bulutangkis.
 
Susi Susanti: Love All
 
Sutradara: Sim F
Penulis: Syarika, Raymond Lee, Raditya, Daud Sumolang, dan Sinar Ayu Masie
Produksi: DAMN! I Love Indonesian Movies, Time International Films, East West Synergy, Buddy Buddy Pictures
Pemain: Laura Basuki, Dion Wiyoko, Moira Tabina Zayn, Iszur Muchtar, Dayu Wijanto, Delon, Jenny Zhang, Chew Kin Wah, Kelly Tandiono, Rafael Tan, Farhan, Nathanael Sulistyo
Durasi: 96 menit
Klasifikasi LSF: 13+
Tayang di bioskop: 24 Oktober 2019
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif